Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Pada April 2020 terjadi inflasi sebesar 0,08 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Baubau sebesar 0,88 persen

Pada April 2020 terjadi inflasi sebesar 0,08 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Baubau sebesar 0,88 persen

2020-05-04

Pada April 2020 terjadi inflasi sebesar 0,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,80. Dari 90 kota IHK, 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Baubau sebesar 0,88 persen dengan IHK sebesar 103,16 dan terendah terjadi di Cirebon, Depok, dan Balikpapan masing-masing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar 102,74; 105,84; dan 103,27. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang sebesar 0,92 persen dengan IHK sebesar 102,31 dan terendah terjadi di Bogor dan Semarang masing-masing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar 105,93 dan 104,86. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,09 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,04 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,09 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,23 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,03 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,18 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,20 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok transportasi sebesar 0,42 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,34 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan yaitu kelompok pendidikan. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–April) 2020 sebesar 0,84 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2020 terhadap April 2019) sebesar 2,67 persen. Komponen inti pada April 2020 mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari– April) 2020 sebesar 0,79 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (April 2020 terhadap April 2019) sebesar 2,85 persen.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Maret 2020 Naik Sebesar 0,15 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Maret 2020 Naik Sebesar 0,15 Persen

2020-04-15

• Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.• Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.• Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.• Upah nominal harian buruh tani nasional pada Maret 2020 naik sebesar 0,15 persen dibanding upah buruh tani Februari 2020, yaitu dari Rp55.173,00 menjadi Rp55.254,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami penurunan sebesar 0,04 persen.• Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Maret 2020 naik 0,05 persen dibanding upah Februari 2020, yaitu dari Rp89.621,00 menjadi Rp89.666,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,05 persen.

Download PDF
Ekspor Maret 2020 Mencapai US$14,09 Miliar dan Impor Maret 2020 sebesar US$13,35 Miliar

Ekspor Maret 2020 Mencapai US$14,09 Miliar dan Impor Maret 2020 sebesar US$13,35 Miliar

2020-04-15

EKSPOR Nilai ekspor Indonesia Maret 2020 mencapai US$14,09 miliar atau meningkat 0,23 persen dibanding ekspor Februari 2020. Sementara dibanding Maret 2019 menurun 0,20 persen. Ekspor nonmigas Maret 2020 mencapai US$13,42 miliar, naik 1,24 persen dibanding Februari 2020. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Maret 2019, naik 3,38 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Maret 2020 mencapai US$41,79 miliar atau meningkat 2,91 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$39,49 miliar atau meningkat 6,39 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Maret 2020 terhadap Februari 2020 terjadi pada besi dan baja sebesar US$220,9 juta (36,19 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada kendaraan dan bagiannya sebesar US$93,8 juta (12,50 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Maret 2020 naik 10,11 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 16,23 persen, sementara ekspor hasil tambang dan lainnya turun 12,33 persen. Ekspor nonmigas Maret 2020 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu sebesar US$1,98 miliar, disusul Amerika Serikat sebesar US$1,57 miliar dan Jepang sebesar US$1,14 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,99 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,22 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Maret 2020 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$7,17 miliar (17,16 persen), diikuti Jawa Timur dengan nilai US$4,99 miliar (11,95 persen) dan Kalimantan Timur dengan nilai US$3,85 miliar (9,22 persen).IMPORNilai impor Indonesia Maret 2020 mencapai US$13,35 miliar, naik 15,60 persen dibanding Februari 2020. Sementara apabila dibandingkan Maret 2019 turun 0,75 persen. Impor nonmigas Maret 2020 mencapai US$11,74 miliar, naik 19,83 persen dibanding Februari 2020. Namun jika dibandingkan Maret 2019 turun 1,56 persen. Impor migas Maret 2020 mencapai US$1,61 miliar, turun 8,07 persen dibanding Februari 2020. Sebaliknya meningkat 5,64 persen jika dibandingkan Maret 2019. Peningkatan impor nonmigas terbesar Maret 2020 dibanding Februari 2020 adalah golongan mesin dan perlengkapan elektrik sebesar US$422,8 juta (35,60 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan mekanis sebesar US$97,5 juta (5,09 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Maret 2020 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$8,91 miliar (26,34 persen), Jepang dengan nilai US$3,60 miliar (10,63 persen), dan Thailand dengan nilai US$2,26 miliar (6,67 persen). Impor nonmigas dari ASEAN sebesar US$7,16 miliar (21,18 persen), sementara dari Uni Eropa sebesar US$2,61 miliar (7,72 persen). Nilai impor golongan bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Maret 2020 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, masing-masing 2,82 persen dan 13,07 persen. Sebaliknya, nilai impor golongan barang konsumsi meningkat 7,11 persen.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Februari 2020 mencapai 885,07 ribu kunjungan. Sementara TPK hotel klasifikasi bintang Februari 2020 mencapai 49,22 persen.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Februari 2020 mencapai 885,07 ribu kunjungan. Sementara TPK hotel klasifikasi bintang Februari 2020 mencapai 49,22 persen.

2020-04-01

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Februari 2020 mengalami penurunan sebesar 28,85 persen dibanding jumlah kunjungan pada Februari 2019. Selain itu, jika dibandingkan dengan Januari 2020, jumlah kunjungan wisman pada Februari 2020 juga mengalami penurunan sebesar 30,42 persen. Secara kumulatif (Januari–Februari 2020), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 2,16 juta kunjungan atau turun 11,80 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2019 yang berjumlah 2,45 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Februari 2020 mencapai rata-rata 49,22 persen atau turun 3,22 poin dibandingkan dengan TPK Februari 2019 yang tercatat sebesar 52,44 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK Januari 2020, TPK hotel klasifikasi bintang pada Februari 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,05 poin.Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Februari 2020 tercatat sebesar 1,74 hari, terjadi penurunan sebesar 0,19 poin jika dibandingkan keadaan Februari 2019.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Maret 2020 sebesar 102,09 atau turun 1,22 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Maret 2020 sebesar 102,09 atau turun 1,22 persen

2020-04-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Maret 2020 sebesar 102,09 atau turun 1,22 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 1,08 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,14 persen.Pada Maret 2020, NTP Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikan tertinggi (0,76 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar (3,51 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.PadaMaret2020terjadiperubahanIndeksKonsumsiRumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,19 persen disebabkan oleh naiknya indeks di sebelas kelompok penyusun IKRT, terutama Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Maret 2020 sebesar 102,90 atau turun 1,18 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 4,64 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 0,02 persen Dari 1.539 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama Maret 2020, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 65,17 persen, gabah kering giling (GKG) 20,66 persen, dan gabah luar kualitas 14,17 persen.Selama Maret 2020, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.936,00 per kg atau turun 4,64 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.030,00 per kg atau turun 4,65 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.766,00 per kg atau turun 1,04 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.888,00 per kg atau turun 0,95 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.588,00 per kg atau turun 3,90 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.673,00 per kg atau turun 4,31 persen.Dibandingkan Maret 2019, rata-rata harga gabah pada Maret 2020 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 7,22 persen, 4,27 persen dan 6,78 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Maret 2020 dibandingkan dengan Maret 2019 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 6,88 persen, 4,13 persen dan 6,36 persen.Pada Maret 2020, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp10.082,00 per kg, naik sebesar 0,02 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.827,00 per kg atau turun sebesar 0,18 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.461,00 per kg atau turun sebesar 0,64 persen.SelamaMaret2020,surveihargaprodusenberasdipenggilingan dilakukan terhadap 1.033 observasi beras di penggilingan pada 899 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.Dibandingkan dengan Maret 2019, rata-rata harga beras di penggilingan pada Maret 2020 untuk kualitas premium, kualitas medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 2,73 persen, 2,84 persen dan 2,05 persen.

Download PDF
Maret 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,10 persen

Maret 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,10 persen

2020-04-01

Pada Maret 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,10 persen terhadap Februari 2020. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 0,66 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Maret 2020 antara lain bawang bombay, jahe, telur ayam ras, gula pasir, gula merah, dan mie kering instan. Perubahan IHPB di tahun kalender 2020 adalah sebesar 0,62 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 1,76 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Maret 2020 turun sebesar 0,11 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh penurunan harga komoditas solar, aspal, semen, batu split, dan besi beton.

Download PDF
Maret 2020 inflasi sebesar 0,10 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 0,64 persen.

Maret 2020 inflasi sebesar 0,10 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 0,64 persen.

2020-04-01

• Pada Maret 2020 terjadi inflasi sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,72. Dari 90 kota IHK, 43 kota mengalami inflasi dan 47 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 0,64 persen dengan IHK sebesar 104,20 dan terendah terjadi di Pekanbaru, Surakarta, dan Surabaya masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 103,40; 103,76; dan 104,26. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 1,91 persen dengan IHK sebesar 102,79 dan terendah terjadi di Tangerang sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 104,40.• Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,10 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,12 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,28 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,21 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,36 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,99 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok transportasi sebesar 0,43 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,09 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pendidikan.• Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Maret) 2020 sebesar 0,76 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2020 terhadap Maret 2019) sebesar 2,96 persen.• Komponen inti pada Maret 2020 mengalami inflasi sebesar 0,29 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Maret) 2020 sebesar 0,61 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Maret 2020 terhadap Maret 2019) sebesar 2,87 persen.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Februari 2020 Naik Sebesar 0,23 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Februari 2020 Naik Sebesar 0,23 Persen

2020-03-16

• Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.• Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.• Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan. • Upah nominal harian buruh tani nasional pada Februari 2020 naik sebesar 0,23 persen dibanding upah buruh tani Januari 2020, yaitu dari Rp55.046,00 menjadi Rp55.173,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami penurunan sebesar 0,25 persen.• Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Februari 2020 naik 0,16 persen dibanding upah Januari 2020, yaitu dari Rp89.478,00 menjadi Rp89.621,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,12 persen.

Download PDF
Ekspor Februari 2020 Mencapai US$13,94 Miliar. Impor Februari 2020 mencapai US$11,60 Miliar, turun 18,69 persen dibanding Januari 2020.

Ekspor Februari 2020 Mencapai US$13,94 Miliar. Impor Februari 2020 mencapai US$11,60 Miliar, turun 18,69 persen dibanding Januari 2020.

2020-03-16

EKSPOR :Nilai ekspor Indonesia Februari 2020 mencapai US$13,94 miliar atau meningkat 2,24 persen dibanding ekspor Januari 2020. Demikian juga dibanding Februari 2019 meningkat 11,00 persen.Ekspor nonmigas Februari 2020 mencapai US$13,12 miliar, naik 2,38 persen dibanding Januari 2020. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Februari 2019, naik 14,64 persen.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Februari 2020 mencapai US$27,57 miliar atau meningkat 4,10 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$25,94 miliar atau meningkat 7,45 persen.Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Februari 2020 terhadap Januari 2020 terjadi pada logam mulia, perhiasan/permata sebesar US$263,9 juta (44,17 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada besi dan baja sebesar US$211,3 juta (25,73 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Februari 2020 naik 10,93 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 15,30 persen, sementara ekspor hasil tambang dan lainnya turun 10,58 persen.Ekspor nonmigas Februari 2020 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$1,87 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,63 miliar dan Jepang US$1,14 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,32 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,10 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Februari 2020 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$4,72 miliar (17,13 persen), diikuti Jawa Timur US$3,30 miliar (11,95 persen) dan Kalimantan Timur US$2,51 miliar (9,09 persen).IMPOR :Nilai impor Indonesia Februari 2020 mencapai US$11,60 miliar atau turun 18,69 persen dibanding Januari 2020, demikian juga apabila dibandingkan Februari 2019 turun 5,11 persen.Impor nonmigas Februari 2020 mencapai US$9,85 miliar atau turun 19,77 persen dibanding Januari 2020 dan jika dibandingkan Februari 2019 juga turun 7,40 persen.Impor migas Februari 2020 mencapai US$1,75 miliar atau turun 12,05 persen dibanding Januari 2020, namun jika dibandingkan Februari 2019 naik 10,33 persen.Penurunan impor nonmigas terbesar Februari 2020 dibanding Januari 2020 adalah golongan mesin dan perlengkapan elektrik sebesar US$485,9 juta (28,14 persen), sedangkan peningkatan terbesar adalah golongan gula dan kembang gula sebesar US$214,6 juta (557,40 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Februari 2020 ditempat oleh Tiongkok dengan nilai US$5,92 miliar (26,76 persen), Jepang US$2,38 miliar (10,77 persen), dan Singapura US$1,48 miliar (6,67 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$4.713,2 (21,29 persen), sementara dari Uni Eropa US$1.965,0 juta (8,88 persen).Nilai impor golongan bahan baku/penolong dan barang modal selama Januari–Februari 2020 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 4,80 persen dan 10,64 persen. Sebaliknya, nilai impor golongan barang konsumsi meningkat 5,28 persen.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Januari 2020 mencapai 1,27 juta kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Januari 2020 mencapai 1,27 juta kunjungan.

2020-03-02

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Januari 2020 mengalami kenaikan 5,85 persen dibanding jumlah kunjungan pada Januari 2019. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Desember 2019, jumlah kunjungan wisman pada Januari 2020 mengalami penurunan sebesar 7,62 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Januari 2020 mencapai rata-rata 49,17 persen atau turun 2,30 poin dibandingkan dengan TPK Januari 2019 yang tercatat sebesar 51,47 persen. Begitu pula, jika dibanding TPK Desember 2019, TPK hotel klasifikasi bintang pada Januari 2020 mengalami penurunan sebesar 10,22 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Januari 2020 tercatat sebesar 1,88 hari, terjadi penurunan sebesar 0,17 poin jika dibandingkan keadaan Januari 2019.

Download PDF