Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Kesejahteraan Relatif Petani Naik 3,93 % Pada Bulan Oktober 2003
2004-01-02
Pada bulan Oktober 2003, kesejahteraan relatif petani naik 3,93 persen dibanding September 2003 karena indeks Nilai Tukar Petani (NTP) naik dari 114,78 menjadi 119,29. Hal ini disebabkan petani mampu menjual hasil produksinya 2,79 persen lebih tinggi dibanding harga bulan September 2003. Pada saat yang sama, harga rata-rata barang dan jasa untuk konsumsi rumahtangga pedesaan maupun keperluan produksi pertanian turun 1,09 persen. Dari 15 propinsi yang diamati selama bulan Oktober 2003, Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam (10,06 persen), karena harga cabe merah di tingkat petani naik 22,34 persen. Penurunan NTP terbesar di Sulawesi Tenggara (minus 1,13 persen) karena petani terpaksa menjual coklat dengan harga turun 3,07 persen. NTP Oktober 2003 (year-on-year) naik 6,01 persen terhadap Oktober 2002 karena sebagian besar harga komoditi pertanian mengalami kenaikan.
Download PDFPariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Nopember 2003
2004-01-02
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Nopember 2003 mencapai 305,5 ribu orang, turun 14,20 persen dibanding jumlah wisman bulan Oktober 2003 sebesar 356,1 ribu orang. Begitu juga jumlah wisman yang datang ke Bali, mengalami penurunan 13,70 persen dari 102,9 ribu menjadi 88,8 ribu orang. Jumlah penumpang kereta api bulan Nopember 2003 mencapai 14,51 juta orang, atau naik sebesar 8,29 persen dibanding bulan Oktober 2003, sedangkan angkutan barang mencapai 1,52 juta ton, atau naik 0,79 persen. Selama Januari-Nopember 2003, jumlah penumpang mencapai 140,94 juta orang dan barang 15,13 juta ton, atau masing-masing menurun 13,02 persen dan 5,34 persen dibanding periode yang sama tahun 2002. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan Nopember 2003 mencapai 1,23 juta orang, yang berarti naik 10,25 persen dibanding bulan Oktober 2003, sedangkan angkutan barang mencapai 14,77 juta ton atau naik 2,51 persen. Selama Januari-Nopember 2003 jumlah penumpang mencapai 12,91 juta orang atau turun 14,47 persen, sedangkan barang mencapai 143,13 juta ton atau naik 1,63 persen dibanding periode yang sama tahun 2002. Jumlah penumpang angkutan udara tujuan luar negeri (internasional) bulan Nopember 2003 mencapai 380,3 ribu orang, yang berarti turun 4,30 persen dibanding bulan Oktober 2003, sedangkan penumpang domestik mencapai 1,31 juta orang atau turun 13,37 persen. Selama Januari-Nopember 2003 jumlah penumpang internasional mencapai 3,85 juta orang (turun 11,81 persen) dan penumpang domestik mencapai 15,71 juta orang (naik 45,10 persen).
Download PDFNilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Nopember 2003
2004-01-02
"Nilai ekspor Indonesia bulan Nopember 2003 hanya mencapai US$ 4,86 milyar atau mengalami penurunan 2,60 persen dibanding bulan Oktober 2003, sedangkan kumulatif Januari Nopember 2003 mencapai US$ 55,59 milyar atau meningkat 6,30 persen dibanding periode yang sama tahun 2002. Ekspor Non-Migas bulan Nopember 2003 mencapai US$ 3,80 milyar, turun 4,11 persen dibanding bulan sebelumnya, sebaliknya kumulatif Januari - Nopember 2003 mencapai US$ 43,12 milyar, meningkat 4,25 persen dibanding periode yang sama tahun 2002. Nilai impor Indonesia bulan Nopember 2003 mencapai US$ 2,70 milyar, atau menurun 1,85 persen dibanding impor bulan lalu sebesar US$ 2,75 milyar, sedangkan selama JanuariNopember 2003 nilai impor mencapai US$ 29,52 milyar atau meningkat 4,13 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2002 sebesar US$ 28,34 milyar. Impor non migas bulan Nopember 2003 mencapai US$ 2,06 milyar atau menurun 3,25 persen dibanding bulan Oktober 2003, sedangkan selama Januari-Nopember 2003 mencapai US$ 22,57 milyar atau meningkat 0,66 persen. "
Download PDFTerjadi Inflasi 0,94 % Pada Bulan Desember 2003
2004-01-02
"Pada bulan Desember 2003, rata-rata harga gabah di tingkat petani dan penggilingan untuk kualitas gabah kering panen (GKP) berada di atas harga pembelian pemerintah (HPP), sedangkan harga gabah kering simpan (GKS) dan gabah kering giling (GKG) masih berada di bawah HPP. Dibanding Nopember 2003, harga GKS naik 0,90 persen, GKP naik 0,40 persen; namun harga GKG dan gabah kualitas rendah turun 1,84 persen dan 1,66 persen. Perbaikan harga dan kualitas gabah terjadi pada Desember 2003. Persentase harga gabah di bawah HPP turun, yaitu dari 57,99 persen pada Nopember 2003 menjadi 57,43 persen pada Desember 2003. Persentase gabah kualitas rendah yang dijual petani juga turun, yaitu dari 7,06 persen pada Nopember menjadi 6,01 persen pada Desember 2003. Berdasarkan 599 observasi gabah di 12 propinsi pada Desember 2003, harga gabah terendah di tingkat petani adalah sebesar Rp.750,00/kg dijumpai di Sulawesi Selatan (Cingkuang, IR-64, dan Ciliwung, kualitas GKP). Sedangkan harga tertinggi sebesar Rp.1695,00/kg dijumpai di Jawa Barat (Cisadane, kualitas GKS). "
Download PDFHarga Produsen GKS, GKP,GKG Bulan November 2003
2003-12-01
"Pada bulan Nopember 2003, rata-rata harga gabah ditingkat penggilingan untuk kualitas gabah kering panen (GKP) berada diatas harga pembelian pemerintah (HPP), sedangkan harga gabah kering simpan (GKS) dan gabah kering giling (GKG) masih berada dibawah HPP. Dibanding Oktober 2003, hanya kualitas GKS harganya mengalami kenaikan, sedangkan kualitas lainnya mengalami penurunan harga, yaitu GKS naik 0,67 persen; GKP turun 1,93 persen; dan gabah di luar kualitas turun 2,14 persen. Persentase harga gabah ditingkat petani yang dibawah HPP naik, yaitu dari 50,68 % pada Oktober 2003 menjadi 57,99 % pada Nopember 2003. Persentase gabah petani kualitas rendah juga naik yaitu dari 6,22 % pada Oktober menjadi 7,06 % pada Nopember 2003. Berdasarkan 538 observasi gabah di 13 propinsi pada Nopember 2003, harga gabah terendah ditingkat petani adalah Rp.800,00/kg dijumpai di Sulawesi Selatan (Ciliwung, kualitas GKP). Sedangkan harga tertinggi sebesar Rp.1600,00/kg dijumpai di Jawa Barat (GKS), Kalimantan Tengah (GKS), dan Kalimantan Timur (GKG). "
Download PDFNTP Bulan September 2003 Turun 0,41%
2003-12-01
Kesejahteraan petani secara relatif turun 0,41 persen pada September 2003 karena indeks Nilai Tukar Petani (NTP) turun dari 115,26 pada Agustus 2003 menjadi 114,78 pada September 2003. Penurunan ini disebabkan petani tanaman pangan dan tanaman perkebunan rakyat hanya mampu menjual hasil produksinya 2,63 persen lebih tinggi dibanding harga bulan Agustus 2003, namun pada saat yang sama, harga rata-rata barang dan jasa untuk konsumsi rumahtangga pedesaan maupun keperluan produksi pertanian di Indonesia naik 3,06 persen. Dari 12 propinsi yang diamati selama bulan September 2003, Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Jawa Tengah (3,20 persen), karena harga kubis putih naik 41,89 persen, sedangkan penurunan terbesar di Nusa Tenggara Barat (minus 4,06 persen) karena harga cabe rawit turun 36,23 persen. NTP September 2003 (year-on-year) naik 2,80 persen terhadap September 2002 karena sebagian besar harga komoditi pertanian mengalami kenaikan.
Download PDFPariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Oktober 2003
2003-12-01
"Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Oktober 2003 mencapai 356,1 ribu orang, atau naik 2,85 persen dibanding jumlah wisman bulan September 2003 sebesar 346,2 ribu orang. Namun jumlah wisman yang datang ke Bali pada bulan yang sama mengalami penurunan 8,30 persen dari 112,2 ribu orang menjadi 102,9 ribu orang. Jumlah penumpang kereta api bulan Oktober 2003 mencapai 13,40 juta orang, atau naik sebesar 3,96 persen dibanding bulan September 2003, sedangkan angkutan barang mencapai 1,51 juta ton, atau naik 1,82 persen. Selama Januari-Oktober 2003, jumlah penumpang mencapai 126,43 juta orang dan barang 13,61 juta ton, atau masing-masing menurun 15,07 persen dan 6,26 persen dibanding periode yang sama tahun 2002. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan Oktober 2003 mencapai 1,12 juta orang, yang berarti naik 2,73 persen dibanding bulan September 2003, sedangkan angkutan barang mencapai 15,90 juta ton atau naik 4,69 persen. Selama Januari-Oktober 2003 jumlah penumpang mencapai 11,68 juta orang atau turun 14,12 persen, sedangkan barang mencapai 141,60 juta ton atau naik 11,16 persen dibanding periode yang sama tahun 2002. Jumlah penumpang angkutan udara tujuan luar negeri (internasional) bulan Oktober 2003 mencapai 395,1 ribu orang, yang berarti naik 2,74 persen dibanding bulan September 2003, sedangkan penumpang domestik mencapai 1,50 juta orang atau naik 2,62 persen. Selama Januari-Oktober 2003 jumlah penumpang internasional mencapai 3,49 juta orang (turun 14,80 persen) dan penumpang domestik mencapai 14,39 juta orang (naik 46,86 persen). "
Download PDFNilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Oktober 2003
2003-12-01
"Nilai ekspor Indonesia bulan Oktober 2003 mengalami penurunan 1,06 persen dibanding bulan September 2003, yaitu dari US$ 5,05 milyar menjadi US$ 4,99 milyar. Sementara itu selama Januari ? Oktober 2003, ekspor mencapai US$ 50,73 milyar atau meningkat 6,00 persen dibanding periode yang sama tahun 2002. Ekspor Non-Migas bulan Oktober 2003 mencapai US$ 3,97 milyar atau naik 2,05 persen terhadap bulan sebelumnya, dan secara kumulatif Januari - Oktober 2003 meningkat 3,40 persen dibanding periode yang sama tahun 2002. Nilai impor Indonesia bulan Oktober 2003 mencapai US$ 2,75 milyar, atau menurun 1,57 persen dibanding impor bulan lalu sebesar US$ 2,79 milyar, sedangkan selama Januari?Oktober 2003 nilai impor mencapai US$ 26,87 milyar atau meningkat 5,84 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2002 sebesar US$ 25,39 milyar. Impor non migas bulan Oktober 2003 mencapai US$ 2,13 milyar atau meningkat 0,49 persen dibanding bulan September 2003, sedangkan selama Januari-Oktober 2003 mencapai US$ 20,57 milyar atau meningkat 2,52 persen. "
Download PDFTerjadi Inflasi 1,01 % Pada Bulan November 2003
2003-12-01
"Pada bulan November 2003 terjadi inflasi 1,01 persen. Dari 43 kota IHK tercatat 42 kota mengalami inflasi, dan satu kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 3,45 persen, dan inflasi terendah di Pematang Siantar 0,19 persen. Sedangkan satu kota yang mengalami deflasi adalah Lhokseumawe sebesar 0,14 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada enam kelompok barang dan jasa masing-masing sebagai berikut : kelompok bahan makanan naik sebesar 2,24 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,32 persen, kelompok perumahan 0,42 persen, kelompok sandang 2,29 persen, kelompok kesehatan 0,16 persen, dan kelompok transpor & komunikasi 1,06 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami deflasi 0,03 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-November) 2003 sebesar 4,08 persen, sedangkan inflasi ?year on year? (November 2003 terhadap November 2002) sebesar 5,33 persen. "
Download PDFITB dan ITK Triwulan III-2003 Diatas Angka 100
2003-11-17
"Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan III-2003 (Juli-September 2003) untuk Jabotabek, Luar Jabotabek dan Indonesia berada diatas angka 100, yaitu masing-masing 116,33, 110,21, dan 111,41. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi bisnis untuk Jabotabek, Luar Jabotabek, dan Indonesia pada triwulan III-2003 lebih baik/meningkat dibanding triwulan II-2003 (April-Juni 2003). Indeks Tendensi Konsumen (ITK) triwulan III-2003 (Juli-September 2003) di Jabotabek diatas angka 100, yaitu 114,17. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan III-2003 di Jabotabek lebih baik/meningkat dibanding triwulan II-2003 (April-Juni 2003). "
Download PDF