Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Jumlah Wisman Pada Januari 2011 Naik 11,14 Persen  dan Penumpang Angkutan Udara Domestik Pada Januari 2011 Turun 6,88 Persen

Jumlah Wisman Pada Januari 2011 Naik 11,14 Persen dan Penumpang Angkutan Udara Domestik Pada Januari 2011 Turun 6,88 Persen

2011-03-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Januari 2011 mencapai 548,8 ribu orang atau naik 11,14 persen dibanding jumlah wisman Januari 2010 yang sebanyak 493,8 ribu orang. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Desember 2010, jumlah wisman Januari 2011 turun 14,81 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Januari 2011 naik 16,81 persen dibanding Januari 2010, yaitu dari 178,4 ribu orang menjadi 208,3 ribu orang pada Januari 2011. Namun, jika dibanding Desember 2010, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 6,36 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Januari 2011 mencapai rata-rata 50,47 persen, atau naik 4,35 poin dibanding TPK Januari 2010 sebesar 46,12 persen. Namun bila dibanding TPK hotel Desember 2010, TPK hotel berbintang pada Januari 2011 mengalami penurunan 3,18 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Januari 2011 adalah 2,13 hari, naik 0,06 hari dibanding keadaan Januari 2010 pada 20 DTW yang sama. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Januari 2011 mencapai 4,2 juta orang atau turun 6,88 persen dibanding bulan Desember 2010. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 8,05 persen menjadi 806,9 ribu orang. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan Januari 2011 tercatat 644,4 ribu orang atau naik 10,97 persen dibanding bulan Desember 2010, sebaliknya jumlah barang yang diangkut turun 0,90 persen menjadi 14,5 juta ton. Jumlah penumpang kereta api pada bulan Januari 2011 tercatat 16,9 juta orang atau turun 4,75 persen dibanding bulan Desember 2010. Sebaliknya jumlah barang yang diangkut kereta api naik 3,93 persen menjadi 1,6 juta ton.

Download PDF
Ekspor Indonesia  Januari 2011 Turun 14,11 Persen dan Impor Januari 2011 Turun 4,55 Persen

Ekspor Indonesia Januari 2011 Turun 14,11 Persen dan Impor Januari 2011 Turun 4,55 Persen

2011-03-01

Nilai ekspor Indonesia Januari 2011 mencapai US$14,45 miliar atau mengalami penurunan sebesar 14,11 persen dibanding ekspor Desember 2010. Sementara bila dibanding Januari 2010 mengalami peningkatan sebesar 24,65 persen. Ekspor nonmigas Januari 2011 mencapai US$11,94 miliar, turun 12,04 persen dibanding Desember 2010, sedangkan dibanding ekspor Januari 2010 meningkat 29,03 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Januari 2011 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$600,0 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada karet dan barang dari karet sebesar US$148,7 juta. Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat Januari 2011 mencapai angka terbesar, yaitu US$1,26 miliar, disusul Jepang US$1,21 miliar dan Cina US$1,15 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 30,31 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,76 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri Januari 2011 naik sebesar 38,37 persen dibanding bulan yang sama tahun 2010, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 6,03 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 4,06 persen. Nilai impor Indonesia Januari 2011 sebesar US$12,55 miliar atau turun 4,55 persen dibanding impor Desember 2010 yang besarnya US$13,15 miliar, sedangkan jika dibanding impor Januari 2010 (US$9,49 miliar) naik 32,22 persen. Impor nonmigas Januari 2011 sebesar US$9,58 miliar atau turun US$0,93 miliar (8,82 persen) dibanding impor nonmigas Desember 2010 (US$10,50 miliar). Sebaliknya terjadi peningkatan jika dibanding Januari 2010 (US$7,55 miliar) yaitu sebesar US$2,02 miliar atau 26,79 persen. Impor migas Januari 2011 sebesar US$2,97 miliar atau naik US$0,33 miliar (12,44 persen) dibanding impor migas Desember 2010 (US$2,64 miliar), sedangkan jika dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya (US$1,94 miliar) terjadi peningkatan US$1,03 miliar atau 53,43 persen. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2011 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$1,72 miliar. Nilai ini turun 7,68 persen (US$143,1 juta) dibanding impor golongan barang yang sama Desember 2010 (US$1,86 miliar). Sementara itu, impor golongan barang tersebut meningkat US$276,0 juta (20,78 persen) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2010 (US$1,42 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari 2011 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$1,82 miliar dengan pangsa 18,95 persen, diikuti Jepang US$1,38 miliar (14,40 persen) dan Singapura US$0,82 miliar (8,55 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,42 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 8,70 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari 2011 dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 64,77 persen, bahan baku/penolong sebesar 33,68 persen, dan barang modal sebesar 15,36 persen.

Download PDF
Pada Februari 2011 Terjadi Inflasi Sebesar 0,13 Persen

Pada Februari 2011 Terjadi Inflasi Sebesar 0,13 Persen

2011-03-01

Pada bulan Februari 2011 terjadi inflasi sebesar 0,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 126,46. Dari 66 kota IHK, 40 kota mengalami inflasi dan 26 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang 1,75 persen dengan IHK 130,14 dan terendah terjadi di Sukabumi 0,01 persen dengan IHK 125,28. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sumenep 0,80 persen dengan IHK 122,05 dan terendah terjadi di Denpasar 0,01 persen dengan IHK 127,03. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,47 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,40 persen; kelompok kesehatan 0,69 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,13 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,15 persen. Sedangkan deflasi terjadi pada kelompok bahan makanan 0,33 persen dan kelompok sandang 0,08 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2011 sebesar 1,03 persen dan laju inflasi year on year (Februari 2011 terhadap Februari 2010) sebesar 6,84 persen. Komponen inti pada bulan Februari 2011 mengalami inflasi sebesar 0,31 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Februari) 2011 sebesar 0,81 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Februari 2011 terhadap Februari 2010) sebesar 4,36 persen.

Download PDF
NTP Februari 2011 Naik 0,31 Persen, Harga GKP Di Petani Turun 12,79 Persen Dan Upah Nominal Harian Buruh Tani Naik 0,31 Persen.

NTP Februari 2011 Naik 0,31 Persen, Harga GKP Di Petani Turun 12,79 Persen Dan Upah Nominal Harian Buruh Tani Naik 0,31 Persen.

2011-03-01

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Februari 2011 sebesar 103,33 atau naik 0,31 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan, Subsektor Hortikultura, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, dan Subsektor Perikanan masing-masing sebesar 0,33 persen; 0,05 persen; 1,10 persen; dan 0,04 persen. Pada Februari 2011, NTP Provinsi Bali mengalami kenaikan tertinggi (1,34 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kalimantan Selatan terjadi penurunan terbesar (0,70 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Februari 2011, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,14 persen terutama dipicu oleh naiknya indeks Subkelompok Perumahan. Selama Februari 2011 ada 1.067 transaksi penjualan gabah di 18 provinsi yang terbanyak transaksi Gabah Kering Panen (GKP) 63,07 persen, gabah kualitas rendah 31,78 persen, dan Gabah Kering Giling (GKG) 5,15 persen. Di petani, harga gabah tertinggi Rp7.000,00 per kg pada gabah kualitas GKP varietas Gadabung, Siam Unus, Ciherang, dan Palui hanya terjadi di Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah) dan Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Kalimantan Tengah). Harga gabah terendah Rp2.000,00 per kg pada gabah kualitas rendah varietas IR-64 hanya terjadi di Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak (Jawa Tengah). Di penggilingan, harga gabah tertinggi Rp7.150,00 per kg pada gabah kualitas GKP varietas Siam Unus, Ciherang, dan Palui di Kabupaten Barito Selatan (Kalimantan Tengah). Harga gabah terendah Rp2.020,00 per kg pada gabah kualitas rendah varietas IR-64 di Kabupaten Demak (Jawa Tengah) Dibandingkan dengan rata-rata harga gabah bulan sebelumnya, rata-rata harga gabah kualitas GKP masing-masing turun 12,79 persen menjadi Rp3.416,71 per kg di petani dan Rp3.480,51 per kg di penggilingan. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani turun 5,48 persen menjadi Rp3.967,85 per kg dan di penggilingan turun 5,66 persen menjadi Rp4.029,75 per kg. Sementara itu, rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani turun 18,02 persen menjadi Rp2.542,97 per kg. Upah nominal harian buruh tani Nasional pada Februari 2011 naik sebesar 0,31 persen dibanding upah buruh tani Januari 2011, yaitu dari Rp38.648,00 menjadi Rp38.769,00 per hari. Secara riil mengalami peningkatan sebesar 0,17 persen1). Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2011 naik 0,69 persen dibanding upah Januari 2011, yaitu dari Rp60.340,00 menjadi Rp60.758,00 per hari. Secara riil naik sebesar 0,56 persen

Download PDF
Kondisi Bisnis Dan Ekonomi Konsumen Pada Triwulan IV 2010 Meningkat

Kondisi Bisnis Dan Ekonomi Konsumen Pada Triwulan IV 2010 Meningkat

2011-02-07

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada Triwulan IV-2010 sebesar 106,63, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya, namun tingkat optimisme pelaku bisnis sedikit menurun dibandingkan Triwulan III-2010 (nilai ITB sebesar 107,29). Seluruh sektor ekonomi mengalami peningkatan kondisi bisnis kecuali Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan yang mengalami penurunan bisnis (nilai ITB sebesar 96,09). Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan mengalami peningkatan bisnis tertinggi (nilai ITB sebesar 110,00). Kondisi bisnis pada Triwulan IV-2010 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha, kapasitas produksi, dan rata-rata jam kerja. Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan mengalami peningkatan pendapatan usaha paling tinggi, dan terendah adalah Sektor Industri Pengolahan. Nilai ITB Triwulan I-2011 sebesar 106,56, berarti kondisi bisnis pada triwulan tersebut diperkirakan akan meningkat dibandingkan Triwulan IV-2010. Seluruh sektor ekonomi pada Triwulan I-2011 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis, dan Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di Jabodetabek pada triwulan IV-2010 sebesar 101,09, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Namun tingkat kepercayaan konsumen menurun dibandingkan dengan Triwulan III-2010 (nilai ITK sebesar 110,67). Kondisi ekonomi konsumen membaik terutama didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga. Sedangkan tingkat kepercayaan konsumen yang menurun disebabkan oleh pengaruh inflasi yang cukup tinggi terhadap konsumsi makanan sehari-hari sehingga tingkat konsumsi makanan sehari-hari pada triwulan IV-2010 lebih rendah dari triwulan sebelumnya. Nilai ITK di Jabodetabek pada triwulan I-2011 diperkirakan sebesar 106,49, artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan triwulan IV-2010 (nilai ITK sebesar 101,09).

Download PDF
Pertumbuhan PDB Tahun 2010 Mencapai 6,1 Persen

Pertumbuhan PDB Tahun 2010 Mencapai 6,1 Persen

2011-02-07

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2010 meningkat sebesar 6,1 persen terhadap tahun 2009, terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 13,5 persen dan terendah di Sektor Pertanian 2,9 persen. Sementara pertumbuhan PDB tanpa migas tahun 2010 mencapai 6,6 persen. Besaran PDB Indonesia tahun 2010 atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.422,9 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.310,7 triliun. Secara triwulanan, PDB Indonesia Triwulan IV-2010 dibandingkan dengan Triwulan III-2010 (q-to-q) menurun sebesar 1,4 persen, tapi bila dibandingkan dengan Triwulan IV-2009 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,9 persen. Pertumbuhan ekonomi tahun 2010 menurut sisi penggunaan terjadi pada komponen ekspor sebesar 14,9 persen, diikuti pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 8,5 persen, pengeluaran konsumsi rumah tangga 4,6 persen, dan pengeluaran konsumsi pemerintah 0,3 persen. Sedangkan komponen impor sebagai faktor pengurang mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu sebesar 17,3 persen. Pada tahun 2010, PDB digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga sebesar 56,7 persen, konsumsi pemerintah 9,1 persen, pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik 32,2 persen, dan ekspor 24,6 persen. Sedangkan untuk penyediaan dari impor sebesar 23,0 persen. PDB per kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2010 mencapai Rp27,0 juta (US$3.004,9), sementara tahun 2009 sebesar Rp23,9 juta (US$2.349,6). 57,8 persen dari PDB Triwulan IV-2010 masih merupakan kontribusi Pulau Jawa, dengan urutan tiga provinsi terbesarnya adalah: DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat. Secara kuantitatif, kegiatan-kegiatan di sektor sekunder dan tersier masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sedangkan kegiatan sektor primernya lebih diperankan oleh luar Jawa.

Download PDF
Januari 2011 Harga Grosir Naik 0,93 %

Januari 2011 Harga Grosir Naik 0,93 %

2011-02-01

Pada bulan Januari 2011 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,93 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,80 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada bulan Januari 2011 naik masing-masing 0,94 persen, 1,25 persen , dan 0,23 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Januari 2011 naik sebesar 0,53 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga kayu gelondongan 0,84 persen, barang galian segala jenis 0,23 persen, barang-barang dari karet 1,76 persen, dan barang-barang dari besi dan bajadasar 1,10 persen. Sedangkan yang mengalami penurunan harga hanya mesin pembangkit dan motor listrik 0,28 persen.

Download PDF
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV Tahun 2010 Naik Sebesar 5,41%

Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Triwulan IV Tahun 2010 Naik Sebesar 5,41%

2011-02-01

"Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang triwulan IV tahun 2010 naik sebesar 5,41 persen (y-on-y) dari triwulan IV tahun 2009. Selama tiga tahun terakhir,terjadi kenaikan pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV.Pada triwulan IV tahun 2009 pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang naik 4,46 persen dari triwulan IV tahun 2008, dan pertumbuhan triwulan IV tahun 2008 naik 1,51 persen dari triwulan IV tahun 2007. Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang Tahunan pada tahun 2010 naik sebesar 4,41 persen dari tahun 2009. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri kendaraan bermotor (19,59persen), industri alat angkutan selain kendaraan bermotor roda empat atau lebih (15,36 persen), dan industri kulit dan barang dari kulit dan alas kaki (10,22 persen). Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang triwulan IV tahun 2010 naik sebesar 2,65 persen (q-to-q) dari triwulan III tahun 2010. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan III tahun 2010 naik sebesar 2,13 persen dari triwulan II tahun 2010, pertumbuhan triwulan II tahun 2010 naik sebesar 2,42 persen dari triwulan I tahun 2010, dan pertumbuhan triwulan I turun sebesar 1,83 persen dari triwulan IV tahun 2009. Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang selama triwulan IV tahun 2010 mengalami kenaikan pada bulan Oktober dan Desember 2010, sedangkan pada bulan November mengalami penurunan. Pertumbuhan bulan Oktober 2010 naik 7,00 persen (m-to-m) dari bulan September 2010, pertumbuhan bulan November 2010 turun sebesar0,72 persen dari bulan Oktober 2010, dan pertumbuhan bulan Desember 2010 naik1,33 persen dari bulan November 2010."

Download PDF
NTP Januari 2011 Sebesar 103,01 Atau Naik 0,25 %. Harga Gabah (GKP) Di Petani Naik 9,29 %

NTP Januari 2011 Sebesar 103,01 Atau Naik 0,25 %. Harga Gabah (GKP) Di Petani Naik 9,29 %

2011-02-01

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Januari 2011 sebesar 103,01 atau naik 0,25 persen dibanding NTP bulan sebelumnya, kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan, Subsektor Hortikultura, dan Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat masing-masing sebesar 0,41 persen, 0,79 persen, dan 0,38 persen. Pada Januari 2011, NTP Provinsi Sulawesi Utara mengalami kenaikan tertinggi (1,05 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Papua terjadi penurunan terbesar (0,93 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Januari 2011, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,98 persen terutama dipicu oleh naiknya indeks subkelompok bahan makanan. Selama Januari 2011 ada 679 transaksi penjualan gabah di 17 provinsi yang terbanyak transaksi gabah kering panen (GKP) 70,40 persen, gabah kualitas rendah 20,03 persen, dan gabah kering giling (GKG) 9,57 persen. Di petani, harga gabah tertinggi Rp7.000,00 per kg untuk gabah kualitas GKP varietas Siam Unus, Ciherang, dan Palui di Kabupaten Kapuas dan Barito Selatan (Kalimantan Tengah). Harga gabah terendah Rp2.400,00 per kg, untuk gabah kualitas rendah varietas Ciherang di Kabupaten Demak (Jawa Tengah) dan Kabupaten Lebak (Banten) Di penggilingan, harga gabah tertinggi Rp7.150,00 per kg untuk gabah kualitas GKP varietas Siam, Ciherang, dan Palui di Kabupaten Barito Selatan (Kalimantan Tengah). Harga gabah terendah Rp2.425,00 per kg untuk kualitas rendah varietas Ciherang di Kabupaten Demak (Jawa Tengah) Dibandingkan dengan rata-rata harga gabah bulan sebelumnya, rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani naik 9,29 persen menjadi Rp3.917,74 per kg dan di penggilingan naik 9,16 persen menjadi Rp3.990,95 per kg. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani naik 7,91 persen menjadi Rp4.197,98 per kg dan di penggilingan naik 7,96 persen menjadi Rp4.271,52 per kg. Sementara itu, rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani turun 3,07 persen menjadi Rp3.101,81 per kg.

Download PDF
Jumlah Wisman Pada Desember 2010  Naik 3,01 Persen dan Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik Pada Desember 2010  Naik 13,53 Persen

Jumlah Wisman Pada Desember 2010 Naik 3,01 Persen dan Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik Pada Desember 2010 Naik 13,53 Persen

2011-02-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Desember 2010 mencapai 644,2 ribu orang atau naik 3,01 persen dibanding jumlah wisman Desember 2009 yang sebanyak 625,4 ribu orang. Begitu pula, jika dibandingkan dengan November 2010, jumlah wisman Desember 2010 naik 11,43 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Desember 2010 naik 0,40 persen dibanding Desember 2009, yaitu dari 221,6 ribu orang menjadi 222,5 ribu orang pada Desember 2010. Sementara itu, jika dibanding November 2010, jumlah wisman ke Bali mengalami peningkatan sebesar 13,03 persen. Secara kumulatif (Januari-Desember) 2010, jumlah wisman mencapai 7.002,9 ribu orang atau naik 10,74 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2009 sebanyak 6.323,7 ribu orang. Total pengeluaran wisman di Indonesia (perkiraan devisa yang masuk) untuk tahun 2010 mencapai US$7,6 miliar atau naik 20,63 persen dibanding penerimaan devisa tahun 2009 sebesar US$6,3 miliar. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 17 provinsi pada Desember 2010 mencapai rata-rata 53,84 persen, atau naik 1,31 poin dibanding TPK Desember 2009 sebesar 52,53 persen. Demikian pula bila dibanding TPK hotel November 2010, TPK hotel berbintang pada Desember 2010 mengalami kenaikan 3,59 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 17 provinsi selama Desember 2010 adalah 1,99 hari, naik 0,03 hari dibanding keadaan Desember 2009. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Desember 2010 mencapai 4,5 juta orang atau naik 13,53 persen dibanding bulan November 2010. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 8,09 persen menjadi 877,5 ribu orang. Selama Januari-Desember 2010 jumlah penumpang domestik mencapai 43,8 juta orang atau naik 22,77 persen dan jumlah penumpang internasional mencapai 9,6 juta orang atau naik 20,74 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan Desember 2010 tercatat 580,7 ribu orang atau naik 3,42 persen dibanding bulan November 2010, sebaliknya jumlah barang yang diangkut turun 7,25 persen menjadi 9,4 juta ton. Selama Januari-Desember 2010 jumlah penumpang mencapai 7,1 juta orang atau naik 18,93 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2009, sebaliknya jumlah barang yang diangkut 109,3 juta ton atau turun 25,62 persen. Jumlah penumpang kereta api pada bulan Desember 2010 mencapai 17,7 juta orang atau naik 7,68 persen dibanding bulan November 2010. Demikian juga jumlah barang yang diangkut kereta api naik 0,33 persen menjadi 1,5 juta ton. Selama Januari-Desember 2010, jumlah penumpang mencapai 203,4 juta orang atau turun 1,75 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut kereta api naik 1,01 persen menjadi 19,1 juta ton.

Download PDF