Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Wisman Maret 2011 Naik 0,64%. Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik Naik 9,01%.
2011-05-02
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Maret 2011 mencapai 598,1 ribu orang atau naik tipis 0,64 persen dibanding jumlah wisman Maret 2010 yang sebanyak 594,2 ribu orang. Apabila dibandingkan dengan Februari 2011, jumlah wisman Maret 2011 naik 5,28 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Maret 2011 naik 5,97 persen dibanding Maret 2010, yaitu dari 191,1 ribu orang menjadi 202,5 ribu orang pada Maret 2011. Demikian pula, jika dibanding Februari 2011, jumlah wisman ke Bali mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,54 persen. Secara kumulatif (Januari−Maret) 2011, jumlah wisman mencapai 1,71 juta orang atau naik 6,44 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2010 sebanyak 1,61 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Maret 2011 mencapai rata-rata 51,95 persen, atau naik 2,09 poin dibanding TPK Maret 2010 sebesar 49,86 persen. Begitu pula jika dibanding TPK hotel Februari 2011, TPK hotel berbintang pada Maret 2011 mengalami kenaikan 0,61 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Maret 2011 adalah 2,11 hari, turun 0,06 hari dibanding keadaan Maret 2010. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Maret 2011 mencapai 4,2 juta orang atau naik 9,01 persen dibanding bulan Februari 2011. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 15,19 persen menjadi 890,9 ribu orang. Selama Januari−Maret 2011 jumlah penumpang domestik mencapai 12,1 juta orang atau naik 26,37 persen dan jumlah penumpang internasional mencapai 2,5 juta orang atau naik 15,66 persen dibanding periode yang sama tahun 2010. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan Maret 2011 tercatat 613,5 ribu orang atau naik 13,72 persen dibanding bulan Februari 2011 dan jumlah barang yang diangkut naik 16,34 persen menjadi 15,2 juta ton. Selama Januari−Maret 2011 jumlah penumpang mencapai 1,8 juta orang atau naik 21,35 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2010 dan jumlah barang yang diangkut 42,8 juta ton atau naik 2,76 persen. Jumlah penumpang kereta api pada bulan Maret 2011 sebanyak 17,0 juta orang atau naik 14,02 persen dibanding bulan Februari 2011. Demikian juga jumlah barang yang diangkut kereta api naik 25,71 persen menjadi 1,7 juta ton. Selama Januari−Maret 2011, jumlah penumpang sebanyak 48,8 juta orang atau turun 1,74 persen dibanding periode yang sama tahun 2010. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut kereta api naik 6,82 persen menjadi 4,6 juta ton.
Download PDFBulan Maret 2011, Ekspor Mencapai US$16,29 Miliar. Impor Sebesar US$14,48 Miliar.
2011-05-02
Nilai ekspor Indonesia Maret 2011 mencapai US$16,29 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 13,03 persen dibanding ekspor Februari 2011. Sementara bila dibanding Maret 2010 ekspor mengalami peningkatan sebesar 27,53 persen. Ekspor nonmigas Maret 2011 mencapai US$13,32 miliar, naik 12,88 persen dibanding Februari 2011, sedangkan dibanding ekspor Maret 2010 meningkat 25,62 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Maret 2011 mencapai US$45,31 miliar atau meningkat 27,51 persen dibanding periode yang sama tahun 2010, sementara ekspor nonmigas mencapai US$37,12 miliar atau meningkat 28,66 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Maret 2011 terjadi pada karet dan barang dari karet sebesar US$201,4 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$559,7 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Maret 2011 mencapai angka terbesar yaitu US$1,53 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,41 miliar dan Cina US$1,30 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 31,86 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,69 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Maret 2011 naik sebesar 34,34 persen dibanding periode yang sama tahun 2010, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 22,81 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 11,68 persen. Nilai impor Indonesia Maret 2011 sebesar US$14,48 miliar atau naik 23,23 persen dibanding impor Februari 2011 yang besarnya US$11,75 miliar, sedangkan jika dibanding impor Maret 2010 (US$10,97 miliar) naik 31,96 persen. Sementara itu, selama Januari-Maret 2011 nilai impor mencapai US$38,79 miliar atau meningkat 29,46 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$29,96 miliar). Impor nonmigas Maret 2011 sebesar US$11,60 miliar atau naik US$2,40 miliar (26,04 persen) dibanding impor nonmigas Februari 2011 (US$9,21 miliar), sedangkan impor nonmigas selama Januari-Maret 2011 mencapai US$30,39 miliar atau naik 28,10 persen dibanding impor nonmigas periode yang sama tahun 2010 (US$23,73 miliar). Impor migas Maret 2011 sebesar US$2,88 miliar atau naik US$0,34 miliar (13,06 persen) dibanding impor migas Februari 2011 (US$2,54 miliar), sedangkan impor migas selama Januari-Maret 2011 mencapai US$8,39 miliar atau naik 34,63 persen dibanding impor migas periode yang sama tahun sebelumnya (US$6,23 miliar). Nilai impor nonmigas terbesar Maret 2011 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$1,92 miliar. Nilai ini naik 19,32 persen (US$0,31 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Februari 2011 (US$1,61 miliar). Sementara itu, impor golongan barang tersebut selama Januari-Maret 2011 mencapai US$5,26 miliar atau meningkat 21,12 persen (US$0,92 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama tahun sebelumnya (US$4,34 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Maret 2011 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$5,30 miliar dengan pangsa 17,43 persen, diikuti Jepang US$4,42 miliar (14,53 persen) dan Thailand US$2,58 miliar (8,50 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 23,94 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 8,76 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari-Maret 2011 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 48,19 persen, bahan baku/penolong sebesar 31,32 persen, dan barang modal sebesar 15,77 persen.
Download PDFApril 2011 Deflasi 0,31%
2011-05-02
Pada bulan April 2011 terjadi deflasi sebesar 0,31 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 125,66. Dari 66 kota IHK, 57 kota mengalami deflasi dan 9 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Jambi 1,57 persen dengan IHK 126,85 dan terendah terjadi di Bandung, Bima dan Makassar masing-masing 0,02 persen dengan IHK masing-masing 120,58; 132,44 dan 126,40. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Ternate 0,52 persen dengan IHK 128,07 dan terendah terjadi di Palangkaraya 0,05 persen dengan IHK 129,13. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada kelompok bahan makanan 1,90 persen. Sedangkan inflasi terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,20 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,21 persen; kelompok sandang 0,75 persen; kelompok kesehatan 0,38 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,08 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,07 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-April) 2011 sebesar 0,39 persen dan laju inflasi year on year (April 2011 terhadap April 2010) sebesar 6,16 persen. Komponen inti pada bulan April 2011 mengalami inflasi sebesar 0,25 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-April) 2011 sebesar 1,31 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (April 2011 terhadap April 2010) sebesar 4,62 persen.
Download PDFMaret 2011 Harga Grosir Turun 0,06 %.
2011-04-01
Pada bulan Maret 2011 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas turun sebesar 0,06 persen terhadap bulan sebelumnya. Penurunan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,80 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada bulan Maret 2011 masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,03 persen; 0,10 persen; dan 0,15 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Maret 2011 naik sebesar 0,46 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga hasil kilang minyak 1,85 persen, barang-barang dari besi dan baja dasar 0,89 persen, bahan bangunan dari logam 0,59 persen, dan perlengkapan listrik lainnya 0,59 persen.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Maret 2011 Sebesar 103,32 Atau Turun 0,01 %
2011-04-01
Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Maret 2011 sebesar 103,32 atau turun 0,01 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan turunnya NTP Subsektor Tanaman Pangan, Subsektor Hortikultura, dan Subsektor Peternakan masing-masing sebesar 0,08 persen, 0,19 persen, dan 0,13 persen. Pada Maret 2011, NTP Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami kenaikan tertinggi (0,99 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya NTP Provinsi Riau terjadi penurunan terbesar (1,21 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Maret 2011, terjadi deflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,05 persen terutama dipicu oleh turunnya indeks subkelompok bahan makanan. Selama Maret 2011 terdapat 1.774 transaksi penjualan gabah di 18 provinsi yang terbanyak transaksi gabah kering panen (GKP) 69,95 persen, gabah kualitas rendah 27,34 persen, dan gabah kering giling (GKG) 2,71 persen. Di petani, harga gabah tertinggi Rp7.000,00 per kg pada gabah kualitas GKP varietas Siam Unus hanya terjadi di Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah). Harga gabah terendah Rp2.150,00 per kg pada gabah kualitas rendah varietas Ciherang hanya terjadi di Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang (Banten). Di penggilingan, harga gabah tertinggi Rp7.100,00 per kg pada gabah kualitas GKP varietas Siam Unus di Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah). Harga gabah terendah Rp2.250,00 per kg pada gabah kualitas rendah varietas IR-64 dan Towuti di Kabupaten Pasuruan (Jawa Timur) Dibandingkan dengan rata-rata harga gabah bulan sebelumnya, rata-rata harga gabah kualitas GKP turun masing-masing 10,77 persen menjadi Rp3.048,72 per kg di petani dan 10,76 persen menjadi Rp3.105,84 per kg di penggilingan. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani turun 2,02 persen menjadi Rp3.887,84 per kg dan di penggilingan turun 1,43 persen menjadi Rp3.972,17 per kg. Sementara itu, rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani naik 2,99 persen menjadi Rp2.619,09 per kg.
Download PDFWisman Februari 2011 Mencapai 568,1 Ribu Orang, Naik 8,59 %. Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik Februari 2011 Turun 8,26 %.
2011-04-01
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Februari 2011 mencapai 568,1 ribu orang atau naik 8,59 persen dibanding jumlah wisman Februari 2010 yang sebanyak 523,1 ribu orang. Begitu juga, jika dibandingkan dengan Januari 2011, jumlah wisman Februari 2011 naik 3,50 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Februari 2011 naik 5,28 persen dibanding Februari 2010, yaitu dari 191,4 ribu orang menjadi 201,5 ribu orang pada Februari 2011. Namun, jika dibanding Januari 2011, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 3,30 persen. Secara kumulatif (Januari-Februari) 2011, jumlah wisman mencapai 1,12 juta orang atau naik 9,83 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2010 sebanyak 1,02 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 20 provinsi pada Februari 2011 mencapai rata-rata 51,34 persen, atau naik 4,31 poin dibanding TPK Februari 2010 sebesar 47,03 persen. Begitu pula jika dibanding TPK hotel Januari 2011, TPK hotel berbintang pada Februari 2011 mengalami kenaikan 0,87 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 20 provinsi selama Februari 2011 adalah 2,04 hari, naik 0,01 hari dibanding keadaan Februari 2010. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Februari 2011 mencapai 3,8 juta orang atau turun 8,26 persen dibanding bulan Januari 2011. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 4,15 persen menjadi 773,4 ribu orang. Selama Januari-Februari 2011 jumlah penumpang domestik mencapai 8,0 juta orang atau naik 28,06 persen dan jumlah penumpang internasional mencapai 1,6 juta orang atau naik 15,44 persen dibanding periode yang sama tahun 2010. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan Februari 2011 tercatat 539,5 ribu orang atau turun 16,28 persen dibanding bulan Januari 2011 dan jumlah barang yang diangkut turun 9,68 persen menjadi 13,1 juta ton. Selama Januari-Februari 2011 jumlah penumpang mencapai 1,2 juta orang atau naik 21,24 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2010 dan jumlah barang yang diangkut 27,6 juta ton atau naik 0,52 persen. Jumlah penumpang kereta api pada bulan Februari 2011 sebanyak 14,9 juta orang atau turun 11,85 persen dibanding bulan Januari 2011. Demikian juga jumlah barang yang diangkut kereta api turun 16,19 persen menjadi 1,3 juta ton. Selama Januari-Februari 2011, jumlah penumpang sebanyak 31,8 juta orang atau turun 2,60 persen dibanding periode yang sama tahun 2010. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut kereta api naik 3,11 persen menjadi 2,9 juta ton.
Download PDFEkspor Februari 2011mencapai US$14,40 Miliar. Impor Februari 2011 Sebesar US$12,00 Miliar.
2011-04-01
Nilai ekspor Indonesia Februari 2011 mencapai US$14,40 miliar atau mengalami penurunan sebesar 1,42 persen dibanding ekspor Januari2011. Sementara bila dibanding Februari 2010 ekspor mengalami peningkatan sebesar 28,94 persen. Ekspor nonmigas Februari 2011 mencapai US$11,84 miliar, turun1,25 persen dibanding Januari2011, sedangkan dibanding ekspor Februari 2010 meningkat 31,69 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Februari 2011 mencapai US$29,00 miliar atau meningkat 27,42 persen dibanding periode yang sama tahun 2010, sementara ekspor nonmigas mencapai US$23,83 miliar atau meningkat 30,64 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Februari 2011 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$439,3 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$111,2 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Februari 2011 mencapai angka terbesar yaitu US$1,66 miliar, disusulAmerika Serikat US$1,25 miliar dan Cina US$1,18 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,57 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,49 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Februari2011 naik sebesar 36,11 persen dibanding periode yang sama tahun 2010, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 20,13 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 14,77 persen. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari-Desember 2010 berasal dari Kalimantan Timur dengan nilai US$25,27 miliar (16,02 persen), diikuti Jawa Barat sebesar US$24,69 miliar (15,65 persen) dan Riau sebesar U$16,56 miliar (10,50 persen). Nilai impor Indonesia Februari 2011 sebesar US$12,00 miliar atau turun 4,47 persen dibanding impor Januari 2011 yang besarnya US$12,56 miliar, sedangkan jika dibanding impor Februari 2010 (US$9,50 miliar) naik 26,31 persen. Sementara itu, selama Januari-Februari 2011 nilai impor mencapai US$24,56 miliar atau meningkat 29,32 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$18,99 miliar). Impor nonmigas Februari 2011 sebesar US$9,44 miliar atau turun US$0,15 miliar (1,56 persen) dibanding impor nonmigas Januari 2011 (US$9,59 miliar), sedangkan impor nonmigas selama Januari-Februari 2011 mencapai US$19,02 miliar atau naik 26,77 persen dibanding impor nonmigas periode yang sama tahun 2010 (US$15,01 miliar). Impor migas Februari 2011 sebesar US$2,56 miliar atau turun US$0,41 miliar (13,85 persen) dibanding impor migas Januari 2011 (US$2,97 miliar), sedangkan impor migas selama Januari-Februari 2011 mencapai US$5,53 miliar atau naik 38,91 persen dibanding impor migas periode yang sama tahun sebelumnya (US$3,98 miliar). Nilai impor nonmigas terbesar Februari 2011 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$1,61 miliar. Nilai ini turun 6,52 persen (US$0,11 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Januari 2011 (US$1,72 miliar). Sementara itu, impor golongan barang tersebut selama Januari-Februari 2011 mencapai US$3,34 miliar atau meningkat 18,87 persen (US$0,53 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama tahun sebelumnya (US$2,81 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Februari 2011 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$3,32 miliar dengan pangsa 17,47 persen, diikuti Jepang US$2,78 miliar (14,61 persen) dan Singapura US$1,68 miliar (8,81 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 23,21 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 8,65 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari-Februari 2011 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 47,81 persen, bahan baku/penolong sebesar 31,50 persen, dan barang modal sebesar 14,74 persen.
Download PDFMaret 2011 Deflasi 0,32 Persen.
2011-04-01
Pada bulan Maret 2011 terjadi deflasi sebesar 0,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 126,05. Dari 66 kota IHK, 52 kota mengalami deflasi dan 14 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Padang 2,59 persen dengan IHK 129,55 dan terendah terjadi di Jakarta, Bogor, Bandung, Sumenep dan Gorontalo masing–masing 0,01 persen dengan IHK masing-masing 123,75; 126,92; 120,60; 122,04 dan 127,14. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Palu 0,67 persen dengan IHK 131,90 dan terendah terjadi di Banjarmasin 0,01 persen dengan IHK 130,83. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada kelompok bahan makanan 1,94 persen. Sedangkan inflasi terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,32 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,29 persen; kelompok sandang 0,38 persen; kelompok kesehatan 0,38 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,17 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,08 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari–Maret) 2011 sebesar 0,70 persen dan laju inflasi year on year (Maret 2011 terhadap Maret 2010) sebesar 6,65 persen. Komponen inti pada bulan Maret 2011 mengalami inflasi sebesar 0,25 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Maret) 2011 sebesar 1,06 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Maret 2011 terhadap Maret 2010) sebesar 4,45 persen.
Download PDFFebruari 2011 Harga Grosir Naik 0,46 Persen
2011-03-01
Pada bulan Februari 2011 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,46 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Industri sebesar 0,65 persen. IHPB Bahan Baku dan Barang Konsumsi pada bulan Februari 2011 masing-masing naik sebesar 0,53 persen dan 0,43 persen, sedangkan IHPB Barang Modal mengalami penurunan sebesar 0,06 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Februari 2011 naik sebesar 0,77 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga kayu gelondongan 1,24 persen, barang-barang dari besi dan baja dasar 1,23 persen, bahan bangunan dari logam 1,61 persen, dan barang logam lainnya 0,92 persen.
Download PDFProduksi Padi Tahun 2011 (ARAM I) Diperkirakan Meningkat 1,35 Persen
2011-03-01
Produksi padi tahun 2010 (Angka Sementara) sebesar 66,41 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat sebanyak 2,01 juta ton (3,13 persen) dibandingkan tahun 2009. Produksi padi tahun 2011 (Angka Ramalan I) diperkirakan sebesar 67,31 juta ton GKG, meningkat sebanyak 895,86 ribu ton (1,35 persen) dibandingkan tahun 2010. Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 14,51 ribu hektar (0,11 persen) dan produktivitas sebesar 0,62 kuintal/hektar (1,24 persen). Produksi jagung tahun 2010 (Angka Sementara) sebesar 18,36 juta ton pipilan kering, meningkat sebanyak 734,68 ribu ton (4,17 persen) dibandingkan tahun 2009. Produksi jagung tahun 2011 (Angka Ramalan I) diperkirakan sebesar 17,93 juta ton pipilan kering, mengalami penurunan sebanyak 438,96 ribu ton (2,39 persen) dibandingkan tahun 2010. Penurunan produksi diperkirakan terjadi karena penurunan luas panen seluas 74,47 ribu hektar (1,80 persen) dan produktivitas sebesar 0,26 kuintal/hektar (0,59 persen). Produksi kedelai tahun 2010 (Angka Sementara) sebesar 908,11 ribu ton biji kering, menurun sebanyak 66,40 ribu ton (6,81 persen) dibandingkan tahun 2009. Produksi kedelai tahun 2011 (Angka Ramalan I) diperkirakan sebesar 934,00 ribu ton biji kering, meningkat sebanyak 25,89 ribu ton (2,85 persen) dibandingkan tahun 2010. Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 4,99 ribu hektar (0,75 persen) dan produktivitas sebesar 0,29 kuintal/hektar (2,11 persen).
Download PDF