Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Desember 2013, Ekspor Indonesia Naik 6,56 Persen dan Impor Naik 2,04 Persen

Desember 2013, Ekspor Indonesia Naik 6,56 Persen dan Impor Naik 2,04 Persen

2014-02-03

"Nilai ekspor Indonesia Desember 2013 mencapai US$16,98 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 6,56 persen dibanding ekspor November 2013. Demikian juga bila dibanding Desember 2012 mengalami peningkatan sebesar 10,33 persen. Ekspor nonmigas Desember 2013 mencapai US$13,58 miliar, naik 3,09 persen dibanding November 2013, demikian juga bila dibanding ekspor Desember 2012 naik 9,27 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia JanuariDesember 2013 mencapai US$182,57 miliar atau menurun 3,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$149,93 miliar atau menurun 2,03 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Desember 2013 terhadap November 2013 terjadi pada bijih, kerak dan abu logam sebesar US$279,7 juta (40,18 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$557,3 juta (25,04 persen). Ekspor nonmigas ke Cina Desember 2013 mencapai angka terbesar yaitu US$2,36 miliar, disusul Jepang US$1,40 miliar dan Amerika Serikat US$1,29 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,19 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,44 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode JanuariDesember 2013 turun sebesar 2,67 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 0,55 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian naik sebesar 2,86 persen. "

Download PDF
Inflasi Januari 2014 Sebesar 1,07 Persen

Inflasi Januari 2014 Sebesar 1,07 Persen

2014-02-03

Pada Januari 2014 terjadi inflasi sebesar 1,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,99. Dari 82 kota IHK, tercatat 78 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 3,79 persen dengan IHK 114,92 dan terendah terjadi di Pontianak 0,04 persen dengan IHK 111,78. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sorong 0,17 persen dengan IHK 108,43 dan deflasi terendah terjadi di Manokwari 0,07 persen dengan IHK 106,44.

Download PDF
Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia 2013 sebesar 3,63 dari skala 0 sampai 5.

Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia 2013 sebesar 3,63 dari skala 0 sampai 5.

2014-01-02

"Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia 2013 sebesar 3,63 dari skala 0 sampai 5. Angka ini naik 0,08 poin dibandingkan IPAK tahun 2012 (3,55). Meski demikian kenaikan ini belum merubah kategori indeks, karena masih dalam kategori yang sama yakni anti korupsi. (Catatan: nilai indeks 0-1,25 sangat permisif terhadap korupsi, 1,26-2,50 permisif, 2,51-3,75 anti korupsi, 3,76-5,00 sangat anti korupsi). IPAK 2013 untuk masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan sedikit lebih tinggi (3,71) dibanding di wilayah perdesaan (3,55). IPAK 2013 lebih tinggi pada penduduk usia kurang dari 60 tahun dibanding penduduk usia 60 tahun ke atas. IPAK penduduk usia kurang dari 40 tahun sebesar 3,63, usia 40 sampai 59 tahun sebesar 3,65, dan usia 60 tahun ke atas sebesar 3,55. Pendidikan berpengaruh cukup kuat pada semangat anti korupsi. Semakin tinggi pendidikan maka semakin tinggi IPAK. IPAK 2013 untuk responden berpendidikan SLTP ke bawah sebesar 3,55, SLTA sebesar 3,82 dan di atas SLTA sebesar 3,94."

Download PDF
Jumlah Penduduk Miskin September 2013 Mencapai 28,55 Juta Orang

Jumlah Penduduk Miskin September 2013 Mencapai 28,55 Juta Orang

2014-01-02

Pada bulan September 2013, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 28,55 juta orang (11,47 persen), bertambah sebanyak 0,48 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2013 yang sebanyak 28,07 juta orang (11,37 persen).

Download PDF
Desember 2013, Harga Grosir Naik 1,32 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

Desember 2013, Harga Grosir Naik 1,32 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

2014-01-02

"Pada Desember 2013 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 1,32 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 2,21 persen. 􀀻 IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Desember 2013 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 1,12 persen, 1,11 persen, dan 0,48 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Desember 2013 naik sebesar 0,69 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga komoditas bahan bangunan dari aluminium 2,10 persen, tripleks, plywood, dan sejenisnya 1,18 persen, dan batu hias dan batu bangunan sebesar 1,05 persen. Inflasi perdagangan besar nonmigas sepanjang tahun 2013 adalah 12,69 persen, dimana Sektor Pertanian merupakan sektor yang mengalami inflasi perdagangan besar paling tinggi yaitu sebesar 25,70 persen. Sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami inflasi perdagangan besar 5,53 persen, Sektor Industri 10,67 persen, Kelompok Barang Impor Nonmigas 7,88 persen, dan Kelompok Barang Ekspor Nonmigas 17,80 persen."

Download PDF
NTP Desember 2013 Naik 0,15 Dibandingkan NTP Bulan Sebelumnya

NTP Desember 2013 Naik 0,15 Dibandingkan NTP Bulan Sebelumnya

2014-01-02

"NTP nasional Desember 2013 sebesar 101,96 atau naik 0,15 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 0,47 persen lebih tinggi dari Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang naik sebesar 0,33 persen. Pada Desember 2013, NTP Provinsi Jambi mengalami kenaikan tertinggi (1,85 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Riau terjadi penurunan terbesar (0,74 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Desember 2013 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,39 persen terutama disebabkan oleh naiknya indeks Kelompok Bahan Makanan dan Kelompok Makanan Jadi. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Desember 2013 sebesar 104,86 atau naik 0,28 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya."

Download PDF
November 2013, Jumlah Wisman Naik 16,37 Persen Dibandingkan November Tahun Sebelumnya

November 2013, Jumlah Wisman Naik 16,37 Persen Dibandingkan November Tahun Sebelumnya

2014-01-02

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada November 2013 mencapai 807,4 ribu kunjungan atau naik 16,37 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman November 2012, yang sebanyak 693,9 ribu kunjungan. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Oktober 2013, jumlah kunjungan wisman November 2013 naik sebesar 12,16 persen. Jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada November 2013 naik 24,85 persen dibandingkan November 2012, yaitu dari 237,9 ribu kunjungan menjadi 297,0 ribu kunjungan. Jika dibanding Oktober 2013, jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai juga naik sebesar 11,46 persen. Secara kumulatif (Januari-November) 2013, jumlah kunjungan wisman mencapai 7,94 juta kunjungan atau naik 9,12 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 7,28 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 23 provinsi pada November 2013 mencapai rata-rata 56,10 persen, atau naik 0,91 poin dibandingkan dengan TPK November 2012, yang tercatat sebesar 55,19 persen. Sementara itu, bila dibanding Oktober 2013, TPK hotel berbintang pada November 2013 naik 1,87 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 23 provinsi selama November 2013 tercatat sebesar 1,86 hari, terjadi penurunan 0,04 poin, jika dibandingkan keadaan November 2012."

Download PDF
November  2013, Ekspor Indonesia Naik 1,45 Persen dan Impor Turun 3,35 Persen

November 2013, Ekspor Indonesia Naik 1,45 Persen dan Impor Turun 3,35 Persen

2014-01-02

"Nilai ekspor Indonesia November 2013 mencapai US$15,93 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 1,45 persen dibanding ekspor Oktober 2013. Sementara bila dibanding November 2012 mengalami penurunan sebesar 2,40 persen. Ekspor nonmigas November 2013 mencapai US$13,18 miliar, naik 1,51 persen dibanding Oktober 2013, sementara bila dibanding ekspor November 2012 turun 3,09 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-November 2013 mencapai US$165,57 miliar atau menurun 5,19 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$136,36 miliar atau menurun 3,02 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas November 2013 terhadap Oktober 2013 terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$655,8 juta (41,58 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada mesin/peralatan listrik sebesar US$138,1 juta (14,70 persen). Ekspor nonmigas ke Cina November 2013 mencapai angka terbesar yaitu US$2,22 miliar, disusul Jepang US$1,36 miliar dan India US$1,36 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,50 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,38 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-November 2013 turun sebesar 3,64 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 1,65 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian naik sebesar 2,18 persen. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari-September 2013 berasal dari Kalimantan Timur dengan nilai US$23,36 miliar (17,44 persen), diikuti Jawa Barat sebesar US$19,70 miliar (14,71 persen) dan Riau sebesar U$15,17 miliar (11,32 persen)."

Download PDF
Desember 2013 Terjadi Inflasi Sebesar  0,55 Persen

Desember 2013 Terjadi Inflasi Sebesar 0,55 Persen

2014-01-02

"Pada Desember 2013 terjadi inflasi sebesar 0,55 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 146,84. Dari 66 kota IHK, tercatat 61 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manado 2,69 persen dengan IHK 144,59 dan terendah terjadi di Palembang dan Tangerang masing-masaing 0,04 persen dengan IHK masing-masing 142,84 dan 149,92. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Padang Sidempuan 0,44 persen dengan IHK 147,74 dan terendah terjadi di Kendari 0,05 persen dengan IHK 149,50. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 0,79 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,73 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,44 persen; kelompok sandang 0,17 persen; kelompok kesehatan 0,16 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,06 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,56 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2013 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2013 terhadap Desember 2012) masing-masing sebesar 8,38 persen. Komponen inti pada Desember 2013 mengalami inflasi sebesar 0,45 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Desember) 2013 dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Desember 2013 terhadap Desember 2012) masing-masing sebesar 4,98 persen."

Download PDF
Indeks Harga Produsen Naik 2,93 Persen pada Triwulan III/2013

Indeks Harga Produsen Naik 2,93 Persen pada Triwulan III/2013

2014-01-02

"Indeks Harga Produsen (IHP) triwulan III-2013 naik 2,93 persen terhadap triwulan II-2013 (q-to-q) dan naik 4,61 persen terhadap triwulan III-2012 (y-on-y). IHP Sektor Pertanian triwulan III-2013 naik 2,95 persen terhadap triwulan II-2013 (q-to-q), demikian pula terhadap triwulan III-2012 (y-on-y) naik 4,39 persen. IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian Triwulan III-2013 naik 1,34 persen dibandingkan triwulan II- 2013 (q-to-q), sebaliknya terhadap triwulan III-2012 (y-on-y) turun 7,38 persen. IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan III-2013 naik 3,24 persen terhadap triwulan II-2013 (q-to-q), begitu pula dibandingkan dengan triwulan III-2012 (y-on-y) naik 7,30 persen."

Download PDF