Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Pada April 2013, Jumlah Wisman Naik 3,20 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya

Pada April 2013, Jumlah Wisman Naik 3,20 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya

2013-06-03

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2013 mencapai 646,1 ribu kunjungan atau naik 3,20 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman April 2012, yang sebanyak 626,1 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Maret 2013, jumlah kunjungan wisman April 2013 turun sebesar 10,92 persen. Jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada April 2013 naik 7,52 persen dibandingkan April 2012, yaitu dari 222,7 ribu kunjungan menjadi 239,4 ribu kunjungan. Jika dibanding Maret 2013, jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai turun sebesar 3,09 persen. Secara kumulatif (Januari-April) 2013, jumlah kunjungan wisman mencapai 2,66 juta kunjungan atau naik 5,31 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 2,53 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 23 provinsi pada April 2013 mencapai rata-rata 51,88 persen, atau turun 0,01 poin dibandingkan dengan TPK April 2012, yang tercatat sebesar 51,89 persen. Begitu pula bila dibanding Maret 2013, TPK hotel berbintang pada April 2013 juga mengalami penurunan 0,32 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 23 provinsi selama April 2013 tercatat sebesar 1,99 hari, naik 0,04 hari dibanding keadaan April 2012. "

Download PDF
April 2013, Ekspor Indonesia Turun 2,18 Persen dan Impor Naik 9,59 Persen

April 2013, Ekspor Indonesia Turun 2,18 Persen dan Impor Naik 9,59 Persen

2013-06-03

"Nilai ekspor Indonesia April 2013 mencapai US$14,70 miliar atau mengalami penurunan sebesar 2,18 persen dibanding ekspor Maret 2013. Sementara bila dibanding April 2012 mengalami penurunan sebesar 9,11 persen. Ekspor nonmigas April 2013 mencapai US$12,31 miliar, naik 1,74 persen dibanding Maret 2013, sementara bila dibanding ekspor April 2012 turun 2,40 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia JanuariApril 2013 mencapai US$60,11 miliar atau menurun 7,07 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$49,57 miliar atau menurun 3,07 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas April 2013 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$153,5 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$108,7 juta. Ekspor nonmigas ke Cina April 2013 mencapai angka terbesar yaitu US$1,74 miliar, disusul Jepang US$1,30 miliar dan Amerika Serikat US$1,21 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,46 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,41 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode JanuariApril 2013 turun sebesar 2,57 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 5,68 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian naik sebesar 2,90 persen. Nilai impor Indonesia April 2013 sebesar US$16,31 miliar atau meningkat 9,59 persen dibanding impor Maret 2013 yang besarnya US$14,89 miliar, sedangkan jika dibanding impor April 2012 (US$16,94 miliar) turun 3,68 persen. Sementara itu, selama Januari-April 2013 nilai impor mencapai US$61,96 miliar atau turun 1,15 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$62,68 miliar). Impor nonmigas April 2013 sebesar US$12,71 miliar atau naik US$1,73 miliar (15,75 persen) dibanding impor nonmigas Maret 2013 (US$10,98 miliar), sedangkan impor nonmigas selama Januari-April 2013 mencapai US$46,85 miliar atau turun 2,48 persen dibanding impor nonmigas periode yang sama tahun 2012 (US$48,04 miliar). Impor migas April 2013 sebesar US$3,60 miliar atau turun US$0,30 miliar (7,77 persen) dibanding impor migas Maret 2013 (US$3,90 miliar), sedangkan impor migas selama Januari-April 2013 mencapai US$15,11 miliar atau naik 3,21 persen dibanding impor migas periode yang sama tahun sebelumnya (US$14,64 miliar). Nilai impor nonmigas terbesar April 2013 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,39 miliar. Nilai ini naik 14,48 persen (US$0,30 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Maret 2013 (US$2,09 miliar). Sementara itu, impor golongan barang tersebut selama Januari−April 2013 mencapai US$8,88 miliar atau turun 0,69 persen (US$0,06 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama tahun sebelumnya (US$8,94 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-April 2013 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$9,07 miliar dengan pangsa 19,35 persen, diikuti Jepang US$6,52 miliar (13,92 persen) dan Thailand US$3,77 miliar (8,05 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,11 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 10,11 persen. Nilai impor golongan barang konsumsi dan barang modal selama Januari-April 2013 mengalami penurunan dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 12,00 persen dan 17,67 persen. Sebaliknya impor bahan baku/penolong meningkat 4,44 persen. "

Download PDF
Pada Mei 2013 Terjadi  Deflasi  Sebesar  0,03 Persen

Pada Mei 2013 Terjadi Deflasi Sebesar 0,03 Persen

2013-06-03

"Pada Mei 2013 terjadi deflasi sebesar 0,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,60. Dari 66 kota IHK, tercatat 43 kota mengalami deflasi dan 23 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Mataram 1,03 persen dengan IHK 151,24 dan terendah terjadi di Pekanbaru dan Tasikmalaya masing-masing 0,01 persen dengan IHK masing-masing 137,63 dan 139,59. Sedangkan Inflasi tertinggi terjadi di Ambon 2,25 persen dengan IHK 144,68 dan terendah terjadi di Bogor 0,01 persen dengan IHK 138,61. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks 2 kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 0,83 persen dan kelompok sandang 1,22 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,35 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,75 persen; kelompok kesehatan 0,23 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,06 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,05 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Mei) 2013 sebesar 2,30 persen dan tingkat inflasi year on year (Mei 2013 terhadap Mei 2012) sebesar 5,47 persen. Komponen inti pada Mei 2013 mengalami inflasi sebesar 0,06 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Mei) 2013 sebesar 0,99 persen dan tingkat inflasi komponen inti year on year (Mei 2013 terhadap Mei 2012) sebesar 3,99 persen."

Download PDF
Pada Februari 2013, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sebesar 5,92 Persen

Pada Februari 2013, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sebesar 5,92 Persen

2013-05-06

"Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2013 mencapai 121,2 juta orang, bertambah sebanyak 3,1 juta orang dibanding angkatan kerja Agustus 2012 sebanyak 118,1 juta orang atau bertambah sebanyak 780 ribu orang dibanding Februari 2012. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2013 mencapai 114,0 juta orang, bertambah sebanyak 3,2 juta orang dibanding keadaan pada Agustus 2012 sebanyak 110,8 juta orang atau bertambah 1,2 juta orang dibanding keadaan Februari 2012. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2013 mencapai 5,92 persen, mengalami penurunan dibanding TPT Agustus 2012 sebesar 6,14 persen dan TPT Februari 2012 sebesar 6,32 persen. Selama setahun terakhir (Februari 2012-Februari 2013), jumlah penduduk yang bekerja mengalami kenaikan terutama di Sektor Perdagangan sebanyak 790 ribu orang (3,29 persen), Sektor Konstruksi sebanyak 790 ribu orang (12,95 persen), serta Sektor Industri sebanyak 570 ribu orang (4,01 persen). Sedangkan sektor-sektor yang mengalami penurunan adalah Sektor Pertanian dan Sektor Lainnya, masing-masing mengalami penurunan jumlah penduduk bekerja sebesar 3,01 persen dan 5,73 persen. Berdasarkan jumlah jam kerja pada Februari 2013, sebanyak 78,3 juta orang (68,68 persen) bekerja di atas 35 jam per minggu, sedangkan penduduk bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 15 jam per minggu mencapai 7,0 juta orang (6,17 persen). Pada Februari 2013, penduduk bekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sebanyak 54,6 juta orang (47,90 persen), sedangkan penduduk bekerja dengan pendidikan diploma sebanyak 3,2 juta orang (2,82 persen) dan penduduk bekerja dengan pendidikan universitas hanya sebanyak 7,9 juta orang (6,96 persen)."

Download PDF
Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Triwulan I/2013 Meningkat dari Triwulan Sebelumnya

Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Triwulan I/2013 Meningkat dari Triwulan Sebelumnya

2013-05-06

"Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan I-2013 sebesar 102,34, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis turun jika dibandingkan dengan triwulan IV-2012 (nilai ITB sebesar 105,29). Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan I-2013 terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian, Pengangkutan dan Komunikasi, serta Sektor Keuangan. Peningkatan tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan (nilai ITB sebesar 112,26). Kondisi bisnis pada triwulan I-2013 meningkat karena adanya peningkatan penggunaan kapasitas produksi/usaha (nilai indeks sebesar 103,82) dan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 101,42). Sedangkan rata-rata jumlah jam kerja relatif stagnan (nilai indeks sebesar 100,21)."

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan I/2013 Tumbuh 6,02 Persen

Ekonomi Indonesia Triwulan I/2013 Tumbuh 6,02 Persen

2013-05-06

"Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada Triwulan I-2013 mencapai Rp2.146,4 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp671,3 triliun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2013 dibandingkan triwulan IV-2012, yang diukur dari kenaikan PDB atas dasar harga konstan meningkat sebesar 1,41 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan ini terutama didukung oleh Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan yang meningkat sebesar 23,06 persen karena mulainya musim panen tanaman padi pada triwulan I-2013. PDB Indonesia pada triwulan I-2013 dibandingkan triwulan I-2012 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 6,02 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan ini didukung oleh hampir semua sektor kecuali Sektor Pertambangan dan Penggalian yang mengalami penurunan sebesar 0,43 persen. Sementara pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 9,98 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2013 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2012 (y-on-y) didukung oleh kenaikan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 5,90 persen, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 5,17 persen, Ekspor Barang dan Jasa sebesar 3,39 persen. Sedangkan Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah meningkat sebesar 0,42 persen dan Komponen Impor turun sebesar 0,44 persen. Pada PDB triwulan I-2013 dibandingkan dengan triwulan IV-2012, hanya Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang secara riil meningkat sebesar 0,30 persen, sedangkan komponen lainnya mengalami penurunan. Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah turun sebesar 42,63 persen, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto turun sebesar 5,99 persen, Komponen Ekspor Barang dan Jasa turun sebesar 4,33 persen, dan Komponen Impor Barang dan Jasa juga turun sebesar 13,20 persen. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan I-2013 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto, yakni sebesar 57,79 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,99 persen, Pulau Kalimantan 8,89 persen, Pulau Sulawesi 4,70 persen, Bali dan Nusa Tenggara 2,49 persen. Kontribusi terkecil berasal dari kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua, yakni sebesar 2,14 persen. "

Download PDF
NTP April 2013 Naik 0,01 Persen Dibanding NTP Bulan Sebelumnya

NTP April 2013 Naik 0,01 Persen Dibanding NTP Bulan Sebelumnya

2013-05-01

"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional April 2013 sebesar 104,55 atau naik 0,01 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Hortikultura sebesar 0,30 persen, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 0,10 persen, dan NTP Subsektor Peternakan naik sebesar 0,33 persen. Sebaliknya, NTP Subsektor Tanaman Pangan turun sebesar 0,16 persen dan NTP Subsektor Perikanan turun sebesar 0,09 persen. Pada April 2013, NTP Provinsi Gorontalo mengalami kenaikan tertinggi (0,90 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Jambi terjadi penurunan terbesar (0,84 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada April 2013 terjadi deflasi daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,02 persen terutama disebabkan oleh turunnya indeks Kelompok Bahan Makanan. "

Download PDF
April 2013, Harga Grosir Turun 0,01 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

April 2013, Harga Grosir Turun 0,01 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

2013-05-01

"Pada April 2013 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas turun sebesar 0,01 persen terhadap bulan sebelumnya. Penurunan IHPB terbesar terjadi pada Kelompok Barang Ekspor Nonmigas sebesar 0,25 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada April 2013 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,24 persen, 0,25 persen, dan 0,14 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada April 2013 naik sebesar 0,11 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan barang-barang plastik 1,25 persen, kayu gelondongan 0,76 persen, barang galian segala jenis 0,69 persen, barang-barang lainnya dari bahan bukan logam 0,52 persen, perlengkapan listrik lainnya 0,44 persen, dan bahan bangunan dari keramik dan tanah liat 0,40 persen. "

Download PDF
Produksi IBS Triwulan I Tahun 2013 Naik Sebesar 8,94 Persen dibandingkan Triwulan I Tahun Sebelumnya

Produksi IBS Triwulan I Tahun 2013 Naik Sebesar 8,94 Persen dibandingkan Triwulan I Tahun Sebelumnya

2013-05-01

"Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang (y-on-y) pada triwulan I tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 8,94 persen dari triwulan I tahun 2012, triwulan I tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 11,10 persen dari triwulan I tahun 2011. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulanan (q-to-q) pada triwulan I tahun 2013 turun sebesar 2,25 persen dari triwulan IV tahun 2012. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV tahun 2012 naik sebesar 7,65 persen dari triwulan III tahun 2012 dan pertumbuhan triwulan III tahun 2012 naik sebesar 0,10 persen dari triwulan II tahun 2012. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang bulanan (m-to-m) selama triwulan I tahun 2013 mengalami kenaikan pada Januari dan Maret, sedangkan pada Februari 2013 mengalami penurunan. Pertumbuhan Januari 2013 naik sangat kecil 0,00 persen dari Desember 2012, pertumbuhan pada Februari turun 2,38 persen dari Januari 2013, dan pertumbuhan Maret 2013 naik sebesar 1,52 persen dari Februari 2013. "

Download PDF
Pada Maret 2013, Jumlah Wisman Naik 10,13 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya

Pada Maret 2013, Jumlah Wisman Naik 10,13 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya

2013-05-01

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Maret 2013 mencapai 725,3 ribu kunjungan atau naik 10,13 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Maret 2012, yang sebanyak 658,6 ribu kunjungan. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Februari 2013, jumlah kunjungan wisman Maret 2013 naik sebesar 6,91 persen. Jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Maret 2013 naik 10,80 persen dibandingkan Maret 2012, yaitu dari 223,0 ribu kunjungan menjadi 247,0 ribu kunjungan. Jika dibanding Februari 2013, jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai juga naik sebesar 4,24 persen. Secara kumulatif (Januari-Maret) 2013, jumlah kunjungan wisman mencapai 2,02 juta kunjungan atau naik 6,00 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 1,90 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 23 provinsi pada Maret 2013 mencapai rata-rata 52,20 persen, atau turun 0,47 poin dibandingkan dengan TPK Maret 2012, yang tercatat sebesar 52,67 persen. Sementara itu, bila dibanding Februari 2013, TPK hotel berbintang pada Maret 2013 mengalami kenaikan 3,02 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 23 provinsi selama Maret 2013 tercatat sebesar 1,98 hari, turun 0,03 hari dibanding keadaan Maret 2012. "

Download PDF