Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Oktober 2013, Harga Grosir Naik 1,00 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

Oktober 2013, Harga Grosir Naik 1,00 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

2013-11-01

"Pada Oktober 2013, indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 1,00 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Kelompok Sektor Pertanian sebesar 1,28 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Oktober 2013 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 1,04 persen, 0,92 persen, dan 0,82 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Oktober 2013 naik sebesar 0,78 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga komoditas perlengkapan listrik lainnya 2,54 persen, kayu lapis 2,20 persen, dan aki (accu) sebesar 2,08 persen."

Download PDF
Produksi IBS Triwulan III Tahun 2013 Naik Sebesar 6,83 Persen dibandingkan Triwulan III Tahun Sebelumnya

Produksi IBS Triwulan III Tahun 2013 Naik Sebesar 6,83 Persen dibandingkan Triwulan III Tahun Sebelumnya

2013-11-01

"Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III tahun 2013 naik sebesar 6,83 persen (y-on-y) terhadap triwulan III tahun 2012. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri pencetakan dan reproduksi media rekaman naik 11,82 persen, industri pakaian jadi naik 9,23 persen, dan industri kendaraan bermotor, trailer, dan semi trailer naik 8,69 persen. Sedangkan jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi adalah industri tekstil turun 6,99 persen, jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan turun 4,17 persen, industri kertas dan barang dari kertas turun 2,21 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III tahun 2013 naik sebesar 0,15 persen (q-to-q) terhadap triwulan II tahun 2013. Jenis-jenis industri yang mengalami kenaikan pertumbuhan yang terbesar adalah industri mesin dan perlengkapan naik 5,87 persen, jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan naik 5,66 persen, dan industri barang galian bukan logam naik 5,61 persen. Sedangkan jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi adalah industri kendaraan bermotor, trailer, dan semi trailer turun 5,72 persen, industri percetakan dan reproduksi media rekaman turun 4,42 persen, dan industri peralatan listrik turun 4,33 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III tahun 2013 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Kepulauan Riau naik 16,18 persen, Provinsi Gorontalo naik 11,36 persen, dan Provinsi Sulawesi Barat naik 11,01 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III tahun 2013 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Jawa Timur naik 5,91 persen, Provinsi Sumatera Selatan naik 4,27 persen, dan Provinsi Sulawesi Barat naik 3,73 persen. Provinsi-provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta turun 2,29 persen, Provinsi Sulawesi Tengah turun 1,68 persen, Provinsi Papua Barat turun 1,61 persen dan Provinsi Bali turun 0,92 persen."

Download PDF
Produksi Padi 2013 (Angka Ramalan II) diperkirakan Naik 2,62 Persen dibandingkan Tahun Sebelumnya

Produksi Padi 2013 (Angka Ramalan II) diperkirakan Naik 2,62 Persen dibandingkan Tahun Sebelumnya

2013-11-01

"Produksi padi tahun 2013 (ARAM II) diperkirakan sebesar 70,87 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), mengalami peningkatan sebanyak 1,81 juta ton (2,62 persen) dibandingkan tahun 2012. Peningkatan produksi padi tahun 2013 tersebut diperkirakan terjadi di Jawa sebesar 0,87 juta ton dan di luar Jawa sebesar 0,94 juta ton. Peningkatan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 324,39 ribu hektar (2,41 persen) dan produktivitas sebesar 0,10 kuintal/hektar (0,19 persen).,br> Produksi jagung tahun 2013 (ARAM II) diperkirakan sebesar 18,51 juta ton pipilan kering, menurun sebanyak 0,88 juta ton (4,52 persen) dibandingkan tahun 2012. Penurunan produksi diperkirakan terjadi karena penurunan luas panen seluas 100,24 ribu hektar (2,53 persen) dan produktivitas sebesar 1,00 kuintal/hektar (2,04 persen). Produksi kedelai tahun 2013 (ARAM II) diperkirakan sebesar 807,57 ribu ton biji kering, menurun sebanyak 35,58 ribu ton (4,22 persen) dibandingkan tahun 2012. Penurunan produksi kedelai diperkirakan terjadi karena turunnya luas panen seluas 13,49 ribu hektar (2,38 persen) dan produktivitas sebesar 0,28 kuintal/hektar (1,89 persen)."

Download PDF
NTP Oktober 2013 Naik 0,71 Persen Dibandingkan NTP Bulan Sebelumnya

NTP Oktober 2013 Naik 0,71 Persen Dibandingkan NTP Bulan Sebelumnya

2013-11-01

"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Oktober 2013 sebesar 105,30 atau naik 0,71 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,85 persen, NTP Subsektor Hortikultura sebesar 0,51 persen, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,74 persen, dan NTP Subsektor Peternakan sebesar 1,10 persen. Sebaliknya, NTP Subsektor Perikanan mengalami penurunan sebesar 0,26 persen. Pada Oktober 2013, NTP Provinsi Banten mengalami kenaikan tertinggi (1,55 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Lampung terjadi penurunan terbesar (0,16 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Oktober 2013 terjadi inflasi daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,31 persen terutama disebabkan oleh naiknya indeks Kelompok Makanan Jadi serta Kelompok Kesehatan. "

Download PDF
Pada September 2013, Jumlah Wisman Naik 12,77 Persen Dibandingkan September Tahun Sebelumnya

Pada September 2013, Jumlah Wisman Naik 12,77 Persen Dibandingkan September Tahun Sebelumnya

2013-11-01

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada September 2013 mencapai 770,9 ribu kunjungan atau naik 12,77 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman September 2012, yang sebanyak 683,6 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Agustus 2013, jumlah kunjungan wisman September 2013 turun sebesar 0,02 persen. Jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada September 2013 naik 19,44 persen dibandingkan September 2012, yaitu dari 255,7 ribu kunjungan menjadi 305,4 ribu kunjungan. Jika dibanding Agustus 2013, jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai turun sebesar 1,17 persen. Secara kumulatif (Januari-September) 2013, jumlah kunjungan wisman mencapai 6,41 juta kunjungan atau naik 8,80 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 5,90 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 23 provinsi pada September 2013 mencapai rata-rata 54,11 persen, atau naik 1,27 poin dibandingkan dengan TPK September 2012, yang tercatat sebesar 52,84 persen. Sementara itu, bila dibanding Agustus 2013, TPK hotel berbintang pada September 2013 naik 3,58 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 23 provinsi selama September 2013 tercatat sebesar 1,90 hari, terjadi penurunan 0,14 poin, jika dibandingkan keadaan September 2012. "

Download PDF
September 2013, Ekspor Indonesia Naik 13,19 Persen dan Impor Naik 18,86 Persen

September 2013, Ekspor Indonesia Naik 13,19 Persen dan Impor Naik 18,86 Persen

2013-11-01

"Nilai ekspor Indonesia September 2013 mencapai US$14,81 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 13,19 persen dibanding ekspor Agustus 2013. Sementara bila dibanding September 2012 mengalami penurunan sebesar 6,85 persen. Ekspor nonmigas September 2013 mencapai US$12,29 miliar, naik 18,63 persen dibanding Agustus 2013, sementara bila dibanding ekspor September 2012 turun 6,35 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia JanuariSeptember 2013 mencapai US$134,05 miliar atau menurun 6,25 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$110,20 miliar atau menurun 3,62 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas September 2013 terjadi pada lemak dan minyak hewan/ nabati sebesar US$351,2 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada timah sebesar US$121,0 juta. Ekspor nonmigas ke Cina September 2013 mencapai angka terbesar yaitu US$1,62 miliar, disusul Jepang US$1,39 miliar dan Amerika Serikat US$1,30 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,01 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,38 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode JanuariSeptember 2013 turun sebesar 4,22 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 2,34 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian naik sebesar 1,65 persen. Nilai impor Indonesia September 2013 mencapai US$15,47 miliar atau naik 18,86 persen dibanding Agustus 2013. Demikian juga bila dibanding September 2012 mengalami peningkatan 0,77 persen. Impor nonmigas September 2013 mencapai US$11,80 miliar atau naik 26,30 persen dibanding Agustus 2013, sementara bila dibanding impor September 2012 turun 0,91 persen. Impor migas September 2013 mencapai US$3,67 miliar atau turun 0,06 persen dibanding Agustus 2013, sebaliknya bila dibanding impor September 2012 naik 6,59 persen Secara kumulatif nilai impor Januari-September 2013 mencapai US$140,31 miliar atau turun 1,17 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun 2012. Impor nonmigas mencapai US$106,72 miliar atau turun 3,87 persen. Nilai impor nonmigas terbesar September 2013 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,37 miliar. Nilai ini naik 25,23 persen dibanding impor golongan barang yang sama Agustus 2013. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama September 2013 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2,76 miliar (23,39 persen), Jepang US$1,51 miliar (12,84 persen) dan Singapura US$0,88 miliar (7,50 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 22,09 persen, sementara dari Uni Eropa 8,96 persen. Nilai impor golongan barang konsumsi dan barang modal selama Januari-September 2013 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 1,96 persen dan 16,85 persen. Sebaliknya impor bahan baku/penolong meningkat 3,24 persen . "

Download PDF
Pada Oktober 2013 Terjadi Inflasi Sebesar  0,09 Persen

Pada Oktober 2013 Terjadi Inflasi Sebesar 0,09 Persen

2013-11-01

"Pada Oktober 2013 terjadi inflasi sebesar 0,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 145,87. Dari 66 kota IHK, tercatat 39 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga 1,25 persen dengan IHK 153,62 dan terendah terjadi di Samarinda 0,04 persen dengan IHK 159,33. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Ambon 3,82 persen dengan IHK 150,07 dan terendah terjadi di Watampone 0,02 persen dengan IHK 159,20. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,55 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,26 persen; kelompok kesehatan 0,33 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,31 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,53 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu : kelompok bahan makanan 0,62 persen dan kelompok sandang 0,56 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2013 sebesar 7,66 persen dan tingkat inflasi year on year (Oktober 2013 terhadap Oktober 2012) sebesar 8,32 persen. Komponen inti pada Oktober 2013 mengalami inflasi sebesar 0,34 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Oktober) 2013 sebesar 4,30 persen, dan tingkat inflasi komponen inti year on year (Oktober 2013 terhadap Oktober 2012) sebesar 4,73 persen. "

Download PDF
ASEAN Statistics - Investment Expenditure Tends To Increase In Share Each Year

ASEAN Statistics - Investment Expenditure Tends To Increase In Share Each Year

2013-10-21

Download PDF
Kerjasama Global untuk Memperkuat Harmonisasi Statistik Regional di Bidang Perdagangan dan Pariwisata

Kerjasama Global untuk Memperkuat Harmonisasi Statistik Regional di Bidang Perdagangan dan Pariwisata

2013-10-07

"Sejak berlakunya liberalisasi perdagangan, sektor jasa telah tumbuh sebagai komponen Produk Domestik Bruto (PDB) yang signifikan bagi sebagian besar negara berkembang. Sampai saat ini, sektor tersebut secara berkelanjutan menjadi kontributor terbesar dalam kegiatan bisnis, penyerapan tenaga kerja serta pertumbuhan ekonomi. Secara khusus, jasa perjalanan dalam sektor pariwisata telah menjadi mesin dan alat bagi pembangunan dan perubahan perekonomian Asia. Seiring pesatnya perkembangan sektor tersebut maka kebutuhan akan pengukuran Statistics of International Trade in Services (SITS) yang memadai telah menjadi perhatian utama. Untuk itu, dibutuhkan SITS yang lebih rinci, lebih terbanding dan lebih komprehensif untuk mengukur dampak perdagangan jasa terhadap perekonomian dan menyediakan informasi yang bermanfaat guna memfasilitasi proses negosiasi internasional dan merancang kebijakan. Kerangka yang disepakati secara internasional mengenai persyaratan data tersebut tertuang dalam Manual on Statistics of International Trade in Service 2010 (MSITS 2010)."

Download PDF
Indeks Harga Produsen Gabungan Naik 2,07 Persen pada Triwulan I 2013

Indeks Harga Produsen Gabungan Naik 2,07 Persen pada Triwulan I 2013

2013-10-01

"Indeks Harga Produsen (IHP) Gabungan (Sektor Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, dan Industri Pengolahan) pada triwulan I-2013 naik 2,07 persen terhadap triwulan IV-2012 (q-to-q), demikian pula terhadap triwulan I-2012 (y-on- y) naik 2,15 persen. IHP Sektor Pertanian triwulan I-2013 naik 1,33 persen terhadap triwulan IV-2012 (q-to-q), demikian pula terhadap triwulan I-2012 (y-on-y) naik 3,16 persen. IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan I-2013 naik 1,68 persen terhadap triwulan IV-2012 (q-to-q), sebaliknya terhadap triwulan I-2012 (y-on- y) turun 8,81 persen. IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan I-2013 naik 2,38 persen terhadap triwulan IV-2012 (q-to-q), demikian pula terhadap triwulan I-2012 (y -on-y) naik 4,52 persen. "

Download PDF