Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Inflasi Juli 2010 Sebesar 1,57 Persen

Inflasi Juli 2010 Sebesar 1,57 Persen

2010-08-02

Pada bulan Juli 2010 terjadi inflasi sebesar 1,57 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 121,74. Dari 66 kota, seluruhnya mengalami inflasi, inflasi tertinggi terjadi di Bengkulu 3,03 persen dengan IHK 128,01 dan terendah terjadi di Tanjung Pinang 0,12 persen dengan IHK 122,02. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 4,69 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,65 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,26 persen; kelompok kesehatan 0,27 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,86 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 1,51 persen. Sedangkan kelompok sandang pada bulan ini mengalami penurunan indeks 0,09 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2010 sebesar 4,02 persen dan laju inflasi year on year (Juli 2010 terhadap Juli 2009) sebesar 6,22 persen. Komponen inti pada bulan Juli 2010 mengalami inflasi sebesar 0,49 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Juli) 2010 sebesar 2,07 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Juli 2010 terhadap Juli 2009) sebesar 4,15 persen.

Download PDF
Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Pada Maret 2010 Mencapai 31,02 Juta Orang.

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Pada Maret 2010 Mencapai 31,02 Juta Orang.

2010-07-01

Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada Maret 2010 mencapai 31,02 juta (13,33 persen), turun 1,51 juta dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 yang sebesar 32,53 juta (14,15 persen). Selama periode Maret 2009-Maret 2010, penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0,81 juta (dari 11,91 juta pada Maret 2009 menjadi 11,10 juta pada Maret 2010), sementara di daerah perdesaan berkurang 0,69 juta orang (dari 20,62 juta pada Maret 2009 menjadi 19,93 juta pada Maret 2010). Persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah selama periode ini. Pada Maret 2009, 63,38 persen penduduk miskin berada di daerah perdesaan, sedangkan pada Maret 2010 sebesar 64,23 persen. Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Pada Maret 2010, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 73,5 persen, sedangkan pada Maret 2009 sebesar 73,6 persen. Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan adalah beras, rokok kretek filter, gula pasir, telur ayam ras, mie instan, tempe, bawang merah, kopi, dan tahu. Untuk komoditi bukan makanan adalah biaya perumahan, listrik, angkutan, dan pendidikan. Pada periode Maret 2009-Maret 2010, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati Garis Kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit.

Download PDF
Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Naik 0,72 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya.

Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Naik 0,72 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya.

2010-07-01

Pada bulan Juni 2010 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum naik sebesar 0,72 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,98 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada bulan Juni 2010 naik masing-masing 0,75 persen; 0,96 persen; dan 0,21 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juni 2010 turun sebesar 0,03 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan penurunan harga hasil kilang minyak, barang-barang logam, semen, kayu lapis, dan barang-barang dari logam dasar bukan besi. Sedangkan yang mengalami kenaikan harga antara lain bahan bangunan dari keramik dan tanah liat, aspal, dan barang galian segala jenis.

Download PDF
Produksi Padi Tahun 2009 (ATAP) Sebesar 64,40 Juta Ton

Produksi Padi Tahun 2009 (ATAP) Sebesar 64,40 Juta Ton

2010-07-01

PADI Produksi padi tahun 2009 (ATAP) sebesar 64,40 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat sebanyak 4,07 juta ton (6,75 persen) dibandingkan tahun 2008. Produksi padi tahun 2010 (ARAM II) diperkirakan sebesar 65,15 juta ton GKG, meningkat sebanyak 751,87 ribu ton (1,17 persen) dibandingkan tahun 2009. Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan produktivitas sebesar 0,63 kuintal/hektar (1,26 persen), sedangkan luas panen diperkirakan mengalami penurunan seluas 12,63 ribu hektar (0,10 persen). JAGUNG Produksi jagung tahun 2009 (ATAP) sebesar 17,63 juta ton pipilan kering, meningkat sebanyak 1,31 juta ton (8,04 persen) dibandingkan tahun 2008. Produksi jagung tahun 2010 (ARAM II) diperkirakan sebesar 18,02 juta ton pipilan kering, meningkat sebanyak 386,79 ribu ton (2,19 persen) dibandingkan tahun 2009. Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan produktivitas sebesar 0,69 kuintal/hektar (1,63 persen) dan luas panen seluas 23,43 ribu hektar (0,56 persen). KEDELAI Produksi kedelai tahun 2009 (ATAP) sebesar 974,51 ribu ton biji kering, meningkat sebanyak 198,80 ribu ton (25,63 persen) dibandingkan tahun 2008. Produksi kedelai tahun 2010 (ARAM II) diperkirakan sebesar 927,38 ribu ton biji kering, menurun sebanyak 47,13 ribu ton (4,84 persen) dibandingkan tahun 2009. Penurunan produksi diperkirakan terjadi karena penurunan luas panen seluas 44,35 ribu hektar (6,14 persen), sedangkan produktivitas diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 0,19 kuintal/hektar (1,41 persen).

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Nasional Juni 2010 Sebesar 101,39

Nilai Tukar Petani (NTP) Nasional Juni 2010 Sebesar 101,39

2010-07-01

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Juni 2010 sebesar 101,39 atau naik 0,22 persen dibanding bulan sebelumnya karena NTP Subsektor Tanaman Pangan dan Subsektor Hortikultura masing-masing naik 0,60 persen dan 0,40 persen. NTP Provinsi Kalimantan Tengah Juni 2010 sebesar 104,07 atau mengalami kenaikan tertinggi (1,64 persen) dibanding bulan sebelumnya karena harga produsen gabah yang naik sebesar 3,75 persen. Sedangkan NTP Provinsi Nusa Tenggara Barat 2010 adalah 94,14 atau mengalami penurunan terbesar (1,74 persen) dibanding bulan sebelumnya, terutama disebabkan harga produsen kacang kedelai yang turun sebesar 2,71 persen. Pada Juni 2010, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,71 persen terutama dipicu oleh subkelompok bahan makanan. Dari 719 transaksi gabah di 20 provinsi selama Juni 2010 didominasi Gabah Kering Panen (GKP) 75,52 persen, gabah kualitas rendah 18,64 persen, dan Gabah Kering Giling (GKG) 5,84 persen. Di petani, harga tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Siam Unus senilai Rp6.500,- per kg terjadi di Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah). Sedangkan harga terendah senilai Rp1.850,- per kg, berasal dari kualitas rendah varietas Ciherang terjadi di Kabupaten Demak (Jawa Tengah). Di penggilingan, harga tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Siam Unus senilai Rp6.600,- per kg terjadi di Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah). Harga terendah senilai Rp1.900,- per kg, berasal dari gabah kualitas rendah varietas Ciherang terjadi di Kabupaten Demak (Jawa Tengah). Rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani naik 4,45 persen menjadi Rp2.951,09,- per kg dan di penggilingan naik 4,34 persen menjadi Rp3.014,26,- per kg dibandingkan bulan sebelumnya. Sebaliknya, gabah kualitas rendah di petani turun 4,31 persen menjadi Rp2.314,35,- per kg. Kenaikan harga gabah kualitas GKG relatif lebih tinggi dibandingkan kualitas GKP yakni 5,32 persen menjadi Rp3.626,81,- per kg di petani dan 5,57 persen menjadi Rp3.688,36,- per kg di penggilingan. Upah nominal harian buruh tani Nasional pada Juni 2010 naik sebesar 0,13 persen dibanding upah Mei 2010, yaitu dari Rp37.897,- menjadi Rp37.946,- per hari. Secara riil mengalami penurunan sebesar 0,57 persen. Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Juni 2010 naik 0,38 persen dibanding upah Mei 2010, yaitu dari Rp57.285,- menjadi Rp57.504,- per hari. Secara riil turun sebesar 0,58 persen.

Download PDF
Jumlah Wisatawan Mancanegara Yang Datang ke Indonesia Pada Mei 2010 Mencapai 600,0 Ribu Orang

Jumlah Wisatawan Mancanegara Yang Datang ke Indonesia Pada Mei 2010 Mencapai 600,0 Ribu Orang

2010-07-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Mei 2010 mencapai 600,0 ribu orang atau naik 15,01 persen dibanding jumlah wisman Mei 2009 yang sebanyak 521,7 ribu orang. Demikian pula jika dibandingkan dengan April 2010, jumlah wisman Mei 2010 naik 7,94 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Mei 2010 naik 4,56 persen dibanding Mei 2009. Begitu pula jika dibanding April 2010, jumlah wisman ke Bali mengalami kenaikan sebesar 8,23 persen, yaitu dari 184,2 ribu orang menjadi 199,4 ribu orang pada Mei 2010. Secara kumulatif (Januari-Mei) 2010, jumlah wisman mencapai 2,77 juta orang atau naik 14,59 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2009 sebanyak 2,41 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 17 provinsi pada Mei 2010 mencapai rata-rata 51,22 persen, atau naik 3,39 poin dibanding TPK Mei 2009 sebesar 47,83 persen. Begitu pula bila dibanding TPK hotel April 2010, TPK hotel berbintang pada Mei 2010 mengalami kenaikan 1,45 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 17 provinsi selama Mei 2010 adalah 1,91 hari turun 0,22 hari dibanding keadaan Mei 2009.

Download PDF
Nilai Ekspor Indonesia  Mei 2010 Mencapai US$12,52 Miliar.

Nilai Ekspor Indonesia Mei 2010 Mencapai US$12,52 Miliar.

2010-07-01

Nilai ekspor Indonesia Mei 2010 mencapai US$12,52 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 4,06 persen dibanding ekspor April 2010. Sementara bila dibanding Mei 2009 mengalami peningkatan sebesar 36,00 persen. Ekspor nonmigas Mei 2010 mencapai US$10,25 miliar, naik 4,30 persen dibanding April 2010, sedangkan dibanding ekspor Mei 2009 meningkat 27,02 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Mei 2010 mencapai US$60,10 miliar atau meningkat 47,68 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, sementara ekspor nonmigas mencapai US$48,93 miliar atau meningkat 39,93 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Mei 2010 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$160,6 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan kimia organik sebesar US$109,2 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Mei 2010 mencapai angka terbesar yaitu US$1,41miliar, disusul Amerika Serikat US$1,05 miliar dan Cina US$1,01 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,80 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,33 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Mei 2010 naik sebesar 33,74 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 15,19 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 73,11 persen.

Download PDF
Inflasi  Juni 2010 Sebesar  0,97  Persen

Inflasi Juni 2010 Sebesar 0,97 Persen

2010-07-01

Pada bulan Juni 2010 terjadi inflasi sebesar 0,97 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 119,86. Dari 66 kota, 63 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jambi 3,23 persen dengan IHK 123,18 dan terendah terjadi di sorong 0,14 persen dengan IHK 138,14. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manado 1,07 persen dengan IHK 118,96 dan terendah terjadi di Kendari 0,06 persen dengan IHK 123,46. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 3,20 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,41 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,23 persen; kelompok sandang 0,93 persen; kelompok kesehatan 0,06 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,06 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,15 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juni) 2010 sebesar 2,42 persen dan laju inflasi year on year (Juni 2010 terhadap Juni 2009) sebesar 5,05 persen. Komponen inti pada bulan Juni 2010 mengalami inflasi sebesar 0,34 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Juni) 2010 sebesar 1,58 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Juni 2010 terhadap Juni 2009) sebesar 3,97 persen.

Download PDF
Indeks Harga Perdagangan Besar Naik  0,55 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya.

Indeks Harga Perdagangan Besar Naik 0,55 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya.

2010-06-01

IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Mei 2010 naik sebesar 0,26 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga barang-barang dari karet, bahan bangunan dari logam, barang-barang dari besi dan baja dasar, bahan bangunan dari kayu, dan barang galian segala jenis. Sedangkan yang mengalami penurunan harga adalah aspal, semen, dan barang-barang logam lainnya. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada bulan Mei 2010 naik masing-masing 0,37; 0,38; dan 0,95 persen. Pada bulan Mei 2010 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum naik sebesar 0,55 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Kelompok Barang Ekspor Nonmigas sebesar 1,76 persen.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Mei 2010 Naik 0,01 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya.

Nilai Tukar Petani (NTP) Mei 2010 Naik 0,01 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya.

2010-06-01

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Mei 2010 sebesar 101,16 atau naik 0,01 persen dibanding bulan sebelumnya karena NTP Subsektor Hortikultura dan Perkebunan Rakyat masing-masing naik 0,40 persen dan 0,05 persen. NTP Provinsi Bali Mei 2010 sebesar 104,83 atau mengalami kenaikan tertinggi (1,08 persen) dibanding bulan sebelumnya karena harga produsen ayam yang naik sebesar 4,65 persen. Sedangkan NTP Provinsi Kalimantan Barat Mei 2010 adalah 100,58 atau mengalami penurunan terbesar (0,90 persen) dibanding bulan sebelumnya, terutama disebabkan harga produsen karet yang turun sebesar 3,03 persen. Pada Mei 2010, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,09 persen terutama dipicu oleh subkelompok sandang. Dari 720 transaksi gabah di 19 provinsi selama Mei 2010 didominasi Gabah Kering Panen (GKP) 75,00 persen, gabah kualitas rendah 17,08 persen, dan Gabah Kering Giling (GKG) 7,92 persen. Di petani, harga tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Siam Unus senilai Rp6.000,- per kg terjadi di Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah). Sedangkan harga terendah masing-masing senilai Rp2.000,- per kg, berasal dari kualitas GKP varietas Ciherang di Kabupaten Lebak (Banten) dan kualitas rendah varietas IR-64 terjadi di Kabupaten Blora (Jawa Tengah). Di penggilingan, harga tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Siam Unus senilai Rp6.100,- per kg terjadi di Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah). Harga terendah senilai Rp2.025,- per kg, juga berasal dari gabah kualitas yang sama varietas Ciherang terjadi di Kabupaten Lebak (Banten). Dibandingkan bulan lalu, rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani naik 0,64 persen menjadi Rp2.825,29,- per kg dan di penggilingan naik 0,76 persen menjadi Rp2.888,85,- per kg. Sementara itu, gabah kualitas rendah di petani juga meningkat 0,48 persen menjadi Rp2.418,70,- per kg. Kenaikan harga gabah kualitas GKG relatif lebih tinggi dibandingkan kualitas GKP yakni 3,98 persen menjadi Rp3.443,51,- per kg di petani dan 4,11 persen menjadi Rp3.498,68,- per kg di penggilingan. Upah nominal harian buruh tani Nasional pada Mei 2010 naik sebesar 0,14 persen dibanding upah April 2010, yaitu dari Rp37.844,- menjadi Rp37.897,- per hari. Secara riil mengalami peningkatan sebesar 0,05 persen1). Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Mei 2010 naik 0,12 persen dibanding upah April 2010, yaitu dari Rp57.217,- menjadi Rp57.285,- per hari. Secara riil turun sebesar 0,17 persen.

Download PDF