Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Pada September 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional turun 0,02 persen
2020-10-01
Pada September 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional turun sebesar 0,02 persen terhadap Agustus 2020. Penurunan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,33 persen. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada September 2020 antara lain telur ayam ras, daun bawang, wortel, tembakau, cabai hijau, tembakau olahan, dan daging ayam ras. Perubahan IHPB di tahun kalender 2020 adalah sebesar 0,60 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 1,10 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada September 2020 naik sebesar 0,19 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas atap dan sejenisnya, besi konstruksi bangunan, besi beton, kawat dan sejenisnya, dan pasir.
Download PDFDeflasi terjadi pada September 2020 sebesar 0,05 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 0,83 persen.
2020-10-01
Pada September 2020 terjadi deflasi sebesar 0,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,85. Dari 90 kota IHK, 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 0,83 persen dengan IHK sebesar 106,50 dan terendah terjadi di Bukittinggi, Jember, dan Singkawang masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 103,25; 104,64; dan 102,48. Sementara inflasi tertinggi terjadi di Gunungsitoli sebesar 1,00 persen dengan IHK sebesar 104,96 dan terendah terjadi di Pekanbaru dan Pontianak masingmasing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 103,44 dan 105,50.Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,37 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen; kelompok transportasi sebesar 0,33 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,15 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,16 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,62 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,13 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,25 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–September) 2020 sebesar 0,89 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2020 terhadap September 2019) sebesar 1,42 persen.Komponen inti pada September 2020 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–September) 2020 sebesar 1,46 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (September 2020 terhadap September 2019) sebesar 1,86 persen.
Download PDFUpah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Agustus 2020 Naik Sebesar 0,12 Persen
2020-09-15
• Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan. • Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja. • Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan. • Upah nominal harian buruh tani nasional pada Agustus 2020 naik sebesar 0,12 persen dibanding upah buruh tani Juli 2020, yaitu dari Rp55.613,00 menjadi Rp55.677,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,40 persen. • Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Agustus 2020 naik 0,08 persen dibanding upah Juli 2020, yaitu dari Rp89.800,00 menjadi Rp89.872,00 per hari. Sementara upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen.
Download PDFEkspor Agustus 2020 Mencapai US$13,07 Miliar dan Impor Agustus 2020 sebesar US$10,74 Miliar
2020-09-15
EKSPORNilai ekspor Indonesia Agustus 2020 mencapai US$13,07 miliar atau menurun 4,62 persen dibanding ekspor Juli 2020. Sementara dibanding Agustus 2019 menurun 8,36 persen. Ekspor nonmigas Agustus 2020 mencapai US$12,46 miliar, turun 4,35 persen dibanding Juli 2020. Sementara jika dibanding ekspor nonmigas Agustus 2019, turun 7,16 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Agustus 2020 mencapai US$103,16 miliar atau menurun 6,51 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$97,90 miliar atau menurun 4,38 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Agustus 2020 terhadap Juli 2020 terjadi pada logam mulia, perhiasan/permata sebesar US$169,6 juta (16,62 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, terak, dan abu logam sebesar US$102,2 juta (50,22 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Agustus 2020 turun 1,18 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 22,45 persen, sementara ekspor hasil pertanian naik 8,59 persen. Ekspor nonmigas Agustus 2020 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,46 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,62 miliar dan Jepang US$0,98 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 40,68 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,02 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Agustus 2020 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$16,79 miliar (16,28 persen), diikuti Jawa Timur US$13,36 miliar (12,95 persen) dan Kalimantan Timur US$8,70 miliar (8,44 persen).IMPOR Nilai impor Indonesia Agustus 2020 mencapai US$10,74 miliar atau naik 2,65 persen dibandingkan Juli 2020, namun dibandingkan Agustus 2019 turun 24,19 persen. Impor nonmigas Agustus 2020 mencapai US$9,79 miliar atau naik 3,01 persen dibandingkan Juli 2020, namun dibandingkan Agustus 2019 turun 21,91 persen. Impor migas Agustus 2020 senilai US$0,95 miliar atau turun 0,88 persen dibandingkan Juli 2020. Demikian pula jika dibandingkan Agustus 2019 turun 41,75 persen. Peningkatan impor nonmigas terbesar Agustus 2020 dibandingkan Juli 2020 adalah golongan besi dan baja senilai US$89,2 juta (23,31 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal, perahu, dan struktur terapung senilai US$60,8 juta (40,96 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Agustus 2020 adalah Tiongkok senilai US$24,72 miliar (29,90 persen), Jepang US$7,31 miliar (8,84 persen), dan Singapura US$5,41 miliar (6,55 persen). Impor nonmigas dari ASEAN senilai US$15,61 miliar (18,89 persen) dan Uni Eropa senilai US$6,61 miliar (7,99 persen). Nilai impor seluruh golongan penggunaan barang selama Januari–Agustus 2020 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada golongan barang konsumsi (7,86 persen), bahan baku/ penolong (18,85 persen), dan barang m odal (20,13 persen).
Download PDFJumlah kunjungan wisman ke Indonesia Juli 2020 mencapai 159,76 ribu kunjungan.
2020-09-01
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Juli 2020 mengalami penurunan sebesar 89,12 persen dibanding jumlah kunjungan pada Juli 2019. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Juni 2020, jumlah kunjungan wisman pada Juli 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,95 persen. Secara kumulatif (Januari–Juli 2020), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 3,25 juta kunjungan atau turun 64,64 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 9,18 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Juli 2020 mencapai rata-rata 28,07 persen atau turun 28,66 poin dibandingkan dengan TPK Juli 2019 yang tercatat sebesar 56,73 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK Juni 2020, TPK hotel klasifikasi bintang pada Juli 2020 mengalami kenaikan sebesar 8,37 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Juli 2020 tercatat sebesar 1,66 hari, terjadi penurunan sebesar 0,14 poin jika dibandingkan keadaan Juli 2019.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2020 sebesar 100,65 atau naik 0,56 persen
2020-09-01
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Agustus 2020 sebesar 100,65 atau naik 0,56 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,39 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami penurunan sebesar 0,17 persen.Secara nasional, NTP Januari–Agustus 2020 sebesar 101,21 dengan nilai It sebesar 106,84 sedangkan Ib sebesar 105,55.Pada Agustus 2020, NTP Provinsi Kep. Bangka Belitung mengalami kenaikan tertinggi (3,64 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Maluku mengalami penurunan terbesar (1,21 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Agustus 2020 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,28 persen yang disebabkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Agustus 2020 sebesar 100,84 atau naik 0,31 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 0,61 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 0,31 persenDari 1.840 transaksi penjualan gabah di 29 provinsi selama Agustus 2020, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 62,83 persen, gabah kering giling (GKG) 19,02 persen, dan gabah luar kualitas 18,15 persen.Selama Agustus 2020, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.818,- per kg atau naik 0,61 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.905,- per kg atau naik 0,45 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.396,- per kg atau turun 1,01 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.516,- per kg atau turun 1,51 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.497,- per kg atau naik 2,53 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.590,- per kg atau naik 2,30 persen.Dibandingkan Agustus 2019, rata-rata harga gabah pada Agustus 2020 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan GKG masing-masing naik sebesar 1,24 persen dan 1,65 persen. Sedangkan gabah luar kualitas turun sebesar 1,17 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Agustus 2020 dibandingkan dengan Agustus 2019 untuk kualitas GKP dan GKG masing-masing naik sebesar 1,02 persen dan 1,72 persen. Sedangkan gabah luar kualitas turun sebesar 1,14 persen.Pada Agustus 2020, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.963,- per kg, naik sebesar 0,31 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.335,- per kg atau naik sebesar 0,20 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp8.986,- per kg atau naik sebesar 0,75 persen.Selama Agustus 2020, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.073 observasi beras di penggilingan pada 818 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.Dibandingkan dengan Agustus 2019, rata-rata harga beras di penggilingan pada Agustus 2020 untuk kualitas premium dan kualitas medium masing-masing naik sebesar 4,54 persen dan 1,21 persen, sedangkan untuk beras luar kualitas turun 0,68 persen.
Download PDFPada Agustus 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional turun 0,07 persen
2020-09-01
Pada Agustus 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional turun sebesar 0,07 persen terhadap Juli 2020. Penurunan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,12 persen. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada Agustus 2020 antara lain ayam ras, wortel, bawang merah, tomat, kubis/kol, daging ayam ras, dan gula pasir. Perubahan IHPB di tahun kalender 2020 adalah sebesar 0,61 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 0,75 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Agustus 2020 naik sebesar 0,29 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas besi beton, semen, solar industri, rangka atap baja, dan besi konstruksi bangunan.
Download PDFDeflasi terjadi pada Agustus 2020 sebesar 0,05 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 0,92 persen.
2020-09-01
Pada Agustus 2020 terjadi deflasi sebesar 0,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,90. Dari 90 kota IHK, 53 kota mengalami deflasi dan 37 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kupang sebesar 0,92 persen dengan IHK sebesar 102,48 dan terendah terjadi di Sibolga, Tembilahan, Bekasi, dan Banyuwangi masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 103,05; 105,06; 106,97; dan 103,49. Sementara inflasi tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 0,88 persen dengan IHK sebesar 107,53 dan terendah terjadi di Batam, Kediri, dan Kotamobagu masing-masing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar 103,24; 104,51; dan 105,93.Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,86 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,14 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks adalah kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,07 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,06 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,57 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,13 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,02 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Agustus) 2020 sebesar 0,93 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2020 terhadap Agustus 2019) sebesar 1,32 persen.Komponen inti pada Agustus 2020 mengalami inflasi sebesar 0,29 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Agustus) 2020 sebesar 1,32 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Agustus 2020 terhadap Agustus 2019) sebesar 2,03 persen.
Download PDFUpah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Juli 2020 Naik Sebesar 0,20 Persen
2020-08-18
• Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan. • Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja. • Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan. • Upah nominal harian buruh tani nasional pada Juli 2020 naik sebesar 0,20 persen dibanding upah buruh tani Juni 2020, yaitu dari Rp55.503,00 menjadi Rp55.613,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,32 persen. • Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Juli 2020 naik 0,07 persen dibanding upah Juni 2020, yaitu dari Rp89.737,00 menjadi Rp89.800,00 per hari. Sementara upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen.
Download PDFEkspor Juli 2020 Mencapai US$13,73 Miliar dan Impor Juli 2020 sebesar US$10,47 Miliar
2020-08-18
EKSPOR Nilai ekspor Indonesia Juli 2020 mencapai US$13,73 miliar atau meningkat 14,33 persen dibanding ekspor Juni 2020. Sementara dibanding Juli 2019 menurun 9,90 persen. Ekspor nonmigas Juli 2020 mencapai US$13,03 miliar, naik 13,86 persen dibanding Juni 2020. Sementara jika dibanding ekspor nonmigas Juli 2019, turun 5,87 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Juli 2020 mencapai US$90,12 miliar atau menurun 6,21 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$85,44 miliar atau menurun 3,96 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Juli 2020 terhadap Juni 2020 terjadi pada logam mulia, perhiasan/permata sebesar US$452,7 juta (79,79 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bijih, terak, dan abu logam sebesar US$100,5 juta (33,07 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Juli 2020 turun 0,67 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 22,14 persen, sementara ekspor hasil pertanian naik 9,92 persen. Ekspor nonmigas Juli 2020 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$2,53 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,61 miliar dan Jepang US$1,05 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 39,82 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,05 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Juli 2020 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$14,65 miliar (16,26 persen), diikuti Jawa Timur US$11,54 miliar (12,81 persen) dan Kalimantan Timur US$7,80 miliar (8,65 persen).IMPOR Nilai impor Indonesia Juli 2020 mencapai US$10,47 miliar atau turun 2,73 persen dibandingkan Juni 2020, dan dibandingkan Juli 2019 turun 32,55 persen. Impor nonmigas Juli 2020 mencapai US$9,51 miliar atau turun 5,70 persen dibandingkan Juni 2020. Dibandingkan Juli 2019 juga turun 30,95 persen. Impor migas Juli 2020 senilai US$0,96 miliar atau naik 41,53 persen dibandingkan Juni 2020, namun dibandingkan Juli 2019 turun 45,19 persen. Penurunan impor nonmigas terbesar Juli 2020 dibandingkan Juni 2020 adalah golongan kendaraan dan bagiannya senilai US$157,9 juta (42,77 persen), sedangkan peningkatan terbesar adalah golongan mesin dan perlengkapan elektrik senilai US$220,9 juta (15,77 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juli 2020 adalah Tiongkok senilai US$21,36 miliar (29,31 persen), Jepang US$6,75 miliar (9,26 persen), dan Singapura US$4,86 miliar (6,66 persen). Impor nonmigas dari ASEAN senilai US$13,94 miliar (19,12 persen) dan Uni Eropa senilai US$5,77 miliar (7,91 persen). Nilai impor seluruh golongan penggunaan barang selama Januari–Juli 2020 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada golongan barang konsumsi (7,15 persen), bahan baku/ penolong (17,99 persen), dan barang modal (18,98 persen).
Download PDF