Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Produksi padi tahun 2015 diperkirakan naik 6,64%
2015-07-01
PADIProduksi padi tahun 2014 sebanyak 70,85 juta ton gabah kering giling (GKG) atau mengalami penurunan sebanyak 0,43 juta ton (0,61 persen) dibandingkan tahun 2013Produksi padi tahun 2015 diperkirakan sebanyak 75,55 juta ton GKG atau mengalami kenaikan sebanyak 4,70 juta ton (6,64 persen) dibandingkan tahun 2014. Kenaikan produksi padi tahun 2015 diperkirakan terjadi di Pulau Jawa sebanyak 1,83 juta ton dan di luar Pulau Jawa sebanyak 2,88 juta ton. Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen seluas 0,51 juta hektar (3,71 persen) dan kenaikan produktivitas sebesar 1,45 kuintal/hektar (2,82 persen).JAGUNGProduksi jagung tahun 2014 sebanyak 19,01 juta ton pipilan kering atau meningkat sebanyak 0,50 juta ton (2,68 persen) dibandingkan tahun 2013. Produksi jagung tahun 2015 diperkirakan sebanyak 20,67 juta ton pipilan kering atau mengalami kenaikan sebanyak 1,66 juta ton (8,72 persen) dibandingkan tahun 2014. Peningkatan produksi diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen seluas 160,48 ribu hektar (4,18 persen) dan kenaikan produktivitas sebesar 2,16 kuintal/hektar (4,36 persen).KEDELAIProduksi kedelai tahun 2014 sebanyak 955,00 ribu ton biji kering atau meningkat sebanyak 175,01 ribu ton (22,44 persen) dibandingkan tahun 2013. Produksi kedelai tahun 2015 diperkirakan sebanyak 998,87 ribu ton biji kering atau meningkat sebanyak 43,87 ribu ton (4,59 persen) dibandingkan tahun 2014. Peningkatan produksi kedelai diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen seluas 24,67 ribu hektar (4,01 persen) dan peningkatan produktivitas sebesar 0,09 kuintal/hektar (0,58 persen).
Download PDFJumlah kunjungan wisatawan mancanegara Mei 2015 mencapai 793,5 ribu, naik 5,47% dari Mei 2014
2015-07-01
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Mei 2015 mencapai 793,5 ribu kunjungan atau naik 5,47 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Mei 2014 yang tercatat sebanyak 752,4 ribu kunjungan. Begitu pula, jika dibandingkan dengan April 2015, jumlah kunjungan wisman Mei 2015 naik sebesar 5,82 persen.Jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali pada Mei 2015 naik 0,41 persen dibandingkan Mei 2014, yaitu dari 286,0 ribu kunjungan menjadi 287,1 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibanding April 2015, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali turun sebesar 7,34 persen.Secara kumulatif (Januari–Mei) 2015, jumlah kunjungan wisman mencapai 3,84 juta kunjungan atau naik 3,85 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 3,70 juta kunjungan.Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Mei 2015 mencapai rata-rata 53,72 persen atau naik 1,00 poin dibandingkan dengan TPK Mei 2014 yang tercatat sebesar 52,72 persen. Jika dibandingTPK April 2015, TPK hotel berbintang pada Mei 2015 naik 2,44 poin.Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Mei 2015 tercatat sebesar 2,12 hari, terjadi kenaikan sebesar 0,13 poin, jika dibandingkan keadaan Mei 2014.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Juni 2015 Sebesar 100,52 Atau Naik 0,50 Persen
2015-07-01
NTP nasional Juni 2015 sebesar 100,52 atau naik 0,50 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,15 persen lebih besar dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,65 persen.Pada Juni 2015, NTP Provinsi Jambi mengalami kenaikan tertinggi (1,33 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan terbesar (1,41 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Juni 2015 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,82 persen disebabkan oleh naiknya indeks seluruh kelompok konsumsi. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juni 2015 sebesar 106,16 atau naik 0,94 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
Download PDFJuni 2015 harga grosir naik 0,83%
2015-07-01
þ Pada Juni 2015 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,83 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 4,95 persen.þ IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juni 2015 naik sebesar 0,06 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga komoditas tanah urug sebesar 2,38 persen, pendingin ruangan 1,14 persen, kloset, wastafel, dan sejenisnya 0,66 persen, batu hias dan batu bangunan 0,37 persen, dan batu split/pecah 0,35 persen.þ IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Mei 2015 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,96 persen, 2,88 persen, dan 0,21 persen.
Download PDFJuni 2015 terjadi inflasi 0,54 persen
2015-07-01
Pada Juni 2015 terjadi inflasi sebesar 0,54 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 120,14. Dari 82 kota IHK, tercatat 76 kota mengalami inflasi dan 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sorong 1,90 persen dengan IHK 119,69 dan terendah terjadi di Palu 0,03 persen dengan IHK 120,46. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Tual 0,80 persen dengan IHK 133,57 dan terendah terjadi di Pangkalpinang 0,14 persen dengan IHK 117,90. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 1,60 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,55 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,23 persen; kelompok sandang 0,28 persen; kelompok kesehatan 0,32 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,07 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,11 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juni) 2015 sebesar 0,96 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2015 terhadap Juni 2014) sebesar 7,26 persen. Komponen inti pada Juni 2015 mengalami inflasi sebesar 0,26 persen; tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Juni) 2015 sebesar 1,99 persen; dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juni 2015 terhadap Juni 2014) sebesar 5,04 persen.
Download PDFUpah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Mei 2015 Naik Sebesar 0,17 Persen
2015-06-15
Upah nominal harian buruh tani nasional pada Mei 2015 naik sebesar 0,17 persen dibanding upah buruh tani April 2015, yaitu dari Rp46.306,00 menjadi Rp46.386,00 per hari. Secara riil mengalami penurunan sebesar 0,42 persenUpah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Mei 2015 naik 0,15 persen dibanding upah April 2015, yaitu dari Rp79.970,00 menjadi Rp80.087,00 per hari. Secara riil mengalami penurunan sebesar 0,35 persen
Download PDFMei 2015 Rupiah Terdepresiasi 2,06 Persen Terhadap Dolar Amerika
2015-06-15
Rupiah terdepresiasi 2,06 persen terhadap dolar Amerika di Mei 2015. Level terendah rata-rata kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Amerika di 34 provinsi terjadi pada minggu keempat Mei 2015 yaitu Rp13.177,66 per dolar Amerika. Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Papua sebesar Rp13.237,67 per dolar Amerika pada minggu keempat.Rupiah mencatat apresiasi 0,52 persen terhadap dolar Australia di Mei 2015. Level tertinggi rata-rata kurs tengah eceran rupiah terhadap dolar Australia di 34 provinsi terjadi pada minggu keempat Mei 2015 yang mencapai Rp10.226,23 per dolar Australia. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mencapai Rp9.989,00 per dolar Australia pada minggu keempat Mei 2015.Rupiah mencatat apresiasi 0,98 persen terhadap yen Jepang di Mei 2015. Level tertinggi rata-rata kurs tengah eceran rupiah terhadap yen Jepang di 34 provinsi tercatat pada minggu keempat Mei 2015 yang mencapai Rp107,33 per yen Jepang. Sedangkan menurut provinsi, level tertinggi kurs tengah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang mencapai Rp100,34 per yen Jepang pada minggu keempat Mei 2015.Rupiah terdepresiasi 1,48 persen terhadap euro di Mei 2015. Level terendah rata-rata kurs tengah eceran rupiah terhadap euro di 34 provinsi terjadi pada minggu kedua Mei 2015 yang mencapai Rp14.706,29 per euro. Sedangkan menurut provinsi, level terendah kurs tengah terjadi di Provinsi Maluku yang mencapai Rp14.977,50 per euro pada minggu ketiga Mei 2015.
Download PDFEkspor Mei 2015 Mencapai US$12,56 Miliar
2015-06-15
Nilai ekspor Indonesia Mei 2015 mencapai US$12,56 miliar atau mengalami penurunan sebesar 4,11 persen dibanding ekspor April 2015. Demikian juga bila dibanding Mei 2014 mengalami penurunan sebesar 15,24 persen. Ekspor nonmigas Mei 2015 mencapai US$11,19 miliar, turun 3,87 persen dibanding April 2015, demikian juga bila dibanding ekspor Mei 2014 turun 10,07 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2015 mencapai US$64,72 miliar atau menurun 11,84 persen dibanding periode yang sama tahun 2014, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$56,19 miliar atau menurun 7,15 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Mei 2015 terhadap April 2015 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$323,8 juta (17,54 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$408,6 juta (410,84 persen). Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat Mei 2015 mencapai angka terbesar yaitu US$1,28 miliar, disusul India US$1,15 miliar dan Jepang US$1,14 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,94 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,31 miliar. Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan periode JanuariMei 2015 turun sebesar 6,74 persen dibanding periode yang sama tahun 2014, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 11,18 persen, sementara ekspor hasil pertanian naik sebesar 1,58 persen. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode JanuariMei 2015 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$10,63 miliar (16,43 persen), diikuti Kalimantan Timur sebesar US$8,30 miliar (12,82 persen) dan Jawa Timur sebesar U$7,66 miliar (11,84 persen). Nilai impor Indonesia Mei 2015 mencapai US$11,61 miliar atau turun 8,05 persen dibanding April 2015. Demikian pula jika dibanding Mei 2014 turun 21,40 persen. Impor nonmigas Mei 2015 mencapai US$9,53 miliar atau turun 7,39 persen dibanding April 2015, dan turun 13,87 persen dibanding Mei 2014. Impor migas Mei 2015 mencapai US$2,08 miliar atau turun 10,95 persen dibanding April 2015, demikian pula dibanding Mei 2014 turun 43,87 persen. Secara kumulatif nilai impor Januari–Mei 2015 mencapai US$60,97 miliar atau turun 17,90 persen dibanding periode yang sama tahun 2014. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US$10,52 miliar (turun 42,83 persen) dan nonmigas US$50,45 miliar (turun 9,68 persen). Peningkatan impor nonmigas terbesar Mei 2015 adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung US$0,34 miliar (1.340,48 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan mekanik US$0,31 miliar (16,53 persen). Tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar Januari–Mei 2015 adalah Tiongkok dengan nilai US$12,08 miliar (23,95 persen), Jepang US$6,01 miliar (11,92 persen), dan Singapura US$3,53 miliar (7,00 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 21,54 persen, sementara dari Uni Eropa 9,29 persen. Nilai impor golongan barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari–Mei 2015 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 14,51 persen; 18,91 persen; dan 14,62 persen.
Download PDFJumlah kunjungan wisatawan mancanegara April 2015 mencapai 749,9 ribu, naik 3,24% dari April 2014
2015-06-01
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2015 mencapai 749,9 ribu kunjungan atau naik 3,24 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman April 2014 yang tercatat sebanyak 726,3 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Maret 2015, jumlah kunjungan wisman April 2015 turun sebesar 5,03 persen. Jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali pada April 2015 naik 11,50 persen dibandingkan April 2014, yaitu dari 277,9 ribu kunjungan menjadi 309,9 ribu kunjungan. Begitu pula, jika dibanding Maret 2015, jumlah kunjungan wisman melalui Bandara Ngurah Rai, Bali naik sebesar 5,13 persen.Secara kumulatif (Januari–April) 2015, jumlah kunjungan wisman mencapai 3,05 juta kunjungan atau naik 3,44 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 2,95 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada April 2015 mencapai rata-rata 51,28 persen atau turun 0,05 poin dibandingkan dengan TPK April 2014 yang tercatat sebesar 51,33 persen. Jika dibandingTPK Maret 2015, TPK hotel berbintang pada April 2015 naik 2,15 poin.Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama April 2015 tercatat sebesar 2,19 hari, terjadi kenaikan sebesar 0,13 poin, jika dibandingkan keadaan April 2014.
Download PDFNTP nasional Mei 2015 sebesar 100,02 atau turun 0,12 persen dibanding NTP April 2015
2015-06-01
NTP nasional Mei 2015 sebesar 100,02 atau turun 0,12 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,35 persen lebih kecil dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,47 persen.Pada Mei 2015, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar (1,24 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami kenaikan tertinggi (1,22 persen) sedangkan Provinsi Bali relatif stabil. Pada Mei 2015 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,60 persen disebabkan oleh naiknya indeks seluruh kelompok konsumsi. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Mei 2015 sebesar 105,17 atau naik 0,16 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
Download PDF