Berita Statistik BPS Republik Indonesia
ASEAN Statistics - Inflation in 2013
2013-12-04
Level and volatility of Indonesia’s inflation rate was higher during the period 2011-2013. While most of ASEAN Member State (AMS) shared a fluctuative rate, Indonesia’s inflation rate kept increasing from 3.8 percet in 2011 up to 8.3 percent in 2013. Inflation rate of some countries such as Brunei, Cambodia, Lao PDR, Malaysia, Philippines, and Viet Nam decreased in 2012 and back to increase in 2013. Unlike these countries, inflation rate of Myanmar and Thailand increased in 2012 and decreased in 2013. Singapore is the only one who has a low inflation and becomes smaller from 2011 to 2013. In 2011 among the ASEAN countries, the highest inflation rate was showed by Viet Nam at 18.13 percent.
Download PDFRumah Tangga Petani Gurem 2013 Turun 25,07 Persen dibandingkan 2003
2013-12-02
"Jumlah rumah tangga usaha pertanian tahun 2013 sebanyak 26,14 juta rumah tangga, Subsektor Tanaman Pangan 17,73 juta rumah tangga, Hortikultura 10,60 juta rumah tangga, Perkebunan 12,77 juta rumah tangga, Peternakan 12,97 juta rumah tangga, Perikanan kegiatan budidaya ikan 1,19 juta rumah tangga, Perikanan kegiatan penangkapan ikan 0,86 juta rumah tangga, Kehutanan 6,78 juta rumah tangga, dan Jasa Pertanian 1,08 juta rumah tangga. Jumlah rumah tangga petani gurem tahun 2013 sebanyak 14,25 juta rumah tangga atau sebesar 55,33 persen dari rumah tangga pertanian pengguna lahan, mengalami penurunan sebanyak 4,77 juta rumah tangga atau turun 25,07 persen dibandingkan tahun 2003. Jumlah petani pada tahun 2013 sebanyak 31,70 juta orang, terbesar di Subsektor Tanaman Pangan sebanyak 20,40 juta orang dan paling sedikit di Subsektor Perikanan kegiatan penangkapan ikan sebanyak 0,93 juta orang. Jumlah rumah tangga menurut petani utama yang berusia diatas 54 tahun pada tahun 2013 relatif besar, yaitu sebanyak 8,56 juta rumah tangga (32,76 persen). Rata-rata luas lahan yang dikuasai rumah tangga usaha pertanian tahun 2013 seluas 0,89 ha, meningkat sebesar 118,80 persen dibandingkan tahun 2003 yang seluas 0,41 ha. Jumlah sapi dan kerbau pada 1 Mei 2013 sebanyak 14,24 juta ekor, terdiri dari 12,69 juta ekor sapi potong, 444,22 ribu ekor sapi perah, dan 1,11 juta ekor kerbau. "
Download PDFNovember 2013, Harga Grosir Naik 0,40 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya
2013-12-02
"Pada November 2013 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) atau indeks harga grosir/agen naik sebesar 0,40 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Kelompok Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,60 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada November 2013 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 1,10 persen, 0,11 persen, dan 0,52 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada November 2013 naik sebesar 0,42 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga komoditas pipa dan assesoriesnya 1,33 persen, tripleks, plywood, dan sejenisnya 1,15 persen, dan kerikil dan sirtu alam sebesar 1,14 persen. "
Download PDFNTP November 2013 Turun 0,14 Dibandingkan NTP Bulan Sebelumnya
2013-12-02
"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional November 2013 sebesar 105,15 atau turun 0,14 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan turunnya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,05 persen, NTP Subsektor Hortikultura sebesar 0,34 persen, NTP Subsektor Peternakan sebesar 0,84 persen, dan NTP Subsektor Perikanan sebesar 0,10 persen. Sebaliknya, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 0,31 persen. Pada November 2013, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami kenaikan tertinggi (1,01 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Riau terjadi penurunan terbesar (1,01 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada November 2013 terjadi inflasi daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,14 persen terutama disebabkan oleh naiknya indeks Kelompok Makanan Jadi, Kelompok Perumahan dan Kelompok Kesehatan. "
Download PDFPada Oktober 2013, Jumlah Wisman Naik 4,59 Persen Dibandingkan Oktober Tahun Sebelumnya
2013-12-02
"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Oktober 2013 mencapai 719,9 ribu kunjungan atau naik 4,59 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Oktober 2012, yang sebanyak 688,3 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan September 2013, jumlah kunjungan wisman Oktober 2013 turun sebesar 6,61 persen. Jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Oktober 2013 naik 5,44 persen dibandingkan Oktober 2012, yaitu dari 252,7 ribu kunjungan menjadi 266,5 ribu kunjungan. Jika dibanding September 2013, jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai turun sebesar 12,76 persen. Secara kumulatif (Januari-Oktober) 2013, jumlah kunjungan wisman mencapai 7,13 juta kunjungan atau naik 8,36 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 6,58 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 23 provinsi pada Oktober 2013 mencapai rata-rata 54,23 persen, atau turun 0,44 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2012, yang tercatat sebesar 54,67 persen. Sementara itu, bila dibanding September 2013, TPK hotel berbintang pada Oktober 2013 naik 0,12 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 23 provinsi selama Oktober 2013 tercatat sebesar 1,91 hari, terjadi penurunan 0,02 poin, jika dibandingkan keadaan Oktober 2012. "
Download PDFOktober 2013, Ekspor Indonesia Naik 6,87 Persen dan Impor Naik 1,06 Persen
2013-12-02
"Nilai ekspor Indonesia Oktober 2013 mencapai US$15,72 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 6,87 persen dibanding ekspor September 2013. Demikian juga bila dibanding Oktober 2012 mengalami peningkatan sebesar 2,59 persen. Ekspor nonmigas Oktober 2013 mencapai US$12,99 miliar, naik 5,70 persen dibanding September 2013, demikian juga bila dibanding ekspor Oktober 2012 naik 2,55 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia JanuariOktober 2013 mencapai US$149,66 miliar atau menurun 5,46 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$123,19 miliar atau menurun 3,01 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Oktober 2013 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$107,5 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada berbagai produk kimia sebesar US$43,9 juta. Ekspor nonmigas ke Cina Oktober 2013 mencapai angka terbesar yaitu US$1,83 miliar, disusul Jepang US$1,37 miliar dan Amerika Serikat US$1,30 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,69 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,46 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode JanuariOktober 2013 turun sebesar 3,45 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 2,26 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian naik sebesar 2,11 persen. Nilai impor Indonesia Oktober 2013 mencapai US$15,67 miliar atau naik 1,06 persen dibanding September 2013. Sebaliknya bila dibanding Oktober 2012 turun 8,90 persen. Impor nonmigas Oktober 2013 mencapai US$12,20 miliar atau naik 3,45 persen dibanding September 2013, sementara bila dibanding impor Oktober 2012 turun 8,81 persen. Impor migas Oktober 2013 mencapai US$3,47 miliar atau turun 6,51 persen dibanding September 2013, dan bila dibanding impor Oktober 2012 juga turun 9,25 persen. Secara kumulatif nilai impor Januari-Oktober 2013 mencapai US$156,02 miliar atau turun 1,98 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun 2012. Impor nonmigas mencapai US$118,92 miliar atau turun 4,40 persen. Nilai impor nonmigas terbesar Oktober 2013 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,40 miliar. Nilai ini naik 1,32 persen dibanding impor golongan barang yang sama September 2013. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Oktober 2013 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2,48 miliar (20,33 persen), Jepang US$1,67 miliar (13,72 persen) dan Singapura US$0,91 miliar (7,48 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 21,28 persen, sementara dari Uni Eropa 9,08 persen. Nilai impor golongan barang konsumsi dan barang modal selama Januari-Oktober 2013 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 1,78 persen dan 17,14 persen. Sebaliknya impor bahan baku/penolong meningkat 2,16 persen . "
Download PDFNovember 2013 Terjadi Inflasi Sebesar 0,12 Persen
2013-12-02
"Pada November 2013 terjadi inflasi sebesar 0,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 146,04. Dari 66 kota IHK, tercatat 38 kota mengalami inflasi dan 28 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Maumere 1,54 persen dengan IHK 164,61 dan terendah terjadi di Sibolga dan Mataram masing-masaing 0,03 persen dengan IHK masing-masing 153,66 dan 159,40. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sorong 1,29 persen dengan IHK 163,95 dan terendah terjadi di Bengkulu 0,02 persen dengan IHK 155,96. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,27 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,68 persen; kelompok kesehatan 0,34 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,11 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu: kelompok bahan makanan 0,47 persen dan kelompok sandang 0,03 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-November) 2013 sebesar 7,79 persen dan tingkat inflasi year on year (November 2013 terhadap November 2012) sebesar 8,37 persen. Komponen inti pada November 2013 mengalami inflasi sebesar 0,20 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-November) 2013 sebesar 4,51 persen, dan tingkat inflasi komponen inti year on year (November 2013 terhadap November 2012) sebesar 4,80 persen. "
Download PDFPada Agustus 2013, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,25 Persen
2013-11-06
"Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2013 mencapai 118,2 juta orang, berkurang sebanyak 3,0 juta orang dibanding angkatan kerja Februari 2013 sebanyak 121,2 juta orang atau bertambah sebanyak 140 ribu orang dibanding Agustus 2012. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2013 mencapai 110,8 juta orang, berkurang sebanyak 3,2 juta orang dibanding keadaan pada Februari 2013 sebanyak 114,0 juta orang atau berkurang 10 ribu orang dibanding keadaan Agustus 2012. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2013 mencapai 6,25 persen, mengalami peningkatan dibanding TPT Februari 2013 sebesar 5,92 persen dan TPT Agustus 2012 sebesar 6,14 persen. Selama setahun terakhir (Agustus 2012-Agustus 2013), jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan terutama di Sektor Jasa Kemasyarakatan sebanyak 1,1 juta orang (6,49 persen), Sektor Perdagangan sebanyak 580 ribu orang (2,50 persen), serta Sektor Keuangan sebanyak 250 ribu orang (9,40 persen). Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian, Konstruksi, dan Industri masing-masing mengalami penurunan jumlah penduduk bekerja sebesar 2,08 persen, 7,51 persen, dan 3,19 persen. Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2013, sebanyak 74,0 juta orang (66,78 persen) bekerja di atas 35 jam per minggu, sedangkan penduduk bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 15 jam per minggu hanya mencapai 8,6 juta orang (7,77 persen). Pada Agustus 2013, penduduk bekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi, yaitu sebanyak 52,0 juta orang (46,95 persen), sedangkan penduduk bekerja dengan pendidikan Diploma sebanyak 2,9 juta orang (2,64 persen) dan penduduk bekerja dengan pendidikan Universitas hanya sebanyak 7,6 juta orang (6,83 persen). "
Download PDFKondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Triwulan III/2013 Meningkat dari Triwulan Sebelumnya
2013-11-06
"A. Penjelasan Umum Indeks Tendensi Bisnis adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Bank Indonesia. ITB merupakan indeks yang menggambarkan kondisi bisnis dan perekonomian pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang. STB dilakukan setiap triwulan di beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah sampel STB triwulan III-2013 sekitar 2.500 perusahaan besar dan sedang, dengan responden pimpinan perusahaan. B.Kondisi Bisnis Triwulan III-2013 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan III-2013 sebesar 106,12, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis meningkat jika dibandingkan dengan triwulan II-2013 (nilai ITB sebesar 103,88). Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan III-2013 terjadi pada semua sektor ekonomi. Peningkatan tertinggi terjadi pada sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran (nilai ITB sebesar 110,60). Kondisi bisnis pada triwulan III-2013 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 107,32), penggunaan kapasitas produksi/usaha (nilai indeks sebesar 105,74), dan rata-rata jumlah jam kerja (nilai indeks sebesar 105,31). C. Prospek Bisnis Triwulan IV-2013 Nilai ITB pada triwulan IV-2013 sebesar 104,66, berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan III-2013. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan menurun jika dibandingkan dengan triwulan III-2013 (nilai ITB sebesar 106,12). Semua sektor ekonomi pada triwulan IV-2013 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis, kecuali Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan (nilai ITB sebesar 98,23). Sektor Konstruksi diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi (nilai ITB sebesar 110,20)."
Download PDFEkonomi Indonesia Triwulan III/2013 Tumbuh 5,62 Persen
2013-11-06
"Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2013 mencapai Rp2.375,3 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp709,5 triliun. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan III-2013 dibanding triwulan II-2013 mencapai 2,96 persen (q-to-q) dan apabila dibandingkan dengan tahun yang sama 2012 mengalami pertumbuhan 5,62 persen (y-on-y). Secara kumulatif, pertumbuhan PDB Indonesia hingga triwulan III-2013 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012 (c-to-c) tumbuh sebesar 5,83 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2013 dibandingkan triwulan III-2012 (y-on-y) didorong oleh semua sektor. Pertumbuhan tertinggi dicapai Sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang tumbuh sebesar 10,46 persen. Sementara bila dibandingkan dengan triwulan II-2013 (q-to-q) pertumbuhan tertinggi dicapai Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 6,16 persen. Pertumbuhan kumulatif triwulan III-2013 dibanding triwulan III-2012 (c-to-c) didukung oleh semua sektor, dimana pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 10,60 persen dan terendah Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 0,31 persen. Struktur PDB triwulan III-2013 didominasi oleh Sektor Industri Pengolahan, Sektor Pertanian, dan Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran masing-masing memberikan kontribusi sebesar 23,11 persen, 15,21 persen, dan 13,88 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Indonesia (PDB) Triwulan III terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) didorong oleh pertumbuhan pada komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (5,64 persen), Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (2,92 persen) dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (2,85 persen). Sedangkan komponen Ekspor neto mengalami pertumbuhan positif, yakni Ekspor Barang dan Jasa tumbuh minus 0,03 persen dan Impor Barang dan Jasa tumbuh minus 5,28 persen. Pertumbuhan PDB pengeluaran pada triwulan III-2013 dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan yang sama tahun 2012 (y-on-y) ditopang oleh pertumbuhan pada komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (8,83 persen), Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (5,48 persen) dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (4,51 persen). Sedangkan komponen Ekspor Neto mengalami pertumbuhan positif, yakni Ekspor Barang dan Jasa tumbuh 5,26 persen dan Impor Barang dan Jasa sebesar 3,80 persen. Pertumbuhan PDB pengeluaran sampai dengan triwulan III-2013 (c-to-c) sebesar 5,83 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (5,29 persen), Pembentukan Modal Tetap Bruto (4,81 persen) dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (4,05 persen). Sedangkan pada komponen Ekspor Neto mengalami pertumbuhan positif, yakni Ekspor Barang dan Jasa tumbuh 4,56 persen dan Impor Barang dan Jasa tumbuh 1,38 persen. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan III-2013 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 58,20 persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,75 persen, Pulau Kalimantan 8,45 persen, Pulau Sulawesi 4,87 persen, dan sisanya 4,73 persen di pulau-pulau lainnya. "
Download PDF