Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia September 2020 mencapai 153,50 ribu kunjungan.
2020-11-02
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia bulan September 2020 mengalami penurunan drastis sebesar 88,95 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan September 2019. Kondisi yang sama juga terjadi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Agustus 2020, dengan penurunan sebesar 5,94 persen. Secara kumulatif (Januari–September 2020), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,56 juta kunjungan atau turun sebesar 70,57 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 12,10 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2020 mencapai rata-rata 32,12 persen atau turun 21,40 poin dibandingkan dengan TPK bulan yang sama tahun 2019 yang tercatat sebesar 53,52 persen. Jika dibandingkan dengan TPK Agustus 2020, TPK bulan ini juga mengalami penurunan sebesar 0,81 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama September 2020 tercatat sebesar 1,73 hari, terjadi penurunan sebesar 0,11 poin jika dibandingkan dengan keadaan September 2019.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Oktober 2020 sebesar 102,25 atau naik 0,58 persen
2020-11-02
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Oktober 2020 sebesar 102,25 atau naik 0,58 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,81 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,23 persen.Secara nasional, NTP Januari–Oktober 2020 sebesar 101,36 dengan nilai It sebesar 107,02 sedangkan Ib sebesar 105,58.Pada Oktober 2020, NTP Provinsi Kep. Bangka Belitung mengalami kenaikan tertinggi (2,49 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Banten mengalami penurunan terbesar (1,13 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Oktober 2020 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,24 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada sepuluh kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Oktober 2020 sebesar 102,42 atau naik 0,66 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 1,56 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,59 persenDari 1.918 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama Oktober 2020, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 68,87 persen, gabah kering giling (GKG) 19,14 persen, dan gabah luar kualitas 11,99 persen.Selama Oktober 2020, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.815,- per kg atau turun 1,56 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.928,- per kg atau turun 1,34 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.406,- per kg atau naik 0,29 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.527,- per kg atau naik 0,13 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.602,- per kg atau naik 0,22 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.710,- per kg atau naik 0,72 persen.Dibandingkan Oktober 2019, rata-rata harga gabah pada Oktober 2020 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 3,94 persen, 1,87 persen, dan 2,98 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Oktober 2020 dibandingkan dengan Oktober 2019 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 3,73 persen, 1,70 persen, dan 2,44 persen.Pada Oktober2020,rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.813,- per kg, turun sebesar 0,59 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.463,- per kg atau naik sebesar 0,62 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.147,- per kg atau naik sebesar 1,33 persen.Selama Oktober 2020, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.074 observasi beras di penggilingan pada 810 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.Dibandingkan dengan Oktober 2019, rata-rata harga beras di penggilingan pada Oktober 2020 untuk kualitas premium dan medium masing-masing naik sebesar 1,59 persen dan 0,31 persen, sedangkan untuk beras luar kualitas turun sebesar 1,03 persen.
Download PDFPada Oktober 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,20 persen
2020-11-02
Pada Oktober 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,20 persen terhadap September 2020. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,46 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Oktober 2020 antara lain cabai merah, bawang merah, kelapa sawit, kelapa, daun bawang, minyak goreng, dan besi beton. Perubahan IHPB di tahun kalender 2020 adalah sebesar 0,80 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 1,39 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Oktober 2020 naik sebesar 0,21 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas besi beton, pipa PVC, lantai, batu bata, dan batu fondasi bangunan.
Download PDFHarga Produsen Mengalami Inflasi 0,85 persen di Triwulan III 2020
2020-11-02
Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan tiga sektor (Sektor Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, dan Industri Pengolahan) pada triwulan III-2020 naik 0,85 persen terhadap triwulan II-2020 (q-to-q) dan naik 0,34 persen terhadap triwulan III-2019 (y-on-y).IHP Sektor Pertanian triwulan III-2020 naik 0,36 persen terhadap triwulan II-2020 (q-to-q) dan naik 1,84 persen terhadap triwulan III-2019 (y-on-y). IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan III-2020 naik 5,75 persen dibandingkan triwulan II-2020 (q-to-q) dan turun 10,84 persen terhadap triwulan III-2019 (y-on-y). IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan III-2020 naik 0,43 persen terhadap triwulan II-2020 (q-to-q) dan naik 1,45 persen terhadap triwulan III-2019 (y-on-y). IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan III-2020 naik 0,24 persen dibandingkan dengan triwulan II-2020 (q-to-q) dan terhadap triwulan III- 2019 (y-on-y) naik 0,18 persen. IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan III-2020 tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan triwulan II-2020 (q-to-q) dan naik 0,57 persen terhadap triwulan III-2019 (y-on-y). IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan III-2020 naik 1,11 persen terhadap triwulan II-2020 (q-to-q) dan terhadap triwulan III-2019 (y-on-y) turun 1,63 persen. IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman triwulan III- 2020 naik 0,10 persen terhadap triwulan II-2020 (q-to-q) dan naik 0,24 persen terhadap triwulan III-2019 (y-on-y). IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan III-2020 naik 0,29 persen terhadap triwulan II-2020 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan III-2019 (y-on-y) naik 1,04 persen. IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan III-2020 naik 0,91 persen terhadap triwulan II-2020 (q-to-q) dan naik 1,57 persen terhadap triwulan III-2019 (y-on-y).
Download PDFInflasi terjadi pada Oktober 2020 sebesar 0,07 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,04 persen.
2020-11-02
Pada Oktober 2020 terjadi inflasi sebesar 0,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,92. Dari 90 kota IHK, 66 kota mengalami inflasi dan 24 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,04 persen dengan IHK sebesar 104,43 dan terendah terjadi di DKI Jakarta, Cirebon, Bekasi, dan Jember masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 105,40; 102,50; 106,95; dan 104,65. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,81 persen dengan IHK sebesar 105,12 dan terendah terjadi di Surabaya sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 104,03.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,29 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,09 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,15 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,04 persen; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,19 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,03 persen; kelompok transportasi sebesar 0,14 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,11 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober) 2020 sebesar 0,95 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2020 terhadap Oktober 2019) sebesar 1,44 persen.Komponen inti pada Oktober 2020 mengalami inflasi sebesar 0,04 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari– Oktober) 2020 sebesar 1,50 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Oktober 2020 terhadap Oktober 2019) sebesar 1,74 persen.
Download PDFLuas panen dan produksi padi pada tahun 2020 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2019 masing-masing sebesar 1,02 dan 1,02 persen.
2020-10-15
Luas panen padi pada 2020 diperkirakan sebesar 10,79 juta hektar, mengalami kenaikan sebanyak 108,93 ribu hektar atau 1,02 persen dibandingkan luas panen tahun 2019 yang sebesar 10,68 juta hektar.Produksi padi pada 2020 diperkirakan sebesar 55,16 juta ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 556,51 ribu ton atau 1,02 persen dibandingkan produksi di tahun 2019 yang sebesar 54,60 juta ton GKG. Jika potensi produksi padi pada 2020 dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada 2020 diperkirakan sebesar 31,63 juta ton, mengalami kenaikan sebanyak 314,10 ribu ton atau 1,00 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 31,31 juta ton.
Download PDFUpah Nominal Harian Buruh Tani Nasional September 2020 Naik Sebesar 0,08 Persen
2020-10-15
• Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan. • Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja. • Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan. • Upah nominal harian buruh tani nasional pada September 2020 naik sebesar 0,08 persen dibanding upah buruh tani Agustus 2020, yaitu dari Rp55.677,00 menjadi Rp55.719,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,15 persen. • Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada September 2020 naik 0,98 persen dibanding Agustus 2020, yaitu dari Rp89.872,00 menjadi Rp90.753,00 per hari. Sementara upah riil mengalami kenaikan sebesar 1,03 persen.
Download PDFEkspor September 2020 Mencapai US$14,01 Miliar dan Impor September 2020 sebesar US$11,57 Miliar
2020-10-15
EKSPOR Nilai ekspor Indonesia September 2020 mencapai US$14,01 miliar atau meningkat 6,97 persen dibanding ekspor Agustus 2020. Sementara dibanding September 2019 menurun 0,51 persen. Ekspor nonmigas September 2020 mencapai US$13,31 miliar, naik 6,47 persen dibanding Agustus 2020. Demikian juga jika dibanding ekspor nonmigas September 2019, naik 0,21 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–September 2020 mencapai US$117,19 miliar atau menurun 5,81 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$111,25 miliar atau menurun 3,82 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas September 2020 terhadap Agustus 2020 terjadi pada besi dan baja sebesar US$266,0 juta (32,48 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada logam mulia, perhiasan/permata sebesar US$113,2 juta (13,32 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– September 2020 turun 0,25 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 23,96 persen, sementara ekspor hasil pertanian naik 9,70 persen. Ekspor nonmigas September 2020 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,63 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,69 miliar dan Jepang US$1,06 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 40,41 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$0,99 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–September 2020 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$19,11 miliar (16,31 persen), diikuti Jawa Timur US$15,20 miliar (12,97 persen) dan Kalimantan Timur US$9,57 miliar (8,17 persen). IMPOR Nilai impor Indonesia September 2020 mencapai US$11,57 miliar atau naik 7,71 persen dibandingkan Agustus 2020, namun dibandingkan September 2019 turun 18,88 persen. Impor nonmigas September 2020 mencapai US$10,40 miliar atau naik 6,18 persen dibandingkan Agustus 2020, namun dibandingkan September 2019 turun 17,94 persen. Impor migas September 2020 senilai US$1,17 miliar atau naik 23,50 persen dibandingkan Agustus 2020, namun dibandingkan September 2019 turun 26,31 persen. Peningkatan impor nonmigas terbesar September 2020 dibandingkan Agustus 2020 adalah golongan mesin dan peralatan mekanis senilai US$104,2 juta (6,28 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan bijih, terak, dan abu logam senilai US$24,0 juta (32,77 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–September 2020 adalah Tiongkok senilai US$28,22 miliar (30,32 persen), Jepang US$8,08 miliar (8,68 persen), dan Singapura US$6,03 miliar (6,48 persen). Impor nonmigas dari ASEAN senilai US$17,34 miliar (18,63 persen) dan Uni Eropa senilai US$7,37 miliar (7,92 persen). Nilai impor seluruh golongan penggunaan barang selama Januari–September 2020 turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada golongan barang konsumsi (9,36 persen), bahan baku/penolong (18,86 persen), dan barang modal (19,83 persen).
Download PDFJumlah kunjungan wisman ke Indonesia Agustus 2020 mencapai 164,97 ribu kunjungan.
2020-10-01
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia bulan Agustus 2020 mengalami penurunan yang signifikan sebesar 89,22 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada Agustus 2019. Sementara itu, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Juli 2020, jumlah kunjungan wisman mengalami kenaikan sebesar 4,45 persen. Secara kumulatif (Januari–Agustus 2020), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,41 juta kunjungan atau turun 68,17 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 10,71 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Agustus 2020 mencapai rata-rata 32,93 persen atau turun 21,21 poin dibandingkan dengan TPK bulan yang sama tahun 2019 yang tercatat sebesar 54,14 persen. Namun jika dibandingkan dengan TPK Juli 2020, angka ini mengalami kenaikan sebesar 4,86 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Agustus 2020 tercatat sebesar 1,64 hari, terjadi penurunan sebesar 0,2 poin jika dibandingkan keadaan Agustus 2019.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) September 2020 sebesar 101,66 atau naik 0,99 persen
2020-10-01
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. NTP nasional September 2020 sebesar 101,66 atau naik 0,99 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,98 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami penurunan sebesar 0,02 persen. Secara nasional, NTP Januari–September 2020 sebesar 101,26 dengan nilai It sebesar 106,89 sedangkan Ib sebesar 105,55. Pada September 2020,NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (3,48 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi DI Yogyakarta mengalami penurunan terbesar (0,67 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Pada September 2020 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,07 persen yang disebabkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional September 2020 sebesar 101,74 atau naik 0,90 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 1,53 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,92 persenDari 1.759 transaksi penjualan gabah di 29 provinsi selama September 2020, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 65,66 persen, gabah kering giling (GKG) 17,85 persen, dan gabah luar kualitas 16,49 persen. Selama September 2020, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.891,- per kg atau naik 1,53 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.996,- per kg atau naik 1,85 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.390,- per kg atau turun 0,12 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.519,- per kg atau naik 0,06 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.592,- per kg atau naik 2,10 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.677,- per kg atau naik 1,90 persen. Dibandingkan September 2019, rata-rata harga gabah pada September 2020 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 0,28 persen, 0,03 persen, dan 1,45 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada September 2020 dibandingkan dengan September 2019 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 0,32 persen, 0,04 persen, dan 1,55 persen. PadaSeptember2020,rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.871,- per kg, turun sebesar 0,92 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.405,- per kg atau naik sebesar 0,75 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.026,- per kg atau naik sebesar 0,44 persen. Selama September 2020, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.093 observasi beras di penggilingan pada 825 perusahaan penggilingan di 31 provinsi. Dibandingkan dengan September 2019, rata-rata harga beras di penggilingan pada September 2020 untuk kualitas premium dan kualitas medium masing-masing naik sebesar 2,88 persen dan 1,11 persen, sedangkan untuk beras luar kualitas turun 1,25 persen.
Download PDF