Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Jumlah Wisatawan Mancanegara Pada April 2010 Turun 6,45 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya. Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik April 2010 Turun 1,52 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya.
2010-06-01
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada April 2010 mencapai 555,9 ribu orang atau naik 14,12 persen dibanding jumlah wisman April 2009 yang sebanyak 487,1 ribu orang. Sementara itu jika dibandingkan dengan Maret 2010, jumlah wisman April 2010 turun 6,45 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada April 2010 turun 2,10 persen dibanding April 2009. Begitu pula jika dibanding Maret 2010, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 3,61 persen, yaitu dari 191,1 ribu orang menjadi 184,2 ribu orang pada April 2010. Secara kumulatif (Januari-April) 2010, jumlah wisman mencapai 2,17 juta orang atau naik 14,47 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2009 sebanyak 1,89 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 17 provinsi pada April 2010 mencapai rata-rata 49,77 persen, atau naik 4,04 poin dibanding TPK April 2009 sebesar 45,73 persen. Namun bila dibanding TPK hotel Maret 2010, TPK hotel berbintang pada April 2010 turun 0,27 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 17 provinsi selama April 2010 adalah 2,00 hari turun 0,13 hari dibanding keadaan April 2009. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan April 2010 mencapai 3,3 juta orang atau turun 1,52 persen dibanding bulan Maret 2010. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 4,79 persen menjadi 730,9 ribu orang. Selama Januari-April 2010 jumlah penumpang domestik mencapai 12,9 juta orang atau naik 22,29 persen, dan jumlah penumpang internasional mencapai 2,9 juta orang atau naik 28,20 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan April 2010 tercatat 517,2 ribu orang atau naik 2,46 persen dibanding bulan Maret 2010 dan jumlah barang yang diangkut naik 5,78 persen menjadi 9,2 juta ton. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009, selama Januari-April 2010 jumlah penumpang mencapai 2,0 juta orang atau naik 10,12 persen, sebaliknya jumlah barang yang diangkut 34,6 juta ton atau turun 6,76 persen. Jumlah penumpang kereta api pada bulan April 2010 mencapai 16,8 juta orang, mengalami penurunan 0,94 persen dibanding bulan Maret 2010. Sebaliknya jumlah barang yang diangkut kereta api naik 0,27 persen menjadi 1,5 juta ton. Selama Januari-April 2010, jumlah penumpang mencapai 66,5 juta orang atau naik 1,08 persen, sebaliknya jumlah barang mencapai 5,8 juta ton atau turun 4,09 persen dibanding periode yang sama tahun 2009.
Download PDFNilai Ekspor Indonesia April 2010 Turun 5,66 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya
2010-06-01
Nilai ekspor Indonesia April 2010 mencapai US$12,05 miliar atau mengalami penurunan sebesar 5,66 persen dibanding ekspor Maret 2010. Sementara bila dibanding April 2009 mengalami peningkatan sebesar 42,56 persen. Ekspor nonmigas April 2010 mencapai US$9,85 miliar, turun 7,13 persen dibanding Maret 2010, sedangkan dibanding ekspor April 2009 meningkat 36,79 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-April 2010 mencapai US$47,59 miliar atau meningkat 51,16 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, sementara ekspor nonmigas mencapai US$38,70 miliar atau meningkat 43,87 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar April 2010 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$291,2 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bahan kimia organik sebesar US$59,3 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang April 2010 mencapai angka terbesar yaitu US$1,24 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,06 miliar dan Cina US$0,93 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,81 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,07 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-April 2010 naik sebesar 36,66 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 11,33 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 84,53 persen.
Download PDFInflasi Mei 2010 Sebesar 0,29 Persen
2010-06-01
Pada bulan Mei 2010 terjadi inflasi sebesar 0,29 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,71. Dari 66 kota, 58 kota mengalami inflasi dan 8 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Maumere 1,51 persen dengan IHK 130,75 dan terendah terjadi di Jambi 0,01 persen dengan IHK 119,33. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manokwari 1,61 persen dengan IHK 131,87 dan terendah terjadi di Banda Aceh dan Ambon masing-masing 0,07 persen dengan IHK masing-masing 117,36 dan 120,52. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 0,49 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,34 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,09 persen; kelompok sandang 1,19 persen; kelompok kesehatan 0,11 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,02 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Mei) 2010 sebesar 1,44 persen dan laju inflasi year on year (Mei 2010 terhadap Mei 2009) sebesar 4,16 persen. Komponen inti pada bulan Mei 2010 mengalami inflasi sebesar 0,25 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Mei) 2010 sebesar 1,23 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Mei 2010 terhadap Mei 2009) sebesar 3,81 persen.
Download PDFKeadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2010
2010-05-10
Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Februari 2010 mencapai 116 juta orang, bertambah 2,17 juta orang dibanding angkatan kerja Agustus 2009 yang sebesar 113,83 juta orang atau bertambah 2,26 juta orang dibanding Februari 2009 yang sebesar 113,74 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2010 mencapai 107,41 juta orang, bertambah 2,54 juta orang dibanding keadaan pada Agustus 2009 yang sebesar 104,87 juta orang atau bertambah 2,92 juta orang dibanding keadaan Februari 2009 yang sebesar 104,49 juta orang. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2010 mencapai 7,41 persen, mengalami penurunan dibanding TPT Agustus 2009 yang sebesar 7,87 persen dan TPT Februari 2009 yang sebesar 8,14 persen. Setahun terakhir (Februari 2009―Februari 2010) tidak semua sektor mengalami kenaikan jumlah pekerja. Penurunan jumlah pekerja terjadi di Sektor Pertanian sebesar 200 ribu orang (0,47 persen) dan Sektor Transportasi sebesar 130 ribu orang (2,19 persen). Pada Februari 2010, jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebanyak 30,72 juta orang (28,61 persen), berusaha dibantu buruh tidak tetap sebanyak 21,92 juta orang (20,41 persen) dan berusaha sendiri sejumlah 20,46 juta orang (19,05 persen). Berdasarkan jumlah jam kerja pada Februari 2010, sebanyak 74,60 juta orang (69,46 persen) bekerja diatas 35 jam perminggu, sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1,48 juta orang (1,38 persen). Pada Februari 2010, pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap tinggi yaitu sekitar 55,31 juta orang (51,50 persen), sedangkan pekerja dengan pendidikan Diploma sebesar 2,89 juta orang (2,69 persen) dan pekerja dengan pendidikan Sarjana hanya sebesar 4,94 juta orang (4,60 persen).
Download PDFIndeks Tendensi Bisnis (ITB) dan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan I-2010
2010-05-10
Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada Triwulan I-2010 sebesar 103,41, yang mengindikasikan adanya peningkatan kondisi bisnis pada triwulan tersebut, namun tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah dibandingkan Triwulan IV-2009 (nilai ITB sebesar 108,45). Sebagian besar sektor ekonomi mengalami peningkatan kondisi bisnis, dengan Sektor Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan mengalami peningkatan bisnis tertinggi (nilai ITB sebesar 112,07). Sektor ekonomi yang mengalami penurunan kondisi bisnis adalah Sektor Konstruksi dan Sektor Transportasi & Telekomunikasi. Peningkatan kondisi bisnis disebabkan oleh adanya peningkatan pendapatan usaha, kapasitas produksi dan rata-rata jam kerja. Sektor Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan mengalami peningkatan pendapatan usaha paling tinggi, sedangkan Sektor Konstruksi dan Sektor Transportasi & Telekomunikasi mengalami penurunan pendapatan usaha. Prospek Bisnis Triwulan II-2010 Nilai ITB Triwulan II-2010 sebesar 107,62, berarti kondisi bisnis pada triwulan tersebut diperkirakan akan meningkat dibandingkan Triwulan I-2010. Semua sektor ekonomi pada Triwulan II-2010 diperkirakan mengalami peningkatan nilai indeks kecuali Sektor Keuangan, Persewaan, & Jasa Perusahaan dan Sektor Jasa-jasa. Sektor Pertambangan dan Penggalian diperkirakan mengalami peningkatan bisnis tertinggi. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan I-2010 di Jabodetabek sebesar 102,58, artinya kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan I-2010 meningkat, namun tingkat kepercayaan konsumen menurun dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (ITK sebesar 104,76). Kondisi ekonomi konsumen membaik karena didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga dan rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari. Konsumsi rumah tangga yang mengalami peningkatan terjadi pada komoditi bukan makanan seperti biaya pendidikan dan perumahan (listrik, telepon, dan air), namun konsumsi makanan sedikit mengalami penurunan. Perkiraan Ekonomi Konsumen Triwulan II-2010 Nilai ITK di Jabodetabek pada Triwulan II-2010 diperkirakan sebesar 106,49, artinya diperkirakan akan terjadi kenaikan kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan II-2010. Tingkat kepercayaan konsumen diperkirakan juga meningkat dibandingkan Triwulan I-2010 (ITK sebesar 102,58). Perbaikan kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan II-2010 diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan pendapatan konsumen, namun demikian diperkirakan rencana konsumen untuk membeli barang-barang tahan lama masih menurun.
Download PDFPertumbuhan Ekonomi Indonesia Pada Triwulan I-2010 Meningkat Sebesar 1,9 Persen (q-to-q)
2010-05-10
Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku pada Triwulan I-2010 mencapai Rp1.498,7 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 besarnya mencapai Rp558,1 triliun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2010 dibandingkan Triwulan IV-2009, yang diukur dari kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat sebesar 1,9 persen (q-to-q). Pertumbuhan ini terjadi pada Sektor Pertanian, Sektor Keuangan-Real Estat-Jasa Perusahaan, Sektor Pengangkutan-Komunikasi, sektor Jasa-jasa, dan Sektor Perdagangan-Hotel-Restoran. Pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh sektor pertanian sebesar 18,1 persen, karena adanya musim panen tanaman padi pada Triwulan I-2010. PDB Indonesia pada Triwulan I-2010 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2009 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 5,7 persen. Sektor perdagangan-hotel-restoran tumbuh sebesar 9,3 persen dan sekaligus merupakan sumber pertumbuhan terbesar (y-on-y) pada perekonomian Indonesia Triwulan I-2010. Ditinjau dari segi penggunaan pada Triwulan I-2010 dibandingkan dengan Triwulan IV-2009, pengeluaran konsumsi rumah tangga secara riil meningkat sebesar 0,9 persen, sedangkan pengeluaran konsumsi pemerintah menurun 44,4 persen dan pembentukan modal tetap bruto menurun 2,3 persen. Demikian pula ekspor barang-jasa turun sebesar 4,1 persen dan impor barang-jasa turun sebesar 2,3 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2010 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2009 didukung oleh kenaikan pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 3,9 persen, pembentukan modal tetap bruto sebesar 7,9 persen, dan juga surplus neraca perdagangan yaitu ekspor naik sebesar 19,6 persen dan impor 22,6 persen. Sementara komponen pengeluaran konsumsi pemerintah turun 8,8 persen. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada Triwulan I-2010 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57,8 persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatra sebesar 23,6 persen, Pulau Kalimantan 9,5 persen, Pulau Sulawesi 4,4 persen, Bali Nusa Tenggara 2,8 persen, dan sisanya 1,9 persen di Maluku dan Papua.
Download PDFJumlah Wisatawan Mancanegara Pada Maret 2010 Naik 13,59 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya.
2010-05-03
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Maret 2010 mencapai 594,2 ribu orang atau naik 16,22 persen dibanding jumlah wisman Maret 2009 yang sebanyak 511,3 ribu orang. Begitu pula jika dibandingkan dengan Februari 2010, jumlah wisman Maret 2010 naik 13,59 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Maret 2010 naik 13,74 persen dibanding Maret 2009. Jika dibanding Februari 2010, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 0,12 persen, yaitu dari 191,4 ribu orang menjadi 191,1 ribu orang pada Maret 2010. Secara kumulatif (Januari-Maret) 2010, jumlah wisman mencapai 1,61 juta orang atau naik 14,59 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2009 sebanyak 1,41 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 17 provinsi pada Maret 2010 mencapai rata-rata 50,04 persen, atau naik 2,73 poin dibanding TPK Maret 2009 sebesar 47,31 persen. Demikian juga, dibanding TPK hotel Februari 2010, TPK hotel berbintang pada Maret 2010 naik 2,89 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 17 provinsi selama Maret 2010 adalah 2,19 hari naik 0,15 poin dibanding keadaan Februari 2010. Jumlah penumpang kereta api pada bulan Maret 2010 mencapai 17,0 juta orang, yang berarti naik 11,74 persen dibanding bulan Februari 2010. Demikian juga jumlah barang yang diangkut kereta api naik 9,40 persen menjadi 1,5 juta ton. Selama Januari-Maret 2010, jumlah penumpang mencapai 49,6 juta orang atau naik 1,33 persen, sebaliknya jumlah barang mencapai 4,3 juta ton atau turun 4,87 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan Maret 2010 tercatat 504,8 ribu orang atau naik 13,62 persen dibanding bulan Februari 2010 dan jumlah barang yang diangkut naik 9,79 persen menjadi 8,7 juta ton. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009, selama Januari-Maret 2010 jumlah penumpang mencapai 1,5 juta orang atau naik 7,52 persen, sebaliknya jumlah barang yang diangkut 25,4 juta ton atau turun 11,20 persen. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Maret 2010 mencapai 3,4 juta orang atau naik 14,00 persen dibanding bulan Februari 2010. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 16,21 persen menjadi 767,7 ribu orang. Selama Januari-Maret 2010 jumlah penumpang domestik mencapai 9,6 juta orang atau naik 20,30 persen, dan jumlah penumpang internasional mencapai 2,1 juta orang atau naik 29,74 persen dibanding periode yang sama tahun 2009.
Download PDFNilai Ekspor Indonesia Maret 2010 Naik 13,11 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya.
2010-05-03
Nilai ekspor Indonesia Maret 2010 mencapai US$12,63 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 13,11 persen dibanding ekspor Februari 2010. Sementara bila dibanding Maret 2009 mengalami peningkatan sebesar 46,61 persen. Ekspor nonmigas Maret 2010 mencapai US$10,65 miliar, naik 18,40 persen dibanding Februari 2010, sedangkan dibanding ekspor Maret 2009 meningkat 45,17 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Maret 2010 mencapai US$35,39 miliar atau meningkat 53,68 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, sementara ekspor nonmigas mencapai US$28,89 miliar atau meningkat 46,66 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Maret 2010 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$411,6 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$30,6 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Maret 2010 mencapai angka terbesar yaitu US$1,35 miliar, disusul Cina US$1,09 miliar, dan Amerika Serikat US$1,09 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,20 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,41 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Maret 2010 naik sebesar 37,54 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 15,19 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 96,09 persen. Nilai impor Indonesia Maret 2010 mencapai US$11,05 miliar atau meningkat 16,32 persen dibanding Februari 2010 yang besarnya US$9,50 miliar. Dan jika dibanding Maret 2009 mengalami peningkatan 68,58 persen. Sementara itu, selama Januari-Maret 2010 nilai impor mencapai US$30.037,2 juta atau meningkat 57,31 persen jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Impor nonmigas Maret 2010 mencapai US$8,80 miliar atau meningkat US$1.343,9 juta (18,03 persen) dibanding impor Februari 2010. Sedangkan selama Januari-Maret 2010 mencapai US$23.802,7 juta atau naik 49,54 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Impor migas Maret 2010 mencapai US$2,25 miliar atau meningkat US$206,6 juta (10,10 persen) dibanding impor Februari 2010, sedangkan selama Januari-Maret 2010 mencapai US$6,23 miliar atau naik 96,30 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai impor nonmigas terbesar Maret 2010 adalah golongan barang mesin/peralatan mekanik dengan nilai US$1,56 miliar yang meningkat 13,03 persen dibanding Februari 2010, sedangkan selama Januari-Maret 2010 nilainya meningkat 24,62 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Maret 2010 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$4,13 miliar dengan pangsa 17,36 persen, diikuti Jepang US$3,57 miliar (14,99 persen) dan Singapura US$2,51 miliar (10,55 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 23,89 persen dan Uni Eropa sebesar 8,61 persen. Nilai impor menurut golongan penggunaan barang selama Januari-Maret 2010 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mengalami peningkatan untuk semua golongan, yaitu impor barang konsumsi sebesar 63,36 persen, bahan baku/penolong sebesar 62,28 persen, dan barang modal sebesar 39,72 persen.
Download PDFInflasi April 2010 Sebesar 0,15 Persen.
2010-05-03
Pada bulan April 2010 terjadi inflasi sebesar 0,15 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,37. Dari 66 kota, 45 kota mengalami inflasi dan 21 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari 2,04 persen dengan IHK 134,03 dan terendah terjadi di Palembang 0,01 persen dengan IHK 118,76. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tarakan 2,08 persen dengan IHK 132,38 dan terendah terjadi di Jambi 0,02 persen dengan IHK 119,32. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 0,33 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,24 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,10 persen; kelompok sandang 0,14 persen; kelompok kesehatan 0,17 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,04 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-April) 2010 sebesar 1,15 persen dan laju inflasi year on year (April 2010 terhadap April 2009) sebesar 3,91 persen. Komponen inti pada bulan April 2010 mengalami inflasi sebesar 0,09 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-April) 2010 sebesar 0,98 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (April 2010 terhadap April 2009) sebesar 3,70 persen.
Download PDFIndeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Bulan Maret dan April 2010 Naik Masing-masing Sebesar 0,22 dan 0,15 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya.
2010-05-03
Pada bulan Maret dan April 2010 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum naik masing-masing sebesar 0,22 dan 0,15 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar pada Maret 2010 terjadi pada Kelompok Barang Impor sebesar 0,31 persen, dan April 2010 terjadi pada Kelompok Barang Ekspor Nonmigas sebesar 0,50 persen. IHPB Bahan Baku dan Barang Konsumsi pada bulan Maret 2010 naik masing-masing 0,26 dan 0,29 persen, dan pada April 2010 naik masing-masing 0,06 dan 0,14 persen. Sedangkan IHPB Barang Modal pada Maret dan April 2010 mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,29 dan 0,19 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Maret dan April 2010 naik masing-masing sebesar 0,19 dan 0,47 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga barang-barang dari karet, hasil kilang minyak lainnya, dan kaca lembaran. Sedangkan yang mengalami penurunan harga adalah alat-alat berat dan perlengkapannya.
Download PDF