Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Ekspor Juni 2020 Mencapai US$12,03 Miliar dan Impor Juni 2020 sebesar US$10,76 Miliar
2020-07-15
EKSPOR Nilai ekspor Indonesia Juni 2020 mencapai US$12,03 miliar atau meningkat 15,09 persen dibanding ekspor Mei 2020. Demikian juga dibanding Juni 2019 meningkat 2,28 persen. Ekspor nonmigas Juni 2020 mencapai US$11,45 miliar, naik 15,73 persen dibanding Mei 2020. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Juni 2019, naik 3,63 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Juni 2020 mencapai US$76,41 miliar atau menurun 5,49 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$72,43 miliar atau menurun 3,60 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Juni 2020 terhadap Mei 2020 terjadi pada mesin dan perlengkapan elektrik sebesar US$197,2 juta (39,39 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada besi dan baja sebesar US$142,6 juta (16,74 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Juni 2020 turun 0,41 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 20,71 persen, sementara ekspor hasil pertanian naik 9,60 persen. Ekspor nonmigas Juni 2020 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,43 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,37 miliar dan Jepang US$0,99 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,88 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,00 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Juni 2020 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$12,44 miliar (16,29 persen), diikuti Jawa Timur US$9,47 miliar (12,39 persen) dan Kalimantan Timur US$6,84 miliar (8,95 persen).IMPORNilai impor Indonesia Juni 2020 mencapai US$10,76 miliar atau naik 27,56 persen dibandingkan Mei 2020, namun dibandingkan Juni 2019 turun 6,36 persen. Impor nonmigas Juni 2020 mencapai US$10,09 miliar atau naik 29,64 persen dibandingkan Mei 2020. Dibandingkan Juni 2019 juga naik 3,12 persen. Impor migas Juni 2020 senilai US$0,68 miliar atau naik 2,98 persen dibandingkan Mei 2020, namun dibandingkan Juni 2019 turun 60,47 persen. Peningkatan impor nonmigas terbesar Juni 2020 dibandingkan Mei 2020 adalah golongan mesin dan peralatan mekanis senilai US$432,4 juta (33,98 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan pupuk senilai US$38,7 juta (31,34 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juni 2020 adalah Tiongkok senilai US$18,14 miliar (28,63 persen), Jepang US$6,09 miliar (9,61 persen), dan Singapura US$4,21 miliar (6,64 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$12,27 miliar (19,37 persen) dan Uni Eropa US$5,00 miliar (7,89 persen). Nilai impor seluruh golongan penggunaan barang selama Januari–Juni 2020 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada golongan barang konsumsi (3,77 persen), bahan baku/ penolong (15,00 persen), dan barang modal (16,82 persen).
Download PDFJumlah kunjungan wisman ke Indonesia Mei 2020 mencapai 163,65 ribu kunjungan.
2020-07-01
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Mei 2020 mengalami penurunan sebesar 86,90 persen dibanding jumlah kunjungan pada Mei 2019. Selain itu, jika dibandingkan dengan April 2020, jumlah kunjungan wisman pada Mei 2020 mengalami kenaikan sebesar 3,10 persen. Secara kumulatif (Januari–Mei 2020), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 2,93 juta kunjungan atau turun 53,36 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 6,28 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Mei 2020 mencapai rata-rata 14,45 persen atau turun 29,08 poin dibandingkan dengan TPK Mei 2019 yang tercatat sebesar 43,53 persen. Selain itu, jika dibanding TPK April 2020, TPK hotel klasifikasi bintang pada Mei 2020 mengalami kenaikan sebesar 1,78 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Mei 2020 tercatat sebesar 1,86 hari, terjadi penurunan sebesar 0,07 poin jika dibandingkan keadaan Mei 2019.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Juni 2020 sebesar 99,60 atau naik 0,13 persen
2020-07-01
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Juni 2020 sebesar 99,60 atau naik 0,13 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,23 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,11 persen.Pada Juni 2020, NTP Provinsi Jambi mengalami kenaikan terbesar (2,63 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kalimantan Barat mengalami penurunan tertinggi (2,33 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Juni 2020 terjadi perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,08 persen disebabkan oleh naiknya sembilan dari sebelas kelompok pembentuk indeks konsumsi rumah tangga.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juni 2020 sebesar 100,25 atau naik 0,08 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 2,11 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 0,94 persenDari 1.732 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama Juni 2020, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 58,60 persen, gabah kering giling (GKG) 24,48 persen, dan gabah luar kualitas 16,92 persen.Selama Juni 2020, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.720,- per kg atau naik 2,11 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.819,- per kg atau naik 1,88 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.845,- per kg atau naik 4,61 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.958,- per kg atau naik 4,39 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.374,- per kg atau naik 4,28 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.469,- per kg atau naik 4,31 persen.Dibandingkan Juni 2019, rata-rata harga gabah pada Juni 2020 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 3,70 persen, 11,43 persen dan 4,44 persen. Di tingkat penggilingan, rata- rata harga pada Juni 2020 dibandingkan dengan Juni 2019 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing- masing naik sebesar 3,51 persen, 11,14 persen dan 4,23 persen.Pada Juni 2020, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.919,- per kg, naik sebesar 0,94 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.445,- per kg atau turun sebesar 0,85 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp8.926,- per kg atau turun sebesar 0,52 persen.Selama Juni 2020, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.046 observasi beras di penggilingan pada 807 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.Dibandingkan dengan Juni 2019, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juni 2020 untuk kualitas premium dan kualitas medium masing-masing naik sebesar 4,24 persen, dan 3,04 persen, sedangkan untuk beras luar kualitas turun 0,95 persen.
Download PDFJuni 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,16 persen
2020-07-01
Pada Juni 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,16 persen terhadap Mei 2020. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,22 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juni 2020 antara lain ayam ras, telur ayam ras, ayam buras, daging ayam ras, dan tepung terigu. Perubahan IHPB di tahun kalender 2020 adalah sebesar 0,77 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 0,83 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juni 2020 naik sebesar 0,02 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas solar industri, batu split, barang dari logam aluminium siap pasang untuk bangunan, kayu lapis, dan lantai.
Download PDFPada Juni 2020 terjadi inflasi sebesar 0,18 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 1,33 persen.
2020-07-01
Pada Juni 2020 terjadi inflasi sebesar 0,18 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,06. Dari 90 kota IHK, 76 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 1,33 persen dengan IHK sebesar 104,80 dan terendah terjadi di Makassar sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 105,51. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Ternate sebesar 0,34 persen dengan IHK sebesar 105,43 dan terendah terjadi di Padangsidimpuan sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 105,38.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkann oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,47 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen; kelompok transportasi sebesar 0,41 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,13 persen; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,28 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen; kelompok perlengkapan,peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,03 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,08 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pendidikan.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juni) 2020 sebesar 1,09 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2020 terhadap Juni 2019) sebesar 1,96 persen.Komponen inti pada Juni 2020 mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Juni) 2020 sebesar 0,86 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juni 2020 terhadap Juni 2019) sebesar 2,26 persen.
Download PDFUpah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Mei 2020 Naik Sebesar 0,14 Persen
2020-06-15
Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.Upah nominal harian buruh tani nasional pada Mei 2020 naik sebesar 0,14 persen dibanding upah buruh tani April 2020, yaitu dari Rp 55.318,00 menjadi Rp 55.396,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,21 persen.Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Mei 2020 naik 0,01 persen dibanding upah April 2020, yaitu dari Rp89.675,00 menjadi Rp 89.684,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,06 persen.
Download PDFEkspor Mei 2020 Mencapai US$10,53 Miliar dan Impor Mei 2020 sebesar US$8,44 Miliar
2020-06-15
EKSPORNilai ekspor Indonesia Mei 2020 mencapai US$10,53 miliar atau menurun 13,40 persen dibanding ekspor April 2020. Demikian juga dibanding Mei 2019 menurun 28,95 persen. Ekspor nonmigas Mei 2020 mencapai US$9,88 miliar, turun 14,81 persen dibanding April 2020. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Mei 2019, turun 27,81 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Mei 2020 mencapai US$64,46 miliar atau menurun 5,96 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$60,97 miliar atau menurun 3,50 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Mei 2020 terhadap April 2020 terjadi pada logam mulia, perhiasan/permata sebesar US$382,5 juta (40,90 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada besi dan baja sebesar US$130,6 juta (18,11 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Mei 2020 turun 0,08 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 21,02 persen, sementara ekspor hasil pertanian naik 5,63 persen. Ekspor nonmigas Mei 2020 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,21 miliar, disusul ekspor ke Amerika Serikat sebesar US$1,09 miliar dan ke Jepang sebesar US$0,83 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,82 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$0,89 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Mei 2020 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$10,48 miliar (16,26 persen), diikuti Jawa Timur dengan nilai US$7,97 miliar (12,36 persen) dan Kalimantan Timur dengan nilai US$5,95 miliar (9,22 persen).IMPORNilai impor Indonesia Mei 2020 mencapai US$8,44 miliar atau turun 32,65 persen dibanding April 2020, demikian juga apabila dibandingkan Mei 2019 turun 42,20 persen. Impor nonmigas Mei 2020 mencapai US$7,78 miliar atau turun 33,36 persen dibanding April 2020. Apabila dibandingkan Mei 2019 juga turun 37,34 persen. Impor migas Mei 2020 mencapai US$0,66 miliar atau turun 23,04 persen dibanding April 2020, demikian juga apabila dibandingkan Mei 2019 turun 69,87 persen. Penurunan impor nonmigas terbesar Mei 2020 dibanding April 2020 adalah golongan mesin dan peralatan mekanis sebesar US$560,0 juta (30,56 persen), sedangkan peningkatan terbesar adalah golongan kendaraan udara dan bagiannya sebesar US$22,8 juta (198,26 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Mei 2020 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$14,99 miliar (28,13 persen), Jepang dengan nilai US$5,35 miliar (10,04 persen), dan Singapura dengan nilai US$3,51 miliar (6,59 persen). Impor nonmigas dari ASEAN sebesar US$10.555,7 juta (19,81 persen), sementara dari Uni Eropa sebesar US$4.122,1 juta (7,73 persen). Nilai impor seluruh golongan penggunaan selama Januari–Mei 2020 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada golongan barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal masingmasing 10,32 persen, 15,28 persen, dan 19,75 persen..
Download PDFIndeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia Tahun 2020 Meningkat Dibandingkan IPAK 2019
2020-06-15
Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia tahun 2020 sebesar 3,84 pada skala 0 sampai 5. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2019 sebesar 3,70. Nilai indeks semakin mendekati 5 menunjukkan bahwa masyarakat berperilaku semakin anti korupsi, sebaliknya nilai IPAK yang semakin mendekati 0 menunjukkan bahwa masyarakat berperilaku semakin permisif terhadap korupsi. Indeks Perilaku Anti Korupsi disusun berdasarkan dua dimensi, yaitu Dimensi Persepsi dan Dimensi Pengalaman. Pada tahun 2020, nilai Indeks Persepsi sebesar 3,68, menurun sebesar 0,12 poin dibandingkan Indeks Persepsi tahun 2019 (3,80). Sebaliknya, Indeks Pengalaman tahun 2020 (3,91) naik sebesar 0,26 poin dibanding indeks pengalaman tahun 2019 (3,65). Pada tahun 2020, IPAK masyarakat perkotaan lebih tinggi (3,87) dibanding masyarakat perdesaan (3,81). Semakin tinggi pendidikan, masyarakat cenderung semakin anti korupsi. Pada tahun 2020, IPAK masyarakat berpendidikan di bawah SLTA sebesar 3,80; SLTA sebesar 3,88; dan di atas SLTA sebesar 3,97. Masyarakat pada usia 40 tahun ke bawah paling anti korupsi dibanding kelompok usia lain. Tahun 2020, IPAK masyarakat berusia di bawah 40 tahun sebesar 3,85; usia 40–59 tahun sebesar 3,84; dan usia 60 tahun atau lebih sebesar 3,82.
Download PDFJumlah kunjungan wisman ke Indonesia April 2020 mencapai 160,04 ribu kunjungan
2020-06-02
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia April 2020 mengalami penurunan sebesar 87,44 persen dibanding jumlah kunjungan pada April 2019. Selain itu, jika dibandingkan dengan Maret 2020, jumlah kunjungan wisman pada April 2020 juga mengalami penurunan sebesar 66,02 persen. Secara kumulatif (Januari–April 2020), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 2,77 juta kunjungan atau turun 45,01 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 5,03 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada April 2020 mencapai rata-rata 12,67 persen atau turun 41,23 poin dibandingkan dengan TPK April 2019 yang tercatat sebesar 53,90 persen. Selain itu, jika dibanding TPK Maret 2020, TPK hotel klasifikasi bintang pada April 2020 juga mengalami penurunan sebesar 19,57 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama April 2020 tercatat sebesar 1,93 hari, terjadi kenaikan sebesar 0,10 poin jika dibandingkan keadaan April 2019.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Mei 2020 Sebesar 99,47 Atau Turun 0,85 Persen
2020-06-02
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Mei 2020 sebesar 99,47 atau turun 0,85 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 0,86 persen, lebih besar dari penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,01 persen.Pada Mei 2020, NTP Provinsi Jambi mengalami penurunan terbesar (3,53 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kalimantan Barat mengalami kenaikan tertinggi (1,04 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.Pada Mei 2020 terjadi perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar -0,07 persen disebabkan oleh turunnya indeks di Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Mei 2020 sebesar 100,16 atau turun 0,96 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 0,50 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 1,91 persenDari 2.073 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama Mei 2020, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 72,79 persen, gabah kering giling (GKG) 14,47 persen, dan gabah luar kualitas 12,74 persen.Selama Mei 2020, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.623,- per kg atau naik 0,50 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.730,- per kg atau naik 0,82 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.588,- per kg atau turun 1,47 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.707,- per kg atau turun 1,74 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.194,- per kg atau turun 1,11 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.285,- per kg atau turun 0,92 persen.Dibandingkan Mei 2019, rata-rata harga gabah pada Mei 2020 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 6,12 persen, 8,04 persen dan 4,28 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Mei 2020 dibandingkan dengan Mei 2019 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 6,39 persen, 7,72 persen dan 4,03 persen.Pada Mei 2020, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.827,- per kg, turun sebesar 1,91 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.527,- per kg atau turun sebesar 1,49 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp8.973,- per kg atau turun sebesar 0,18 persen.Selama Mei 2020, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.104 observasi beras di penggilingan pada 835 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.Dibandingkan dengan Mei 2019, rata-rata harga beras di penggilingan pada Mei 2020 untuk kualitas premium, kualitas medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 3,85 persen, 4,20 persen dan 0,21 persen.
Download PDF