Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Maret 2013, Ekspor Indonesia Turun 0,08 Persen dan Impor Turun 4,01 Persen
2013-05-01
"Nilai ekspor Indonesia Maret 2013 mencapai US$15,00 miliar atau mengalami penurunan sebesar 0,08 persen dibanding ekspor Februari 2013. Sementara bila dibanding Maret 2012 mengalami penurunan sebesar 13,03 persen. Ekspor nonmigas Maret 2013 mencapai US$12,10 miliar, turun 2,77 persen dibanding Februari 2013, demikian juga bila dibanding ekspor Maret 2012 turun 12,07 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Maret 2013 mencapai US$45,39 miliar atau menurun 6,44 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$37,27 miliar atau menurun 3,27 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Maret 2013 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$421,0 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$232,6 juta. Ekspor nonmigas ke Cina Maret 2013 mencapai angka terbesar yaitu US$1,80 miliar, disusul Jepang US$1,34 miliar dan Amerika Serikat US$1,32 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 36,81 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,25 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Maret 2013 turun sebesar 2,95 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor hasil pertanian turun 1,30 persen, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun sebesar 4,71 persen. Nilai impor Indonesia Maret 2013 sebesar US$14,70 miliar atau turun 4,01 persen dibanding impor Februari 2013 yang besarnya US$15,31 miliar, sedangkan jika dibanding impor Maret 2012 (US$16,33 miliar) turun 9,97 persen. Sementara itu, selama Januari-Maret 2013 nilai impor mencapai US$45,46 miliar atau turun 0,62 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$45,75 miliar). Impor nonmigas Maret 2013 sebesar US$10,99 miliar atau turun US$0,68 miliar (5,80 persen) dibanding impor nonmigas Februari 2013 (US$11,67 miliar), sedangkan impor nonmigas selama Januari−Maret 2013 mencapai US$34,15 miliar atau turun 3,06 persen dibanding impor nonmigas periode yang sama tahun 2012 (US$35,23 miliar). Impor migas Maret 2013 sebesar US$3,71 miliar atau naik US$0,07 miliar (1,72 persen) dibanding impor migas Februari 2013 (US$3,64 miliar), sedangkan impor migas selama Januari-Maret 2013 mencapai US$11,31 miliar atau naik 7,53 persen dibanding impor migas periode yang sama tahun sebelumnya (US$10,52 miliar). Nilai impor nonmigas terbesar Maret 2013 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,09 miliar. Nilai ini turun 5,82 persen (US$0,13 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Februari 2013 (US$2,22 miliar). Sementara itu, impor golongan barang tersebut selama Januari−Maret 2013 mencapai US$6,49 miliar atau turun 2,52 persen (US$0,16 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama tahun sebelumnya (US$6,65 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Maret 2013 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$6,52 miliar dengan pangsa 19,09 persen, diikuti Jepang US$4,65 miliar (13,62 persen), dan Thailand US$2,76 miliar (8,08 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,34 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 10,45 persen. Nilai impor golongan barang konsumsi dan barang modal selama Januari-Maret 2013 mengalami penurunan dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 16,17 persen dan 15,82 persen. Sebaliknya, impor bahan baku/penolong meningkat 5,16 persen. "
Download PDFPada April 2013 Terjadi Deflasi Sebesar 0,10 Persen
2013-05-01
"Pada April 2013 terjadi deflasi sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,64. Dari 66 kota IHK, tercatat 38 kota mengalami deflasi dan 28 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Maumere 1,20 persen dengan IHK 155,34 dan terendah terjadi di Tanjung Pinang 0,01 persen dengan IHK 137,42. Sedangkan Inflasi tertinggi terjadi di Padang Sidempuan 0,81 persen dengan IHK 139,62 dan terendah terjadi di Kendari 0,01 persen dengan IHK 141,43. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks 2 kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 0,80 persen dan kelompok sandang 1,13 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,30 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,41 persen; kelompok kesehatan 0,22 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,15 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,10 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-April) 2013 sebesar 2,32 persen dan tingkat inflasi year on year (April 2013 terhadap April 2012) sebesar 5,57 persen. Komponen inti pada April 2013 mengalami inflasi sebesar 0,14 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-April) 2013 sebesar 0,93 persen, dan tingkat inflasi komponen inti year on year (April 2013 terhadap April 2012) sebesar 4,12 persen."
Download PDFMaret 2013 Harga Grosir Naik 0,22 Persen
2013-04-01
"Pada Maret 2013 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,22 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada SektorPertaniansebesar 0,70 persen. IHPB Bahan Baku dan Barang Konsumsi pada Maret 2013 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen dan 0,53 persen, sedangkan Barang Modal turun 0,48 persen. IHPBBahan Bangunan/Konstruksi pada Maret 2013 naik sebesar0,24 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan aspal sebesar 0,53 persen, barang-barang logam lainnya 0,49 persen, barang-barang dari besi dan baja dasar 0,40 persen, bahan bangunan dari logam 0,37 persen, dan barang galian segala jenis 0,17 persen"
Download PDFNTP Nasional Maret 2013 Turun 0,63 Persen Dibanding NTP Bulan Sebelumnya.
2013-04-01
"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Maret 2013 sebesar 104,53 atau turun 0,63 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan turunnya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 1,16 persen, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 0,01 persen, NTP Subsektor Peternakan turun sebesar 0,41 persen, dan NTP Subsektor Perikanan turun sebesar 0,19 persen. Sebaliknya, NTP Subsektor Hortikultura naik sebesar 0,04 persen. Pada Maret 2013, NTP Provinsi Bangka Belitung mengalami kenaikan tertinggi (0,54 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Jawa Tengah terjadi penurunan terbesar (1,05 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Maret 2013 terjadi inflasi daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,76 persen terutama disebabkan oleh naiknya indeks Kelompok Bahan Makanan dan Kelompok Makanan Jadi Berdasarkan 1.323 transaksi penjualan gabah di 19 provinsi selama Maret 2013, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 62,36 persen, gabah kualitas rendah 32,35 persen, dan gabah kering giling (GKG) 5,29 persen. Selama Maret 2013, rata-rata harga seluruh kelompok kualitas gabah mengalami penurunan dibandingkan kualitas yang sama Februari 2013. Harga gabah kualitas GKP di petani turun 11,31 persen menjadi Rp3.783,15 per kg dan di penggilingan 11,21 persen menjadi Rp3.854,53 per kg. Sedangkan harga gabah kualitas GKG di petani turun 6,08 persen menjadi Rp4.437,56 per kg dan di penggilingan 6,01 persen menjadi Rp4.521,63 per kg. Sementara itu, harga gabah kualitas rendah di petani juga turun 2,79 persen menjadi Rp3.378,06 per kg dan di penggilingan 2,85 persen menjadi Rp3.446,67 per kg. Dibandingkan Maret 2012, rata-rata harga seluruh kelompok kualitas gabah di petani dan penggilingan selama Maret 2013 mengalami peningkatan. Gabah kualitas GKP, GKG, dan kualitas rendah di petani masing-masing naik sebesar 4,47 persen, 3,94 persen, dan 6,99 persen. Sedangkan di penggilingan masing-masing naik sebesar 4,39 persen, 3,69 persen, dan 6,96 persen. Selama Maret 2012-Maret 2013, rata-rata harga tertinggi gabah kualitas GKP di petani Rp4.333,19 per kg di Januari 2013 dan terendah Rp3.621,41 per kg di Maret 2012 Upah nominal harian buruh tani nasional pada Maret 2013 naik sebesar 0,34 persen dibanding upah buruh tani Februari 2013, yaitu dari Rp41.219,00 menjadi Rp41.361,00 per hari, sedangkan secara riil mengalami penurunan sebesar 0,42 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Maret 2013 naik 0,12 persen dibanding upah Februari 2013, yaitu dari Rp72.374,00 menjadi Rp72.462,00 per hari. Secara riil turun sebesar 0,51 persen. Rata-rata upah nominal per bulan buruh seluruh industri pada triwulan II-2012 meningkat sebesar Rp65.200,00 atau 4,47 persen dibanding triwulan sebelumnya. Sementara itu, pada triwulan III-2012 mengalami penurunan sebesar Rp32.100,00 atau 2,10 persen. Secara riil meningkat 3,53 persen dari triwulan I-2012 ke triwulan II-2012, kemudian turun 3,72 persen pada triwulan III-2012"
Download PDFPada February 2013, Jumlah Wisman Naik 14.50 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya
2013-04-01
"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Februari 2013 mencapai 678,4 ribu kunjungan atau naik 14,50 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Februari 2012, yang sebanyak 592,5 ribu kunjungan. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Januari 2013, jumlah kunjungan wisman Februari 2013 naik sebesar 10,43 persen. Jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Februari 2013 naik 13,30 persen dibandingkan Februari 2012, yaitu dari 209,2 ribu kunjungan menjadi 237,0 ribu kunjungan. Jika dibanding Januari 2013, jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai juga naik sebesar 3,23 persen. Secara kumulatif (Januari-Februari) 2013, jumlah kunjungan wisman mencapai 1,29 jutakunjungan atau naik3,82 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 1,25 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 23 provinsi pada Februari 2013 mencapai rata-rata 49,18 persen, atau turun 1,64 poin dibandingkan dengan TPK Februari 2012, yang tercatat sebesar 50,82 persen. Sementara itu, bila dibanding Januari 2013, TPK hotel berbintang pada Februari 2013 mengalami kenaikan 2,67 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 23 provinsi selama Februari 2013 tercatat sebesar 1,91 hari, turun 0,14 hari dibanding keadaan Februari 2012. Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Februari 2013 sebanyak 4,1 juta orang atau turun 11,90 persen dibanding Januari 2013. Demikian pula jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 2,39 persen menjadi 950,3 ribu orang. Selama Januari-Februari 2013 jumlah penumpang domestik mencapai 8,7 juta orang atau naik 3,23 persen dan jumlah penumpang internasional mencapai 1,9 juta orang atau naik 5,53 persen dibanding periode yang sama tahun 2012. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Februari 2013 tercatat 560,3 ribu orang atau turun1,58 persen dibanding Januari 2013. Pada saat yang sama jumlah barang yang diangkut turun0,84 persen menjadi 16,2 juta ton. Selama Januari-Februari 2013 jumlah penumpang mencapai 1,1 juta orang atau naik4,22 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2012 namun jumlah barang yang diangkut turun2,36 persen atau mencapai 32,6 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Februari 2013sebanyak 14,6 juta orang atau turun 2,05 persen dibanding Januari 2013. Demikian juga jumlah barang yang diangkut kereta api turun 11,61 persen menjadi 1,9 juta ton. Selama Januari-Februari 2013 jumlah penumpang mencapai 29,5 juta orang atau turun 7,17 persen dibanding periode yang sama tahun 2012. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut kereta api naik 11,39 persen menjadi 4,1 juta ton."
Download PDFFebruari 2013, Ekspor Indonesia Turun 2.51 Persen dan Impor Turun 0.86 Persen
2013-04-01
"Nilai ekspor Indonesia Februari 2013 mencapai US$14,99 miliar atau mengalami penurunan sebesar 2,51 persen dibanding ekspor Januari 2013. Sementara bila dibanding Februari 2012 mengalami penurunan sebesar 4,50 persen. Ekspor nonmigas Februari 2013 mencapai US$12,45 miliar, turun2,14 persen dibanding Januari 2013, sementara bila dibanding ekspor Februari 2012naik 0,89 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Februari 2013 mencapai US$30,36 miliar atau menurun2,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, sementara ekspor nonmigas mencapai US$25,17 miliar atau meningkat 1,63 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Februari 2013 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$286,9juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi padamesin/peralatan listrik sebesar US$123,1 juta. Ekspor nonmigas ke Cina Februari 2013 mencapai angka terbesar, yaitu US$1,81 miliar, disusul Jepang US$1,37 miliar, dan Amerika Serikat US$1,16 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,89 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,39 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Februari 2013naik sebesar 2,49 persendibanding periode yang sama tahun 2012, sedangkan ekspor hasilpertanian turun1,69 persen,dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun sebesar 0,99 persen. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari-Desember 2012 berasal dari Kalimantan Timur dengan nilai US$33,87 miliar (17,82 persen), diikuti Jawa Barat sebesar US$27,46 miliar (14,45 persen), dan Riau sebesar U$27,28 miliar (14,35 persen). Nilai impor Indonesia Februari 2013 sebesar US$15,32 miliar atau turun 0,86 persen dibanding impor Januari 2013 yang besarnya US$15,45 miliar, sedangkan jika dibanding impor Februari 2012 (US$14,87 miliar) naik 3,03 persen. Sementara itu, selama Januari-Februari 2013 nilai impor mencapai US$30,77 miliar atau meningkat 4,57 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$29,42 miliar). Impor nonmigas Februari 2013 sebesar US$11,67 miliar atau naik US$0,19miliar (1,63 persen) dibanding impor nonmigas Januari 2013 (US$11,48 miliar), sedangkan impor nonmigas selama Januari-Februari 2013 mencapai US$23,16 miliar atau naik 1,07 persen dibanding impor nonmigas periode yang sama tahun 2012 (US$22,91 miliar). Impor migas Februari 2013 sebesar US$3,65 miliar atau turun US$0,32 miliar (8,09 persen) dibanding impor migas Januari 2013 (US$3,97 miliar), sedangkan impor migas selama Januari-Februari 2013 mencapai US$7,61 miliar atau naik 16,88 persen dibanding impor migas periode yang sama tahun sebelumnya (US$6,51 miliar). Nilai impor nonmigas terbesar Februari 2013 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,22 miliar. Nilai ini naik1,94 persen (US$0,04 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2013 (US$2,18 miliar). Sementara itu, impor golongan barang tersebut selama Januari-Februari 2013 mencapai US$4,40 miliar atau turun0,24persen (US$0,01 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama tahun sebelumnya (US$4,41 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Februari 2013 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$4,53 miliar dengan pangsa 19,57 persen, diikuti Jepang US$3,09 miliar (13,36 persen), dan Thailand US$1,80 miliar (7,77 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 21,74 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 10,55 persen. Nilai impor golongan barang konsumsi dan barang modal selama Januari-Februari 2013mengalami penurunan dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 16,02 persen dan 12,82 persen. Sebaliknya, impor bahan baku/penolong meningkat 11,68 persen."
Download PDFPada Maret 2013 Terjadi Inflasi Sebesar 0,63 Persen
2013-04-01
"Pada Maret 2013 terjadi inflasi sebesar 0,63 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 138,78. Dari 66 kota IHK, tercatat 58 kota mengalami inflasi dan 8 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sorong 1,73 persen dengan IHK 156,31 dan terendah terjadi di Pekanbaru 0,04 persen dengan IHK 137,18. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Jayapura 2,63 persen dengan IHK 133,82 dan terendah terjadi di Dumai 0,01 persen dengan IHK 140,61. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 2,04 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,40 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,21 persen; kelompok kesehatan 0,24 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,12 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,19 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok sandang 0,70 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Maret) 2013 sebesar 2,43 persen, dan tingkat inflasi year on year (Maret 2013 terhadap Maret 2012) sebesar 5,90 persen. Komponen inti pada Maret 2013 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Maret) 2013 sebesar 0,79 persen, dan tingkat inflasi komponen inti year on year (Maret 2013 terhadap Maret 2012) sebesar 4,21 persen"
Download PDFJanuari 2013, Ekspor Indonesia Turun 0.11 Persen dan Impor Turun 0.22 Persen
2013-03-01
"Nilai ekspor Indonesia Januari 2013 mencapai US$15,38 miliar atau mengalami penurunan sebesar 0,11 persen dibanding ekspor Desember 2012. Sementara bila dibanding Januari 2012 mengalami penurunan sebesar 1,24 persen. Ekspor nonmigas Januari 2013 mencapai US$12,76 miliar, naik 2,69 persen dibanding Desember 2012, demikian juga bila dibanding ekspor Januari 2012 naik 2,69 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Januari 2013 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$311,7 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$141,8 juta. Ekspor nonmigas ke Cina Januari 2013 mencapai angka terbesar, yaitu US$1,49 miliar, disusul Jepang US$1,40 miliar, dan India US$1,32 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,94 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,45 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri Januari 2013 naik sebesar 4,18 persen dibanding bulan yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 7,29 persen, sedangkan ekspor hasil tambang dan lainnya turun sebesar 3,25 persen. Nilai impor Indonesia Januari 2013 sebesar US$15,55 miliar atau turun 0,22 persen (US$0,03 miliar) dibanding impor Desember 2012 yang besarnya US$15,58 miliar. Dan jika dibanding impor Januari 2012 (US$14,55 miliar) naik 6,82 persen. Impor nonmigas Januari 2013 sebesar US$11,51 miliar atau turun US$0,37 miliar (3,11 persen) dibanding Desember 2012 (US$11,88 miliar). Demikian halnya apabila dibandingkan impor Januari 2012 (US$11,54 miliar), maka terjadi penurunan US$0,03 miliar atau 0,24 persen. Impor migas Januari 2013 sebesar US$4,04 miliar atau naik US$0,33 miliar (9,04 persen) dibanding Desember 2012 (US$3,71 miliar), sedangkan dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya (US$3,02 miliar) terjadi peningkatan US$1,02 miliar atau naik 33,82 persen. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2013 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,18 miliar atau turun 2,27 persen (US$0,05 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2012 (US$2,23 miliar). Sementara itu, dibanding Januari 2012 (US$2,30 miliar), maka impor golongan barang tersebut turun US$0,12 miliar atau 5,40 persen Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari 2013 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$2,39 miliar dengan pangsa 20,74 persen, diikuti Jepang US$1,42 miliar (12,33 persen), dan Singapura US$0,84 miliar (7,33 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20,99 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 10,67 persen. Nilai impor golongan bahan baku/penolong selama Januari 2013 mengalami peningkatan 14,68 persen dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk golongan barang konsumsi dan barang modal mengalami penurunan masing-masing sebesar 16,44 persen dan 12,10 persen."
Download PDFFebruari 2013, Harga Grosir Naik 0.65 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya
2013-03-01
"Pada Februari 2013 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,65 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Kelompok Barang Ekspor Nonmigas sebesar 1,19 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Februari 2013 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,21 persen, 0,57 persen, dan 0,34 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Februari 2013 naik sebesar 0,23 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan bahan bangunan dari kayu 0,54 persen, barang-barang lainnya dari bahan bukan logam 0,45 persen, barang-barang dari besi dan baja dasar 0,44 persen, barang galian segala jenis 0,21 persen, dan aspal 0,10 persen."
Download PDFProduksi Padi Tahun 2012 (Angka Sementara) diperkirakan Naik 5.00 Persen
2013-03-01
"Produksi padi tahun 2012 (ASEM) sebesar 69,05 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau mengalami kenaikan sebesar 3,29 juta ton (5,00 persen) dibanding tahun 2011. Kenaikan produksi tersebut terjadi di Jawa sebesar 2,12 juta ton dan di luar Jawa sebesar 1,17 juta ton. Kenaikan produksi terjadi karena peningkatan luas panen seluas 239,80 ribu hektar (1,82 persen) dan kenaikan produktivitas sebesar 1,56 kuintal/hektar (3,13 persen). Kenaikan produksi padi tahun 2012 sebesar 3,29 juta ton (5,00 persen) terjadi pada subround Januari−April dan subround Mei−Agustus masing-masing sebesar 1,50 juta ton (4,91 persen) dan 2,45 juta ton (11,62 persen). Sementara pada subround September−Desember, produksi mengalami penurunan sebesar 0,67 juta ton (4,74 persen) dibanding produksi pada subround yang sama tahun 2011 (year-on-year). Kenaikan produksi padi tahun 2012 sebesar 3,29 juta ton (5,00 persen) terjadi pada subround Januari−April dan subround Mei−Agustus masing-masing sebesar 1,50 juta ton (4,91 persen) dan 2,45 juta ton (11,62 persen). Sementara pada subround September−Desember, produksi mengalami penurunan sebesar 0,67 juta ton (4,74 persen) dibanding produksi pada subround yang sama tahun 2011 (year-on-year). Produksi kedelai tahun 2012 (ASEM) sebesar 851,65 ribu ton biji kering atau mengalami kenaikan sebesar 0,36 ribu ton (0,04 persen) dibanding tahun 2011. Kenaikan produksi tersebut terjadi di Jawa sebesar 29,52 ribu ton, sedangkan di luar Jawa produksi mengalami penurunan sebesar 29,16 ribu ton. Kenaikan produksi kedelai terjadi karena peningkatan produktivitas sebesar 1,32 kuintal/hektar meskipun luas panen mengalami penurunan seluas 54,38 ribu hektar (8,74 persen)."
Download PDF