Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Wisman Pada Bulan Juli 2010 Mencapai 658,5  Ribu Orang, Naik 10,96  Persen Dibanding Juli 2009

Wisman Pada Bulan Juli 2010 Mencapai 658,5 Ribu Orang, Naik 10,96 Persen Dibanding Juli 2009

2010-09-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Juli 2010 mencapai 658,5 ribu orang atau naik 10,96 persen dibanding jumlah wisman Juli 2009 yang sebanyak 593,4 ribu orang. Demikian pula jika dibandingkan dengan Juni 2010, jumlah wisman Juli 2010 naik 7,34 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Juli 2010 naik 7,26 persen dibanding Juli 2009, yaitu dari 235,0 ribu orang menjadi 252,1 ribu orang pada Juli 2010. Begitu pula jika dibanding Juni 2010, jumlah wisman ke Bali mengalami kenaikan sebesar 12,20 persen. Secara kumulatif (Januari-Juli) 2010, jumlah wisman mencapai 4,04 juta orang atau naik 13,49 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2009 yang sebanyak 3,56 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 17 provinsi pada Juli 2010 mencapai rata-rata 54,41 persen, atau naik 1,81 poin dibanding TPK Juli 2009 sebesar 52,60 persen. Begitu pula bila dibanding TPK hotel Juni 2010, TPK hotel berbintang pada Juli 2010 mengalami kenaikan 1,04 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 17 provinsi selama Juli 2010 adalah 2,00 hari, naik 0,02 hari dibanding keadaan Juli 2009. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Juli 2010 mencapai 3,9 juta orang atau naik 10,66 persen dibanding bulan Juni 2010. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 1,90 persen menjadi 883,8 ribu orang. Selama Januari-Juli 2010 jumlah penumpang domestik mencapai 23,9 juta orang atau naik 20,56 persen, dan jumlah penumpang internasional mencapai 5,4 juta orang atau naik 25,59 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan Juli 2010 tercatat 781,4 ribu orang atau naik 29,37 persen dibanding bulan Juni 2010, sebaliknya jumlah barang yang diangkut turun tipis 0,50 persen menjadi 8,7 juta ton. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009, selama Januari-Juli 2010 jumlah penumpang mencapai 3,9 juta orang atau naik 18,34 persen, sebaliknya jumlah barang yang diangkut 61,7 juta ton atau turun 31,66 persen. Jumlah penumpang kereta api pada bulan Juli 2010 mencapai 17,7 juta orang, mengalami peningkatan 2,44 persen dibanding bulan Juni 2010. Sedangkan barang yang diangkut kereta api turun 8,31 persen menjadi 1,8 juta ton. Selama Januari-Juli 2010, jumlah penumpang mencapai 118,4 juta orang atau turun 1,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Sebaliknya jumlah barang yang diangkut kereta api naik 1,16 persen menjadi 11,1 juta ton.

Download PDF
Ekspor Juli 2010 Mencapai  US$12,49 Miliar

Ekspor Juli 2010 Mencapai US$12,49 Miliar

2010-09-01

Nilai ekspor Indonesia Juli 2010 mencapai US$12,49 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 1,32 persen dibanding ekspor Juni 2010. Sementara bila dibanding Juli 2009 mengalami peningkatan sebesar 29,00 persen. Ekspor nonmigas Juli 2010 mencapai US$10,61 miliar, naik 1,76 persen dibanding Juni 2010, sedangkan dibanding ekspor Juli 2009 meningkat 29,49 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Juli 2010 mencapai US$85,01 miliar atau meningkat 42,26 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, sementara ekspor nonmigas mencapai US$69,97 miliar atau meningkat 36,94 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Juli 2010 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$219,8 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$82,9 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Juli 2010 mencapai angka terbesar yaitu US$1,37 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,28 miliar dan Cina US$0,92 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,64 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,52 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Juli 2010 naik sebesar 34,10 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 17,55 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 52,93 persen. Nilai impor Indonesia Juli 2010 mencapai US$12,62 miliar atau meningkat 7,32 persen dibanding Juni 2010 yang besarnya US$11,76 miliar. Dan jika dibanding Juli 2009 mengalami peningkatan 45,35 persen. Sementara itu, selama Januari-Juli 2010 nilai impor mencapai US$75,56 miliar atau meningkat 50,93 persen jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Impor nonmigas Juli 2010 mencapai US$10,51 miliar atau meningkat US$1,14 miliar (12,20 persen) dibanding impor Juni 2010. Sedangkan selama Januari-Juli 2010 mencapai US$60,33 miliar atau naik 47,81 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Impor migas Juli 2010 mencapai US$2,11 miliar atau turun US$0,28 miliar (11,79 persen) dibanding impor Juni 2010, sedangkan selama Januari-Juli 2010 mencapai US$15,23 miliar atau naik 64,72 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai impor nonmigas terbesar Juli 2010 adalah golongan barang mesin/peralatan mekanik dengan nilai US$1,94 miliar yang meningkat 14,48 persen dibanding Juni 2010, sedangkan selama Januari-Juli 2010 nilainya meningkat 37,04 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Juli 2010 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$10,97 miliar dengan pangsa 18,18 persen, diikuti Jepang US$9,35 miliar (15,50 persen) dan Singapura US$5,77 miliar (9,57 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,67 persen dan Uni Eropa sebesar 8,82 persen. Nilai impor menurut golongan penggunaan barang selama Januari-Juli 2010 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mengalami peningkatan untuk semua golongan, yaitu impor barang konsumsi sebesar 54,28 persen, bahan baku/penolong sebesar 53,87 persen, dan barang modal sebesar 39,92 persen.

Download PDF
Inflasi Agustus 2010 Sebesar 0,76 Persen

Inflasi Agustus 2010 Sebesar 0,76 Persen

2010-09-01

Pada bulan Agustus 2010 terjadi inflasi sebesar 0,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 122,67. Dari 66 kota IHK, 57 kota mengalami inflasi dan 9 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Gorontalo 3,75 persen dengan IHK 126,20 dan terendah terjadi di Mataram 0,05 persen dengan IHK 129,02. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Pematang Siantar 0,75 persen dengan IHK 121,94 dan terendah terjadi di Sibolga 0,02 persen dengan IHK 124,96. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 0,47 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,67 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 1,59 persen; kelompok sandang 0,06 persen; kelompok kesehatan 0,27 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 1,27 persen; dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,36 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2010 sebesar 4,82 persen dan laju inflasi year on year (Agustus 2010 terhadap Agustus 2009) sebesar 6,44 persen. Komponen inti pada bulan Agustus 2010 mengalami inflasi sebesar 0,52 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Agustus) 2010 sebesar 2,60 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Agustus 2010 terhadap Agustus 2009) sebesar 4,24 persen.

Download PDF
Indeks Tendensi Bisnis (ITB) dan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan II-2010

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) dan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan II-2010

2010-08-05

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada Triwulan II-2010 sebesar 104,23, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis juga lebih tinggi dibandingkan Triwulan I-2010 (nilai ITB sebesar 103,41). Seluruh sektor ekonomi mengalami peningkatan kondisi bisnis. Sektor Jasa-jasa mengalami peningkatan bisnis tertinggi (nilai ITB sebesar 106,66), dan Sektor Industri Pengolahan mengalami peningkatan bisnis terendah (nilai ITB sebesar 102,30). Kondisi bisnis pada Triwulan II-2010 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha, kapasitas produksi, dan rata-rata jam kerja. Sektor Listrik, Gas, & Air Bersih mengalami peningkatan pendapatan usaha paling tinggi, dan terendah adalah Sektor Pertambangan dan Penggalian. Nilai ITB Triwulan III-2010 sebesar 106,99, berarti kondisi bisnis pada triwulan tersebut diperkirakan akan meningkat dibandingkan Triwulan II-2010. Seluruh sektor ekonomi pada Triwulan III-2010 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis, dan Sektor Pertanian diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di Jabodetabek pada Triwulan II-2010 sebesar 105,32, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat kepercayaan konsumen juga meningkat dibandingkan dengan Triwulan I-2010 (ITK sebesar 102,58). Kondisi ekonomi konsumen membaik karena didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga dan tingkat konsumsi, baik beberapa komoditi makanan maupun nonmakanan seperti biaya pendidikan, perumahan (listrik, telepon, dan air), transportasi, dan rekreasi. Nilai ITK di Jabodetabek pada Triwulan III-2010 diperkirakan sebesar 104,34, artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik. Meskipun demikian, tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan sedikit menurun dibandingkan Triwulan II-2010 (ITK sebesar 105,32). Perbaikan kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan III-2010 diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan pendapatan konsumen.

Download PDF
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pada Triwulan II-2010 Meningkat Sebesar 2,8 Persen (q-to-q)

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pada Triwulan II-2010 Meningkat Sebesar 2,8 Persen (q-to-q)

2010-08-05

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada Triwulan II-2010 mencapai 2,8 persen dibanding Triwulan I-2010 (q-to-q) dan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2009 mengalami pertumbuhan 6,2 persen (y-on-y). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2010 dibandingkan dengan semester I-2009 tumbuh sebesar 5,9 persen. Besaran PDB atas dasar harga berlaku pada Triwulan II-2010 mencapai Rp1.572,4 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan yang sama adalah Rp573,7 triliun. Tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi (q-to-q) adalah Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 5,0 persen, Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih 4,8 persen, dan Sektor Jasa-jasa 3,7 persen. Sementara untuk pertumbuhan (y-on-y) sektor pengangkutan dan komunikasi tumbuh 12,9 persen, Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran 9,6 persen dan Sektor Konstruksi 7,2 persen. Struktur PDB Triwulan II-2010 masih didominasi oleh Sektor Industri Pengolahan, Sektor Pertanian, dan Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran masing-masing memberikan kontribusi sebesar 24,9 persen, 15,9 persen, dan 13,7 persen. Pertumbuhan PDB pada Triwulan II-2010 dibandingkan dengan Triwulan I-2010 (q-to-q) sebesar 2,8 persen ditopang oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga yang meningkat sebesar 1,2 persen, sementara pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat 23,5 persen, pembentukan modal tetap bruto 2,3 persen, ekspor barang dan jasa 2,7 persen, serta impor barang dan jasa 5,1 persen. Dibandingkan dengan Triwulan II-2009 (y-on-y), pertumbuhan ekonomi tumbuh 6,2 persen didukung pengeluaran konsumsi rumah tangga yang meningkat 5,0 persen, pembentukan modal tetap bruto 8,0 persen, ekspor barang dan jasa sebesar 14,6 persen, serta impor barang dan jasa 17,7 persen. Namun, lain halnya dengan pengeluaran konsumsi pemerintah turun 9,0 persen. Pertumbuhan ekonomi semester I-2010 terhadap semester I-2009 (c-to-c) sebesar 5,9 persen didukung konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,5 persen, konsumsi pemerintah turun 8,9 persen, pembentukan modal tetap bruto tumbuh 7,9 persen, sedangkan ekspor dan impor tumbuh positif masing-masing 17,2 persen dan 20,1 persen. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada Triwulan II-2010 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 57,5 persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatra sebesar 23,7 persen, Pulau Kalimantan 9,6 persen, Pulau Sulawesi 4,6 persen dan sisanya 4,6 persen di pulau-pulau lainnya.

Download PDF
Pada Bulan Juli 2010 Harga Indeks Perdagangan Besar Umum Naik 0,31Persen

Pada Bulan Juli 2010 Harga Indeks Perdagangan Besar Umum Naik 0,31Persen

2010-08-02

Pada bulan Juli 2010 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum naik sebesar 0,31 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,72 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada bulan Juli 2010 naik masing-masing 0,32 persen; 0,94 persen; dan 0,69 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juli 2010 turun sebesar 0,10 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan penurunan harga batu split, barang-barang dari logam dasar bukan besi, semen, dan bahan bangunan dari logam. Sedangkan yang mengalami kenaikan harga antara lain perlengkapan listrik lainnya, aspal, bahan bangunan dari keramik dan tanah liat, dan kaca lembaran.

Download PDF
Pertumbuhan Produksi Industri Besar Sedang Triwulan II 2010 Naik 4,27 Persen Dari Triwulan II 2009

Pertumbuhan Produksi Industri Besar Sedang Triwulan II 2010 Naik 4,27 Persen Dari Triwulan II 2009

2010-08-02

Pertumbuhan Produksi Industri Pengolahan Besar dan Sedang triwulan II tahun 2010 naik sebesar 4,27 persen (y-on-y) dari triwulan II tahun 2009. Selama empat tahun berturut-turut, dari tahun 2006 s/d 2010, Pertumbuhan Produksi Industri Besar dan Sedang triwulan II terus-menerus mengalami kenaikan. Pertumbuhan triwulan II tahun 2009 naik 0,64 persen dari triwulan II tahun 2008, pertumbuhan triwulan II tahun 2008 naik 3,30 persen dari triwulan II tahun 2007, pertumbuhan triwulan II tahun 2007 naik 6,91 persen dari triwulan II tahun 2006. Pertumbuhan Produksi Industri Pengolahan Besar dan Sedang triwulan II tahun 2010 naik sebesar 2,39 persen (q-to-q) dari triwulan I tahun 2010. Sedangkan pertumbuhan triwulan I tahun 2010 turun sebesar 1,83 persen dari triwulan IV tahun 2009. Pola pertumbuhan produksi industri sejak tahun 2000 berpola identik setiap tahunnya, yaitu terjadi pertumbuhan rendah diawal tahun kemudian meningkat di pertengahan tahun dan selanjutnya menurun kembali di akhir tahun. Pertumbuhan Produksi Industri Pengolahan Besar dan Sedang selama triwulan II tahun 2010 mengalami peningkatan setiap bulannya, dari April s.d. Juni 2010. Pertumbuhan bulan April 2010 naik sebesar 1,26 persen (m-to-m) dari bulan Maret 2010, demikian juga pertumbuhan bulan Mei 2010 naik 1,08 persen dari April 2010, dan pertumbuhan bulan Juni 2010 naik 1,97 persen dari Mei 2010. Mulai triwulan II tahun 2010, pada beberapa provinsi dirilis pula pertumbuhan produksi industri pengolahan besar dan sedang untuk tingkat provinsi.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Juli 2010 Sebesar 101,77 Atau Naik 0,38 Persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Juli 2010 Sebesar 101,77 Atau Naik 0,38 Persen

2010-08-02

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Juli 2010 sebesar 101,77 atau naik 0,38 persen dibanding bulan sebelumnya karena NTP Subsektor Hortikultura yang naik 3,73 persen terutama pada kelompok sayur-sayuran. NTP Provinsi Banten Juli 2010 sebesar 103,19 atau mengalami kenaikan tertinggi (1,99 persen) dibanding bulan sebelumnya karena harga produsen cabai merah yang naik sebesar 34,47 persen. Sedangkan NTP Provinsi Sumatra Utara Juli 2010 adalah 101,20 atau mengalami penurunan terbesar (0,98 persen) dibanding bulan sebelumnya, terutama disebabkan harga produsen kelapa sawit yang turun sebesar 2,44 persen. Pada Juli 2010, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 1,93 persen terutama dipicu oleh subkelompok bahan makanan. Dari 1.202 transaksi gabah di 20 provinsi selama Juli 2010 didominasi Gabah Kering Panen (GKP) 72,79 persen, gabah kualitas rendah 21,55 persen, dan Gabah Kering Giling (GKG) 5,66 persen. Di petani, harga tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Siam Unus senilai Rp7.800,- per kg terjadi di Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah). Sedangkan harga terendah senilai Rp1.800,- per kg, berasal dari gabah kualitas rendah varietas Ciherang terjadi di Kabupaten Pandeglang (Banten). Di penggilingan, harga tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Siam Unus senilai Rp7.900,- per kg terjadi di Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah). Harga terendah senilai Rp1.850,- per kg, berasal dari gabah kualitas rendah varietas Ciherang terjadi di Kabupaten Pandeglang (Banten). Rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani naik 2,86 persen menjadi Rp3.035,61,- per kg dan di penggilingan naik 2,64 persen menjadi Rp3.093,75,- per kg dibandingkan bulan sebelumnya. Sebaliknya, gabah kualitas GKG masing-masing turun 5,05 persen menjadi Rp3.443,65,- per kg di petani dan 4,72 persen menjadi Rp3.514,16,- per kg di penggilingan. Upah nominal harian buruh tani Nasional pada Juli 2010 naik sebesar 0,32 persen dibanding upah Juni 2010, yaitu dari Rp37.946,- menjadi Rp38.069,- per hari. Secara riil mengalami penurunan sebesar 1,58 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Juli 2010 naik 1,26 persen dibanding upah Juni 2010, yaitu dari Rp57.504,- menjadi Rp58.228,- per hari. Secara riil turun sebesar 0,31 persen.

Download PDF
Wisman Pada Bulan Juni 2010 Mencapai 613,4 Ribu Orang, Naik 11,41 Persen Dibanding Juni 2009

Wisman Pada Bulan Juni 2010 Mencapai 613,4 Ribu Orang, Naik 11,41 Persen Dibanding Juni 2009

2010-08-02

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Juni 2010 mencapai 613,4 ribu orang atau naik 11,41 persen dibanding jumlah wisman Juni 2009 yang sebanyak 550,6 ribu orang. Demikian pula jika dibandingkan dengan Mei 2010, jumlah wisman Juni 2010 naik 2,23 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Juni 2010 naik 12,07 persen dibanding Juni 2009. Begitu pula jika dibanding Mei 2010, jumlah wisman ke Bali mengalami kenaikan sebesar 12,68 persen, yaitu dari 199,4 ribu orang menjadi 224,7 ribu orang pada Juni 2010. Selama Semester I (Januari-Juni) 2010, jumlah wisman mencapai 3,38 juta orang atau naik 14,00 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2009 sebanyak 2,97 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 17 provinsi pada Juni 2010 mencapai rata-rata 53,37 persen, atau naik 0,73 poin dibanding TPK Juni 2009 sebesar 52,64 persen. Begitu pula bila dibanding TPK hotel Mei 2010, TPK hotel berbintang pada Juni 2010 mengalami kenaikan 2,15 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 17 provinsi selama Juni 2010 adalah 1,96 hari turun 0,04 hari dibanding keadaan Juni 2009. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Juni 2010 mencapai 3,5 juta orang atau naik 0,43 persen dibanding bulan Mei 2010. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 14,06 persen menjadi 867,3 ribu orang. Selama Januari-Juni 2010 jumlah penumpang domestik mencapai 20,0 juta orang atau naik 20,99 persen, dan jumlah penumpang internasional mencapai 4,5 juta orang atau naik 25,96 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan Juni 2010 tercatat 604,0 ribu orang atau naik 21,58 persen dibanding bulan Mei 2010, sebaliknya jumlah barang yang diangkut turun 9,53 persen menjadi 8,7 juta ton. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009, selama Januari-Juni 2010 jumlah penumpang mencapai 3,1 juta orang atau naik 13,24 persen, sebaliknya jumlah barang yang diangkut 53,0 juta ton atau turun 1,13 persen. Jumlah penumpang kereta api pada bulan Juni 2010 mencapai 17,3 juta orang, mengalami peningkatan 0,81 persen dibanding bulan Mei 2010. Demikian juga jumlah barang yang diangkut kereta api naik 28,20 persen menjadi 2,0 juta ton. Selama Januari-Juni 2010, jumlah penumpang mencapai 100,8 juta orang atau turun 0,86 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Sebaliknya jumlah barang yang diangkut kereta api naik 0,56 persen menjadi 9,3 juta ton.

Download PDF
Ekspor Juni 2010 Mencapai  US$12,29 Miliar

Ekspor Juni 2010 Mencapai US$12,29 Miliar

2010-08-02

Nilai ekspor Indonesia Juni 2010 mencapai US$12,29 miliar atau mengalami penurunan sebesar 2,87 persen dibanding ekspor Mei 2010. Sementara bila dibanding Juni 2009 mengalami peningkatan sebesar 31,04 persen. Ekspor nonmigas Juni 2010 mencapai US$10,39 miliar, naik 1,02 persen dibanding Mei 2010, sedangkan dibanding ekspor Juni 2009 meningkat 31,06 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Juni 2010 mencapai US$72,52 miliar atau meningkat 44,83 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, sementara ekspor nonmigas mencapai US$59,36 miliar atau meningkat 38,37 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Juni 2010 terjadi pada mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$122,1 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$236,6 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Juni 2010 mencapai angka terbesar yaitu US$1,30 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,14 miliar dan Cina US$1,02 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,23 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,24 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Juni 2010 naik sebesar 33,45 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 11,50 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 66,60 persen. Menurut provinsi asal, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari-April 2010 berasal dari Kalimantan Timur dengan nilai US$7,89 miliar (16,58 persen), diikuti Jawa Barat sebesar US$7,44 miliar (15,64 persen) dan Jawa Timur sebesar U$4,75 miliar (9,99 persen). Nilai impor Indonesia Juni 2010 mencapai US$11,71 miliar atau meningkat 17,36 persen dibanding Mei 2010 yang besarnya US$9,98 miliar. Dan jika dibanding Juni 2009 mengalami peningkatan 47,61 persen. Sementara itu, selama semester I 2010 nilai impor mencapai US$62,89 miliar atau meningkat 51,99 persen jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Impor nonmigas Juni 2010 mencapai US$9,32 miliar atau meningkat US$1,32 miliar (16,49 persen) dibanding impor Mei 2010. Sedangkan selama semester I 2010 mencapai US$49,77 miliar atau naik 46,52 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Impor migas Juni 2010 mencapai US$2,39 miliar atau meningkat US$0,41 miliar (20,89 persen) dibanding impor Mei 2010, sedangkan selama semester I 2010 mencapai US$13,12 miliar atau naik 77,10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai impor nonmigas terbesar Juni 2010 adalah golongan barang mesin/peralatan mekanik dengan nilai US$1,70 miliar yang meningkat 19,23 persen dibanding Mei 2010, sedangkan selama semester I 2010 nilainya meningkat 33,75 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama semester I 2010 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$8,99 miliar dengan pangsa 18,07 persen, diikuti Jepang US$7,64 miliar (15,34 persen) dan Singapura US$4,86 miliar (9,77 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 23,10 persen dan Uni Eropa sebesar 8,83 persen. Nilai impor menurut golongan penggunaan barang selama semester I 2010 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mengalami peningkatan untuk semua golongan, yaitu impor barang konsumsi sebesar 61,14 persen, bahan baku/penolong sebesar 55,90 persen, dan barang modal sebesar 35,91 persen.

Download PDF