Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Februari 2013, NTP Turun 0.45 Persen

Februari 2013, NTP Turun 0.45 Persen

2013-03-01

"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Februari 2013 sebesar 105,19 atau turun 0,45 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan turunnya seluruh NTP subsektor, yaitu NTP Subsektor Tanaman Pangan turun sebesar 0,84 persen, NTP Subsektor Hortikultura turun sebesar 0,07 persen, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 0,04 persen, NTP Subsektor Peternakan turun sebesar 0,06 persen, dan NTP Subsektor Perikanan turun sebesar 0,26 persen. Pada Februari 2013, NTP Provinsi Kalimantan Selatan mengalami kenaikan tertinggi (0,35 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Timur terjadi penurunan terbesar (0,81 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Sedangkan Provinsi Sulawesi Tengah NTP-nya relatif stabil. Pada Februari 2013 terjadi inflasi daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,66 persen terutama disebabkan oleh naiknya indeks Kelompok Bahan Makanan dan Kelompok Perumahan. "

Download PDF
Januari 2013, Jumlah Wisman Turun 5.88 Persen Dibandingkan Januari Tahun Lalu

Januari 2013, Jumlah Wisman Turun 5.88 Persen Dibandingkan Januari Tahun Lalu

2013-03-01

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari 2013 mencapai 614,3 ribu atau turun 5,88 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Januari 2012, yang sebesar 652,7 ribu. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Desember 2012, jumlah kunjungan wisman Januari 2013 turun sebesar 19,90 persen. Jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Januari 2013 turun 8,08 persen dibandingkan Januari 2012, yaitu dari 249,7 ribu menjadi 229,6 ribu. Jika dibanding Desember 2012, jumlah kunjungan wisman ke Bali juga turun sebesar 13,17 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 23 provinsi pada Januari 2013 mencapai rata-rata 46,51 persen, atau turun 4,74 poin dibandingkan dengan TPK Januari 2012, yang tercatat sebesar 51,25 persen. Demikian pula, bila dibanding TPK hotel pada Desember 2012, TPK hotel berbintang pada Januari 2013 mengalami penurunan 9,34 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 23 provinsi selama Januari 2013 tercatat sebesar 1,97 hari, turun 0,05 hari dibanding keadaan Januari 2012."

Download PDF
Pada Februari 2013, terjadi Inflasi 0.75 Persen

Pada Februari 2013, terjadi Inflasi 0.75 Persen

2013-03-01

"Pada Februari 2013 terjadi inflasi sebesar 0,75 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 137,91. Dari 66 kota IHK, tercatat 60 kota mengalami inflasi dan 6 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jayapura 3,15 persen dengan IHK 137,44 dan terendah terjadi di Sibolga 0,12 persen dengan IHK 146,13 Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Ambon 2,29 persen dengan IHK 140,01 dan terendah terjadi di Sampit 0,01 persen dengan IHK 141,45. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 2,08 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,47 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,82 persen; kelompok kesehatan 0,56 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,19 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,08 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok sandang 0,59 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2013 sebesar 1,79 persen dan tingkat inflasi year on year (Februari 2013 terhadap Februari 2012) sebesar 5,31 persen. Komponen inti pada Februari 2013 mengalami inflasi sebesar 0,30 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Februari) 2013 sebesar 0,66 persen dan tingkat inflasi komponen inti year on year (Februari 2013 terhadap Februari 2012) sebesar 4,29 persen."

Download PDF
Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Triwulan IV-2012 Meningkat dari Triwulan Sebelumnya

Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Triwulan IV-2012 Meningkat dari Triwulan Sebelumnya

2013-02-05

"Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan IV-2012 sebesar 105,29, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis turun jika dibandingkan dengan triwulan III-2012 (nilai ITB sebesar 107,43). Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2012 terjadi pada semua sektor, kecuali Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan (nilai ITB sebesar 95,65). Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan (nilai ITB sebesar 108,92). Kondisi bisnis pada triwulan IV-2012 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 107,30), rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 106,00) dan penggunaan kapasitas produksi/usaha (nilai indeks sebesar 104,92)."

Download PDF
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2012 Mencapai 6.23 Persen

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2012 Mencapai 6.23 Persen

2013-02-05

"Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2012 tumbuh sebesar 6,23 persen dibandingkan dengan tahun 2011. Pertumbuhan terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 9,98 persen dan terendah di Sektor Pertambangan dan Penggalian 1,49 persen. Sementara, PDB Tanpa Migas tahun 2012 tumbuh 6,81 persen. Besaran PDB Indonesia tahun 2012 atas dasar harga berlaku mencapai Rp8.241,9 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.618,1 triliun. Secara triwulanan, PDB Indonesia triwulan IV-2012 dibandingkan dengan triwulan III-2012 (q-to-q) turun sebesar 1,45 persen, tapi bila dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,11 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2012 menurut sisi penggunaan terjadi pada Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 9,81 persen, diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 5,28 persen, Komponen Ekspor Barang dan Jasa 2,01 persen, dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang tumbuh 1,25 persen. Sementara, Komponen Impor sebagai faktor pengurang mengalami pertumbuhan sebesar 6,65 persen. Pada tahun 2012, PDB (harga berlaku) digunakan untuk memenuhi Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 54,56 persen, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 8,89 persen, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto atau Komponen Investasi Fisik 33,16 persen, Komponen Ekspor 24,26 persen dan Komponen Impor 25,81 persen. PDB per kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2012 mencapai Rp33,3 juta (US$3.562,6), meningkat dibandingkan PDB per kapita pada tahun 2011 yang mencapai Rp30,4 juta (US$3.498,2). 57,51 persen dari PDB triwulan IV-2012 disumbang oleh Pulau Jawa, dengan urutan tiga provinsi terbesarnya adalah: DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Secara kuantitatif, kegiatan-kegiatan di sektor sekunder dan tersier masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sedangkan kegiatan sektor primernya lebih diperankan oleh luar Jawa."

Download PDF
Desember 2012, Ekspor Indonesia Turun 5.58 Persen dan Impor Turun 8.11 Persen

Desember 2012, Ekspor Indonesia Turun 5.58 Persen dan Impor Turun 8.11 Persen

2013-02-01

"Nilai ekspor Indonesia Desember 2012 mencapai US$15,41 miliar atau mengalami penurunan sebesar 5,58 persen dibanding ekspor November 2012. Sementara bila dibanding Desember 2011 mengalami penurunan sebesar 9,78 persen. Ekspor nonmigas Desember 2012 mencapai US$12,44 miliar, turun 8,50 persen dibanding November 2012, demikian juga bila dibanding ekspor Desember 2011 turun 8,45 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Desember 2012 mencapai US$190,04 miliar atau turun 6,61 persen dibanding periode yang sama tahun 2011, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$153,07 miliar atau turun 5,52 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Desember 2012 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$471,6 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak dan abu logam sebesar US$63,7 juta. Ekspor nonmigas ke Cina Desember 2012 mencapai angka terbesar yaitu US$1,97 miliar, disusul Jepang US$1,33 miliar dan India US$1,19 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 36,01 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,39 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Desember 2012 turun sebesar 4,95 persen dibanding periode yang sama tahun 2011, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 9,57 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian naik sebesar 7,98 persen. Nilai impor Indonesia Desember 2012 sebesar US$15,56 miliar atau turun 8,11 persen dibanding impor November 2012 yang besarnya US$16,94 miliar. Dan jika dibanding impor Desember 2011 (US$16,48 miliar) turun 5,55 persen. Sementara itu, selama Januari-Desember 2012 nilai impor mencapai US$191,67 miliar atau meningkat 8,02 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$177,44 miliar). Impor nonmigas Desember 2012 sebesar US$11,86 miliar atau turun US$1,00 miliar (7,79 persen) dibanding November 2012 (US$12,86 miliar), sedangkan selama Januari-Desember 2012 mencapai US$149,11 miliar atau naik 9,05 persen dibanding periode yang sama tahun 2011 (US$136,73 miliar). Impor migas Desember 2012 sebesar US$3,71 miliar atau turun US$0,37 miliar (9,12 persen) dibanding November 2012 (US$4,08 miliar), sedangkan selama Januari-Desember 2012 mencapai US$42,57 miliar atau naik 4,58 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$40,70 miliar). Nilai impor nonmigas terbesar Desember 2012 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,22 miliar atau turun 4,71 persen (US$0,11 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama November 2012 (US$2,33 miliar). Impor golongan barang tersebut selama Januari-Desember 2012 mencapai US$28,42 miliar atau meningkat 14,91 persen (US$3,69 miliar) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (US$24,73 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Desember 2012 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$28,96 miliar dengan pangsa 19,43 persen, diikuti Jepang US$22,69 miliar (15,22 persen) dan Amerika Serikat US$11,47 miliar (7,69 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 21,28 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 9,43 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari-Desember 2012 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya mengalami peningkatan untuk golongan bahan baku/penolong sebesar 7,01 persen dan barang modal sebesar 15,21 persen. Demikian juga dengan impor golongan barang konsumsi yang naik 0,17 persen."

Download PDF
Januari 2013, Harga Grosir Naik 1.19 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

Januari 2013, Harga Grosir Naik 1.19 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

2013-02-01

Pada Januari 2013 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 1,19 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 3,99 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Januari 2013 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,93 persen, 1,92 persen, dan 0,16 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Januari 2013 naik sebesar 0,31 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan barang galian segala jenis 0,97 persen, bahan bangunan dari kayu 0,70 persen, semen 0,36 persen, dan aspal 0,32 persen.

Download PDF
Produksi IBS Triwulan IV Tahun 2012 Naik Sebesar 11.09 Persen dibandingkan Triwulan IV Tahun Sebelumnya

Produksi IBS Triwulan IV Tahun 2012 Naik Sebesar 11.09 Persen dibandingkan Triwulan IV Tahun Sebelumnya

2013-02-01

"Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (y-on-y) pada triwulan IV tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 11,09 persen dari triwulan IV tahun 2011, triwulan IV tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 2,80 persen dari triwulan IV tahun 2010. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang tahunan pada tahun 2012 naik sebesar 4,12 persen dari tahun 2011. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi Farmasi, produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional (13,19 persen), industri Makanan (12,75 persen), dan industri Peralatan Listrik (12,57 persen). Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulanan (q-to-q) pada triwulan IV tahun 2012 naik sebesar 7,65 persen dari triwulan III tahun 2012. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III tahun 2012 naik sebesar 0,10 persen dari triwulan II tahun 2012 dan pertumbuhan triwulan II tahun 2012 naik sebesar 3,42 persen dari triwulan I tahun 2012. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang bulanan (m-to-m) selama triwulan IV tahun 2012 mengalami kenaikan pada bulan Oktober dan Desember, sedangkan pada bulan November 2012 mengalami penurunan. Pertumbuhan bulan Oktober naik sebesar 10,04 persen dari bulan September 2012, pertumbuhan bulan November turun 3,26 persen dari bulan Oktober 2012, dan pertumbuhan bulan Desember 2012 naik 0,01 persen dari bulan November 2012."

Download PDF
Januari 2013, NTP Turun 0.19 Persen

Januari 2013, NTP Turun 0.19 Persen

2013-02-01

"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Januari 2013 sebesar 105,67 atau turun 0,19 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan turunnya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,14 persen, NTP Subsektor Hortikultura sebesar 0,55 persen, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,07 persen, dan NTP Subsektor Peternakan sebesar 0,31 persen. Sebaliknya, NTP Subsektor Perikanan naik sebesar 0,17 persen. Pada Januari 2013, NTP Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikan tertinggi (0,53 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Lampung terjadi penurunan terbesar (1,0 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Januari 2013 terjadi inflasi daerah perdesaan di Indonesia sebesar 1,20 persen terutama disebabkan oleh naiknya indeks Kelompok Bahan Makanan dan Kelompok Makanan Jadi."

Download PDF
Desember 2012, Jumlah Wisman Naik 5.86 Persen Dibandingkan Desember Tahun Lalu

Desember 2012, Jumlah Wisman Naik 5.86 Persen Dibandingkan Desember Tahun Lalu

2013-02-01

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Desember 2012 mencapai 767,0 ribu orang atau naik 5,86 persen dibandingkan jumlah wisman Desember 2011, yang sebesar 724,5 ribu orang. Begitu pula, jika dibandingkan dengan November 2012, jumlah kunjungan wisman Desember 2012 naik sebesar 10,54 persen. Jumlah wisman yang datang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, selama Desember 2012 naik 6,45 persen dibandingkan Desember 2011, yaitu dari 248,3 ribu orang menjadi 264,4 ribu orang. Demikian pula, jika dibanding dengan kedatangan wisman selama November 2012, jumlah wisman ke Bali naik sebesar 11,14 persen. Secara kumulatif (Januari-Desember) 2012, jumlah kunjungan wisman mencapai 8,04 juta orang atau naik 5,16 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 7,65 juta orang. Penerimaan devisa pariwisata pada tahun 2012 diperkirakan mencapai US$9,1 miliar atau naik 5,81 persen dibanding penerimaan devisa tahun 2011 yang sebesar US$8,6 miliar. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Desember 2012 mencapai rata-rata 56,05 persen, atau naik 0,48 poin dibandingkan dengan TPK Desember 2011, yang tercatat sebesar 55,57 persen. Demikian pula, bila dibanding TPK hotel pada November 2012, TPK hotel berbintang pada Desember 2012 mengalami kenaikan 0,77 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Desember 2012 tercatat sebesar 1,86 hari, turun 0,07 hari dibanding keadaan Desember 2011."

Download PDF