Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Ekspor Desember 2010 Meningkat 7,36 Persen, Impor Desember 2010 Naik 0,63 Persen
2011-02-01
Nilai ekspor Indonesia Desember 2010 mencapai US$16,78 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 7,36 persen dibanding ekspor November 2010. Sementara bila dibanding Desember 2009 ekspor mengalami peningkatan sebesar 25,74 persen. Ekspor nonmigas Desember 2010 mencapai US$13,51 miliar, naik 5,42 persen dibanding November 2010, sedangkan dibanding ekspor Desember 2009 meningkat 24,58 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Desember 2010 mencapai US$157,73 miliar atau meningkat 35,38 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, sementara ekspor nonmigas mencapai US$129,68 miliar atau meningkat 33,02 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Desember 2010 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$232,3 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$215,2 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Desember 2010 mencapai angka terbesar yaitu US$1,72 miliar, disusul Cina US$1,70 miliar dan Amerika Serikat US$1,30 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,92 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,93 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Desember 2010 naik sebesar 33,47 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 14,90 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 35,34 persen. Nilai impor Indonesia Desember 2010 sebesar US$13,09 miliar atau naik 0,63 persen dibanding impor November 2010 yang besarnya US$13,01 miliar, sedangkan jika dibanding impor Desember 2009 (US$10,30 miliar) naik 27,08 persen. Sementara itu, selama Januari-Desember 2010 nilai impor mencapai US$135,61 miliar atau meningkat 40,05 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$96,83 miliar). Impor nonmigas Desember 2010 sebesar US$10,50 miliar atau naik US$0,44 miliar (4,33 persen) dibanding impor nonmigas November 2010 (US$10,06 miliar), sedangkan impor nonmigas selama Januari-Desember 2010 mencapai US$108,24 miliar atau naik 39,04 persen dibanding impor nonmigas periode yang sama tahun 2009 (US$77,85 miliar). Impor migas Desember 2010 sebesar US$2,59 miliar atau turun US$0,36 miliar (12,00 persen) dibanding impor migas November 2010 (US$2,95 miliar), sedangkan impor migas selama Januari-Desember 2010 mencapai US$27,36 miliar atau naik 44,16 persen dibanding impor migas periode yang sama tahun sebelumnya (US$18,98 miliar). Nilai impor nonmigas terbesar Desember 2010 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$1,86 miliar. Nilai ini naik 1,38 persen dibanding impor golongan barang yang sama November 2010 (US$1,84 miliar). Sementara itu, impor golongan barang tersebut selama Januari-Desember 2010 mencapai US$20,02 miliar atau meningkat 36,88 persen (US$5,40 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Januari-Desember 2009 (US$14,62 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Desember 2010 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$19,69 miliar dengan pangsa 18,19 persen, diikuti Jepang US$16,91 miliar (15,62 persen) dan Singapura US$10,05 miliar (9,29 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,03 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 9,02 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari-Desember 2010 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 47,98 persen, bahan baku/penolong sebesar 41,73 persen, dan barang modal sebesar 31,69 persen.
Download PDFPada Januari 2011 Inflasi Sebesar 0,89 Persen
2011-02-01
Pada bulan Januari 2011 terjadi inflasi sebesar 0,89 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 126,29. Dari 66 kota IHK, 62 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Padang 3,70 persen dengan IHK 132,42 dan terendah terjadi di Manokwari 0,07 persen dengan IHK 138,19. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sorong 1,07 persen dengan IHK 143,18 dan terendah terjadi di Ternate 0,32 persen dengan IHK 126,37. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 2,21 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,49 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,48 persen; kelompok sandang 0,15 persen; kelompok kesehatan 0,47 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,42 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,31 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari) 2011 sebesar 0,89 persen dan laju inflasi year on year (Januari 2011 terhadap Januari 2010) sebesar 7,02 persen. Komponen inti pada bulan Januari 2011 mengalami inflasi sebesar 0,49 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari) 2011 sebesar 0,49 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Januari 2011 terhadap Januari 2010) sebesar 4,18 persen.
Download PDFPenjelasan Data Kemiskinan
2011-01-27
Data Statistik Resmi (official statistics) adalah objektivitas universal. Seluruh dunia mengukur kinerja pembangunan dan eksistensi bangsanya melalui penggunaan indikator statistik yang memenuhi standar pengukuran yang disepakati secara internasional. Pekerjaan statistik selalu dikawal oleh Kode Etik Statistik PBB. Di Indonesia akhir-akhir ini, di sebagian kalangan, cenderung mispersepsi dalam memahami angka statistik. Terkait data statistik kemiskinan misalnya kekeliruan dimaksud melebar ke mana-mana. Disadari bahwa salah satu aspek penting untuk mendukung Strategi Penanggulangan Kemiskinan adalah tersedianya data kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran. Pengukuran kemiskinan yang dapat dipercaya dapat menjadi instrumen tangguh bagi pengambil kebijakan dalam memfokuskan perhatian pada kondisi hidup orang miskin. Data kemiskinan yang baik dapat digunakan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah terhadap kemiskinan, membandingkan kemiskinan antar waktu dan daerah, serta menentukan target penduduk miskin dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka. Secara umum kemiskinan didefinisikan sebagai kondisi dimana seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Definisi yang sangat luas ini menunjukkan bahwa kemiskinan merupakan masalah multi dimensional, sehingga tidak mudah untuk mengukur kemiskinan dan perlu kesepakatan pendekatan pengukuran yang dipakai. Untuk mengukur tingkat kemiskinan di Indonesia, BPS menyediakan 2 jenis data yaitu data kemiskinan makro dan mikro.
Download PDFDesember 2010 Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas Naik 0,68 Persen
2011-01-03
Pada bulan Desember 2010 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,68 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,30 persen. IHPB Bahan Baku, dan Barang Konsumsi pada bulan Desember 2010 naik masing-masing 0,68 persen, dan 0,79 persen. Sebaliknya IHPB Barang Modal mengalami penurunan indeks sebesar 0,04 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Desember 2010 naik sebesar 0,34 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga kaca lembaran, barang galian segala jenis, barang-barang dari karet, semen, dan aspal. Sedangkan yang mengalami penurunan harga antara lain mesin pembangkit dan motor listrik, batu split, dan barang-barang dari logam dasar bukan besi.
Download PDFNilai Tukar Petani Desember 2010 Turun 0,13 Persen, dan Harga Gabah di Petani Naik 6,53 Persen sedang Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Desember 2010 Naik 0,22 Persen
2011-01-03
Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Desember 2010 sebesar 102,75 atau turun 0,13 persen dibanding NTP bulan sebelumnya, penurunan NTP dikarenakan turunnya NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, Subsektor Peternakan dan Subsektor Perikanan masing-masing sebesar 0,08 persen, 1,40 persen dan 0,24 persen. Pada Desember 2010, NTP Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikan tertinggi (0,67 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya NTP Provinsi Maluku terjadi penurunan terbesar (1,01 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Desember 2010, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 1,17 persen terutama dipicu oleh naiknya indeks subkelompok bahan makanan. Selama Desember 2010 ada 712 transaksi penjualan gabah di 21 provinsi yang terbanyak transaksi gabah kering panen (GKP) 75,56 persen, gabah kualitas rendah 14,33 persen, dan gabah kering giling (GKG) 10,11 persen. Di petani, harga gabah tertinggi Rp7.500,00 per kg untuk gabah kualitas GKP varietas Siam Unus (di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah). Harga gabah terendah Rp2.200,00 per kg, untuk gabah kualitas GKP varietas Mikongga, Cibogo, Beliang, dan Jepang (di Kabupaten Toli-toli, Sulawesi Tengah) Di penggilingan, harga gabah tertinggi Rp7.600,00 per kg untuk gabah kualitas GKP varietas Siam Unus (di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah). Harga gabah terendah Rp2.283,00 per kg untuk kualitas GKP varietas Mikongga, Cibogo, Beliang, dan Jepang (di Kabupaten Toli-toli, Sulawesi Tengah) Dibandingkan dengan rata-rata harga gabah bulan sebelumnya, rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani naik 6,53 persen menjadi Rp3.584,85 per kg dan di penggilingan naik 6,68 persen menjadi Rp3.655,98 per kg. Sedangkan rata-rata harga gabah kualitas GKG di petani naik 2,86 persen menjadi Rp3.890,31 per kg dan di penggilingan naik 2,79 persen menjadi Rp3.956,49 per kg. Sementara itu, rata-rata harga gabah kualitas rendah di petani juga naik 9,14 persen menjadi Rp3.199,99 per kg. Upah nominal harian buruh tani Nasional pada Desember 2010 naik sebesar 0,22 persen dibanding upah buruh tani November 2010, yaitu dari Rp38.494,00 menjadi Rp38.577,00 per hari. Secara riil mengalami penurunan sebesar 0,94 persen1). Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Desember 2010 naik 0,04 persen dibanding upah November 2010, yaitu dari Rp60.190,00 menjadi Rp60.214,00 per hari. Secara riil turun sebesar 0,87 persen
Download PDFJumlah Wisman Yang Datang Ke Indonesia Pada November 2010 Naik 8,74 Persen, dan Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik Pada November 2010 Turun 6,69 Persen
2011-01-03
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada November 2010 mencapai 578,2 ribu orang atau naik 8,74 persen dibanding jumlah wisman November 2009 yang sebanyak 531,7 ribu orang. Sedangkan, jika dibandingkan dengan Oktober 2010, jumlah wisman November 2010 turun 2,78 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada November 2010 naik 6,63 persen dibanding November 2009, yaitu dari 184,6 ribu orang menjadi 196,9 ribu orang pada November 2010. Sementara itu, jika dibanding Oktober 2010, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 14,28 persen. Secara kumulatif (Januari-November) 2010, jumlah wisman mencapai 6,36 juta orang atau naik 11,59 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2009 sebanyak 5,70 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 17 provinsi pada November 2010 mencapai rata-rata 50,25 persen, atau naik 0,36 poin dibanding TPK November 2009 sebesar 49,89 persen. Namun bila dibanding TPK hotel oktober 2010, TPK hotel berbintang pada November 2010 mengalami penurunan 3,09 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 17 provinsi selama November 2010 adalah 1,91 hari, turun 0,08 hari dibanding keadaan November 2009. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan November 2010 mencapai 3,9 juta orang atau turun 6,69 persen dibanding bulan Oktober 2010. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 5,07 persen menjadi 811,8 ribu orang. Selama Januari-November 2010 jumlah penumpang domestik mencapai 39,3 juta orang atau naik 21,90 persen dan jumlah penumpang internasional mencapai 8,7 juta orang atau naik 21,76 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan November 2010 tercatat 561,5 ribu orang atau turun 8,86 persen dibanding bulan Oktober 2010 dan jumlah barang yang diangkut turun 2,09 persen menjadi 10,1 juta ton. Selama Januari-November 2010 jumlah penumpang mencapai 6,5 juta orang atau naik 19,16 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2009, sebaliknya jumlah barang yang diangkut 99,9 juta ton atau turun 27,22 persen. Jumlah penumpang kereta api pada bulan November 2010 mencapai 16,5 juta orang atau turun 2,60 persen dibanding bulan Oktober 2010. Demikian juga jumlah barang yang diangkut kereta api turun 10,63 persen menjadi 1,5 juta ton. Selama Januari-November 2010, jumlah penumpang mencapai 185,7 juta orang atau turun 1,99 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut kereta api naik 1,88 persen menjadi 17,6 juta ton.
Download PDFEkspor November 2010 Meningkat 6,52 Persen, Impor November 2010 Naik 7,85 Persen
2011-01-03
Nilai ekspor Indonesia November 2010 mencapai US$15,34 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 6,52 persen dibanding ekspor Oktober 2010. Sementara bila dibanding November 2009 ekspor mengalami peningkatan sebesar 42,34 persen. Ekspor nonmigas November 2010 mencapai US$12,59 miliar, naik 8,90 persen dibanding Oktober 2010, sedangkan dibanding ekspor November 2009 meningkat 49,16 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-November 2010 mencapai US$140,65 miliar atau meningkat 36,34 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, sementara ekspor nonmigas mencapai US$115,94 miliar atau meningkat 33,81 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar November 2010 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$889,2 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada mesin/peralatan listrik sebesar US$69,7 juta. Ekspor nonmigas ke Cina November 2010 mencapai angka terbesar yaitu US$1,76 miliar, disusul Jepang US$1,62 miliar dan Amerika Serikat US$1,12 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,78 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,54 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-November 2010 naik sebesar 34,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 15,55 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 35,57 persen. Nilai impor Indonesia November 2010 sebesar US$13,07 miliar atau naik 7,85 persen dibanding impor Oktober 2010 yang besarnya US$12,12 miliar, sedangkan jika dibanding impor November 2009 (US$8,81 miliar) naik 48,29 persen. Sementara itu, selama Januari-November 2010 nilai impor mencapai US$122,58 miliar atau meningkat 41,66 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$86,53 miliar). Impor nonmigas November 2010 sebesar US$10,12 miliar atau naik US$0,39 miliar (3,99 persen) dibanding impor nonmigas Oktober 2010 (US$9,74 miliar), sedangkan impor nonmigas selama Januari-November 2010 mencapai US$97,81 miliar atau naik 40,44 persen dibanding impor nonmigas periode yang sama tahun 2009 (US$69,64 miliar). Impor migas November 2010 sebesar US$2,95 miliar atau naik US$0,56 miliar (23,60 persen) dibanding impor migas Oktober 2010 (US$2,38 miliar), sedangkan impor migas selama Januari-November 2010 mencapai US$24,77 miliar atau naik 46,69 persen dibanding impor migas periode yang sama tahun sebelumnya (US$16,89 miliar). Nilai impor nonmigas terbesar November 2010 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$1,88 miliar. Nilai ini turun 1,97 persen dibanding impor golongan barang yang sama Oktober 2010 (US$1,92 miliar). Sementara itu, impor golongan barang tersebut selama Januari-November 2010 mencapai US$18,20 miliar atau meningkat 37,78 persen (US$4,99 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Januari-November 2009 (US$13,21 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-November 2010 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$17,70 miliar dengan pangsa 18,09 persen, diikuti Jepang US$15,36 miliar (15,70 persen) dan Singapura US$9,17 miliar (9,37 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,09 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 9,08 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari-November 2010 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 47,11 persen, bahan baku/penolong sebesar 43,00 persen, dan barang modal sebesar 35,20 persen.
Download PDFPada Desember 2010 Inflasi Sebesar 0,92 Persen
2011-01-03
Pada bulan Desember 2010 terjadi inflasi sebesar 0,92 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 125,17. Dari 66 kota IHK, 65 kota mengalami inflasi dan 1 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe 2,97 persen dengan IHK 128,44 dan terendah terjadi di Singkawang 0,11 persen dengan IHK 126,26. Sedangkan deflasi terjadi di Sorong 1,30 persen dengan IHK 144,73. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 2,81 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,36 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,21 persen; kelompok sandang 1,08 persen; kelompok kesehatan 0,16 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,25 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2010 dan laju inflasi year on year (Desember 2010 terhadap Desember 2009) masing-masing sebesar 6,96 persen. Komponen inti pada bulan Desember 2010 mengalami inflasi sebesar 0,38 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Desember) 2010 dan laju inflasi komponen inti year on year (Desember 2010 terhadap Desember 2009) sebesar 4,28 persen.
Download PDFPada November 2010 Harga Grosir Naik 0,36 %
2010-12-01
"Pada bulan November 2010 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,36 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,53 persen. IHPB Bahan Baku, dan Barang Konsumsi pada bulan November 2010 naik masing-masing 0,37 persen, dan 0,36 persen. Sebaliknya IHPB Barang Modal mengalami penurunan indeks sebesar 0,05 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada November 2010 naik sebesar 0,16 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga barang-barang dari karet, barang-barang lainnya dari bahan bukan logam, aspal, dan mesin pembangkit dan motor listrik. Sedangkan yang mengalami penurunan harga antara lain bahan bangunan dari logam dan bahan bangunan dari kayu."
Download PDFPada Agustus 2010 Tingkat Pengangguran Terbuka Sebesar 7,14 %
2010-12-01
Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2010 mencapai 116,5 juta orang, bertambah sekitar 530 ribu orang dibanding angkatan kerja Februari 2010 yang sebesar 116,0 juta orang atau bertambah 2,7 juta orang dibanding Agustus 2009 yang sebesar 113,8 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2010 mencapai 108,2 juta orang, bertambah sekitar 800 ribu orang dibanding keadaan pada Februari 2010 yang sebesar 107,4 juta orang atau bertambah 3,3 juta orang dibanding keadaan Agustus 2009 yang sebesar 104,9 juta orang. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2010 mencapai 7,14 persen, mengalami penurunan dibanding TPT Februari 2010 yang sebesar 7,41 persen dan TPT Agustus 2009 yang sebesar 7,87 persen. Setahun terakhir (Agustus 2009―Agustus 2010), hampir semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja, kecuali Sektor Pertanian dan Sektor Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi, masing-masing mengalami penurunan jumlah pekerja sekitar 117 ribu orang (0,28 persen) dan 500 ribu orang (8,16 persen). Sektor Pertanian, Perdagangan, Jasa Kemasyarakatan dan Sektor Industri secara berurutan menjadi penyumbang terbesar penyerapan tenaga kerja pada bulan Agustus 2010. Pada Agustus 2010, jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebesar 32,5 juta orang (30,05 persen), berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 21,7 juta orang (20,04 persen) dan berusaha sendiri sejumlah 21,0 juta orang (19,44 persen). Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2010, sebesar 74,9 juta orang (69,25 persen) bekerja diatas 35 jam per minggu, sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1,2 juta orang (1,11 persen). Pada Agustus 2010, pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap mendominasi yaitu sekitar 54,5 juta orang (50,38 persen), sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sekitar 3,0 juta orang (2,79 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 5,2 juta orang (4,85 persen).
Download PDF