Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Upah nominal harian buruh tani nasional November 2015 naik sebesar 0,17%
2015-12-15
Upah nominal harian buruh tani nasional pada November 2015 naik sebesar 0,17 persen dibanding upahburuh tani Oktober 2015, yaitu dari Rp 46.800,00 menjadi Rp46.881,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,25 persenUpah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada November 2015 naik 0,25 persen dibanding upah buruh karyawan Oktober 2015, yaitu dari Rp 80.744,00 menjadi Rp80.946,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikansebesar 0,04 persen
Download PDFEkspor November 2015 Mencapai US$11,16 Miliar
2015-12-15
Nilai ekspor Indonesia November 2015 mencapai US$11,16 miliar atau menurun 7,91 persen dibanding ekspor Oktober 2015. Demikian juga dibanding November 2014 menurun 17,58 persen.Ekspor nonmigas November 2015 mencapai US$9,58 miliar, turun 10,81 persen dibanding Oktober 2015, demikian juga dibanding ekspor November 2014 turun 16,75 persen.Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-November 2015 mencapai US$138,42 miliar atau menurun 14,32 persen dibanding periode yang sama tahun 2014, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$121,08 miliar atau menurun 9,43 persen.Penurunan terbesar ekspor nonmigas November 2015 terhadap Oktober 2015 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$152,8 juta (9,76 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada alas kaki sebesar US$65,3 juta (17,72 persen).Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat November 2015 mencapai angka terbesar yaitu US$1,16 miliar, disusul Tiongkok US$1,02 miliar dan Jepang US$0,99 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,07 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,12 miliar.Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan periode Januari-November 2015 turun 8,75 persen dibanding periode yang sama tahun 2014, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 14,98 persen, demikian juga ekspor hasil pertanian turun 1,41 persen.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari-November 2015 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$23,54 miliar (17,01 persen), diikuti Kalimantan Timur US$17,01 miliar (12,29 persen) dan Jawa Timur U$15,38 miliar (11,11 persen).
Download PDFJumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara Oktober 2015 Mencapai 825,8 Ribu Kunjungan, Naik 2,11 Persen Dibanding Kunjungan Oktober 2014
2015-12-01
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Oktober 2015 mencapai 825,8 ribu kunjungan atau naik 2,11 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Oktober 2014 yang tercatat sebanyak 808,8 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan September 2015, jumlah kunjungan wisman Oktober 2015 turun sebesar 4,99 persen.Jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali pada Oktober 2015 naik 8,12 persen dibandingkan Oktober 2014, yaitu dari 339,2 ribu kunjungan menjadi 366,8 ribu kunjungan. Sedangkan jika dibanding September 2015, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali turun 3,33 persen.Secara kumulatif (Januari–Oktober) 2015, jumlah kunjungan wisman mencapai 8,02 juta kunjungan atau naik 3,38 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 7,76 juta kunjungan.Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Oktober 2015 mencapai rata-rata 56,60 persen atau naik 2,31 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2014 yang tercatat sebesar 54,29 persen. Begitu pula jika dibanding TPK September 2015, TPK hotel berbintang pada Oktober 2015 naik 0,34 poin.Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Oktober 2015 tercatat sebesar 1,92 hari, terjadi penurunan sebesar 0,06 poin, jika dibandingkan keadaan Oktober 2014.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) November 2015 Sebesar 102,95 Atau Naik 0,48 Persen
2015-12-01
NTP nasional November 2015 sebesar 102,95 atau naik 0,48 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,85 persen lebih besar dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,37 persen.Pada November 2015, NTP Provinsi Aceh mengalami kenaikan tertinggi (1,75 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar (0,75 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Pada November 2015 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,43 persen disebabkan oleh naiknya indeks seluruh kelompok konsumsi rumah tangga. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional November 2015 sebesar 109,38 atau naik 0,63 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
Download PDFNovember 2015 Harga Grosir Naik 1,03 Persen
2015-12-01
Pada November 2015 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 1,03 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 5,58 persen.IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada November 2015 naik sebesar 0,22 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga komoditas bak dan tangki sebesar 1,37 persen, pasir 1,02 persen, perlengkapan listrik 0,61 persen, batu hias dan batu bangunan 0,55 persen, dan batu split/ pecah 0,54 persen.IHPB Bahan Baku dan Barang Konsumsi pada Oktober 2015 masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,09 persen dan 0,22 persen, sedangkan IHPB Barang Modal mengalami kenaikan sebesar 0,72 persen.
Download PDFNovember 2015 terjadi inflasi 0,21 persen
2015-12-01
Pada November 2015 terjadi inflasi sebesar 0,21 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 121,82. Dari 82 kota IHK, tercatat 69 kota mengalami inflasi dan 13 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Merauke 2,35 persen dengan IHK 127,38 dan terendah terjadi di Ternate 0,02 persen dengan IHK 125,90. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang 1,02 persen dengan IHK 121,87 dan terendah terjadi di Manado 0,01 persen dengan IHK 123,06. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 0,33 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,47 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,15 persen; kelompok kesehatan 0,44 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,05 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,06 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok sandang 0,23 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-November) 2015 sebesar 2,37 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2015 terhadap November 2014) sebesar 4,89 persen. Komponen inti pada November 2015 mengalami inflasi sebesar 0,16 persen; tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-November) 2015 sebesar 3,72 persen; dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (November 2015 terhadap November 2014) sebesar 4,77 persen.
Download PDFOktober 2015 Rupiah Terapresiasi 7,13 Persen Terhadap Dolar Amerika
2015-11-16
Rupiah terapresiasi 7,13 persen terhadap dolar Amerika pada Oktober 2015. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Amerika terjadi pada minggu kedua Oktober 2015 yaitu Rp13.363,89 per dolar Amerika. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar Rp13.164,00 per dolar Amerika pada minggu keempat Oktober 2015.Rupiah terapresiasi 5,19 persen terhadap dolar Australia pada Oktober 2015. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Australia terjadi pada minggu keempat Oktober 2015 yang mencapai Rp9.718,19 per dolar Australia. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Sumatera Barat yang mencapai Rp9.600,00 per dolar Australia pada minggu keempat Oktober 2015.Rupiah terapresiasi 7,72 persen terhadap yen Jepang pada Oktober 2015. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap yen Jepang terjadi pada minggu kedua Oktober 2015 yang mencapai Rp 111,60 per yen Jepang. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Aceh yang mencapai Rp 100,00 per yen Jepang pada minggu kedua Oktober 2015. Rupiah terapresiasi 8,85 persen terhadap euro pada Oktober 2015. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran rupiah terhadap euro terjadi pada minggu keempat Oktober 2015 yang mencapai Rp14.971,85 per euro. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah yang mencapai Rp14.075,62 per euro pada minggu keempat Oktober 2015.
Download PDFUpah nominal harian buruh tani nasional Oktober 2015 naik sebesar 0,13%
2015-11-16
Upah nominal harian buruh tani nasional pada Oktober 2015 naik sebesar 0,13 persen dibanding upah buruh tani September 2015, yaitu dari Rp46.739,00 menjadi Rp46.800,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen.Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Oktober 2015 naik 0,31 persen dibanding upah September 2015, yaitu dari Rp80.494,00 menjadi Rp80.744,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,39 persen.
Download PDFEkspor Oktober 2015 Mencapai US$12,08 Miliar
2015-11-16
Nilai ekspor Indonesia Oktober 2015 mencapai US$12,08 miliar atau menurun 4,00 persen dibanding ekspor September 2015. Demikian juga dibanding Oktober 2014 menurun 20,98 persen.Ekspor nonmigas Oktober 2015 mencapai US$10,71 miliar, turun 3,86 persen dibanding September 2015, demikian juga dibanding ekspor Oktober 2014 turun 16,88 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober 2015 mencapai US$127,22 miliar atau menurun 14,04 persen dibanding periode yang sama tahun 2014, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$111,46 miliar atau menurun 8,77 persen.Penurunan terbesar ekspor nonmigas Oktober 2015 terhadap September 2015 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$319,4 juta (84,95 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$121,8 juta (8,46 persen).Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat Oktober 2015 mencapai angka terbesar yaitu US$1,22 miliar, disusul Tiongkok US$1,09 miliar dan Jepang US$1,01 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,05 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,23 miliar. Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan periode Januari-Oktober 2015 turun 8,38 persen dibanding periode yang sama tahun 2014, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 13,00 persen, demikian juga ekspor hasil pertanian turun 0,17 persen. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari-Oktober 2015 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$21,51 miliar (16,91 persen), diikuti Kalimantan Timur US$15,67 miliar (12,32 persen) dan Jawa Timur U$14,13 miliar (11,10 persen). Nilai impor Indonesia Oktober 2015 mencapai US$11,07 miliar atau turun 4,27 persen apabila dibandingkan September 2015. Demikian pula jika dibandingkan Oktober 2014 turun 27,81 persen. Impor nonmigas Oktober 2015 mencapai US$9,31 miliar atau turun 3,50 persen jika dibandingkan September 2015 dan turun 20,78 persen jika dibandingkan Oktober 2014. Impor migas Oktober 2015 mencapai US$1,76 miliar atau turun 8,12 persen jika dibandingkan September 2015. Demikian pula apabila dibandingkan Oktober 2014 turun 50,89 persen. Secara kumulatif nilai impor Januari–Oktober 2015 mencapai US$119,05 miliar atau turun 20,47 persen dibanding periode yang sama tahun 2014. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US$21,17 miliar (turun 42,16 persen) dan nonmigas US$97,89 miliar (turun 13,46 persen). Peningkatan impor nonmigas terbesar Oktober 2015 adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung US$61,5 juta (143,69 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan mekanik US$114,6 miliar (5,96 persen). Tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar Januari–Oktober 2015 adalah Tiongkok dengan nilai US$23,82 miliar (24,34 persen), Jepang US$11,31 miliar (11,55 persen), dan Singapura US$7,31 miliar (7,47 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 21,89 persen, sementara dari Uni Eropa 9,51 persen. Nilai impor golongan barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari–Oktober 2015 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 16,14 persen; 21,48 persen; dan 17,68 persen.
Download PDFTriwulan III-2015 Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,28%
2015-11-05
Indeks Harga Produsen (IHP) triwulan III-2015 naik 0,28 persen terhadap triwulan II-2015 (q-to-q) dan naik 2,06 persen terhadap triwulan III-2014 (y-on-y). IHP Sektor Pertanian triwulan III-2015 naik 2,24 persen terhadap triwulan II-2015 (q-to-q), dan terhadap triwulan III-2014 (y-on-y) naik 5,47 persen. IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan III-2015 turun 9,47 persen dibandingkan triwulan II-2015 (q-to-q), dan terhadap triwulan III-2014 (y-on-y) turun 19,57 persen. IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan III-2015 naik 1,12 persen terhadap triwulan II-2015 (q-to-q), demikian pula terhadap triwulan III-2014 (y-on-y) naik 4,72 persen. IHP Sektor Akomodasi, Makanan dan Minuman triwulan III-2015 naik 0,27 persen terhadap triwulan II-2015 (q-to-q), demikian pula terhadap triwulan III-2014 (y-on-y) naik 1,67 persen.
Download PDF