Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Desember 2019 mencapai 1,38 juta kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia Desember 2019 mencapai 1,38 juta kunjungan.

2020-02-03

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia Desember 2019 mengalami penurunan 2,03 persen dibanding jumlah kunjungan pada Desember 2018. Sementara itu, jika dibandingkan dengan November 2019, jumlah kunjungan wisman pada Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar 7,52 persen. Selama tahun 2019, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 16,11 juta kunjungan atau naik 1,88 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2018 yang berjumlah 15,81 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Desember 2019 mencapai rata-rata 59,39 persen atau turun 0,36 poin dibandingkan dengan TPK Desember 2018 yang tercatat sebesar 59,75 persen. Sementara itu, jika dibanding TPK November 2019, TPK hotel klasifikasi bintang pada Desember 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,81 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Desember 2019 tercatat sebesar 1,76 hari, terjadi kenaikan sebesar 0,01 poin jika dibandingkan keadaan Desember 2018.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2020 sebesar 104,16 atau naik 0,78 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2020 sebesar 104,16 atau naik 0,78 persen

2020-02-03

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Januari 2020 sebesar 104,16 atau naik 0,78 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,53 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,75 persen.Pada Januari 2020, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (5,59 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Aceh mengalami penurunan terbesar (0,97 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Januari 2020 terjadi perubahan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,88 persen disebabkan oleh naiknya indeks di sepuluh kelompok penyusun IKRT, terutama Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Januari 2020 sebesar 104,72 atau naik 1,10 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Dari 1.244 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama Januari 2020, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 59,33 persen, gabah kering giling (GKG) 27,49 persen, dan gabah luar kualitas 13,18 persen.Selama Januari 2020, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.273,00 per kg atau naik 1,13 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.371,00 per kg atau naik 1,09 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.798,00 per kg atau naik 0,40 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.911,00 per kg atau naik 0,41 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.690,00 per kg atau naik 1,22 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.822,00 per kg atau naik 2,12 persen.Dibandingkan Januari 2019, rata-rata harga gabah pada Januari 2020 di tingkat petani untuk kualitas GKP dan gabah luar kualitas masing-masing mengalami penurunan sebesar 1,49 persen dan 0,06 persen, sedangkan GKG mengalami kenaikan sebesar 0,31 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Januari 2020 dibandingkan dengan Januari 2019 untuk kualitas GKP mengalami penurunan sebesar 1,50 persen, sedangkan kualitas GKG dan gabah luar kualitas masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen dan 0,45 persen.Pada Januari 2020, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp10.033,00 per kg, naik sebesar 1,98 persen dibandingkan bulan sebelumnya, kualitas medium sebesar Rp9.805,00 per kg atau naik sebesar 2,51 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.519,00 per kg atau naik sebesar 2,88 persen.Selama Januari 2020, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 993 observasi beras di penggilingan pada 859 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.Dibandingkan dengan Januari 2019, rata-rata harga beras di penggilingan pada Januari 2020 untuk kualitas premium, kualitas medium, dan luar kualitas masing-masing turun sebesar 0,78 persen, 0,98 persen dan 0,18 persen.

Download PDF
Januari 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,29 persen

Januari 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,29 persen

2020-02-03

Pada Januari 2020, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,29 persen terhadap Desember 2019. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,46 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2020 antara lain kelapa sawit, minyak goreng, kentang, beras, dan bawang putih. Perubahan IHPB di awal tahun kalender 2020 (Januari 2020 terhadap Desember 2019) adalah sebesar 0,29 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun (Januari 2020 terhadap Januari 2019) sebesar 1,32 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Januari 2020 turun sebesar 0,13 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh penurunan harga komoditas rangka atap baja, solar, besi beton, batu bata, serta kayu lapis.

Download PDF
Triwulan IV 2019, Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,57 Persen

Triwulan IV 2019, Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,57 Persen

2020-02-03

Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan triwulan IV-2019 naik 0,57 persen terhadap triwulan III-2019 (q-to-q) dan naik 0,49 persen terhadap triwulan IV-2018 (y-on-y).IHP Sektor Pertanian triwulan IV-2019 naik 1,29 persen terhadap triwulan III-2019 (q-to-q) dan naik 1,91 persen terhadap triwulan IV-2018 (y-on-y).IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan IV-2019 naik 0,61 persen dibandingkan triwulan III-2019 (q-to-q) dan turun 7,28 persen terhadap triwulan IV-2018 (y-on-y).IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan IV-2019 naik 0,36 persen terhadap triwulan III-2019 (q-to-q), demikian pula terhadap triwulan IV-2018 (y-on-y) naik 1,25 persen.IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan IV-2019 naik 0,05 persen dibandingkan dengan triwulan III-2019 (q-to-q) dan terhadap triwulan IV-2018 (y-on-y) naik 0,22 persen.IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan IV-2019 naik 0,21 persen dibandingkan dengan triwulan III-2019 (q-to-q) dan naik 0,24 persen terhadap triwulan IV-2018 (y-on-y).IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan IV-2019 turun 0,44 persen terhadap triwulan III-2019 (q-to-q), sedangkan terhadap triwulan IV-2018 (y-on-y) naik 0,82 persen.IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman triwulan IV-2019 naik 0,14 persen terhadap triwulan III-2019 (q-to-q) dan naik 0,79 persen terhadap triwulan IV-2018 (y-on-y).IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan IV-2019 naik 0,78 persen terhadap triwulan III-2019 (q-to-q), sedangkan terhadap triwulan IV-2018 (y-on-y) naik 3,87 persen.IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan IV-2019 naik 0,24 persen terhadap triwulan III-2019 (q-to-q) dan naik 1,75 persen terhadap triwulan IV-2018 (y-on-y).

Download PDF
Januari 2020 inflasi sebesar 0,39 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 1,44 persen

Januari 2020 inflasi sebesar 0,39 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 1,44 persen

2020-02-03

Pada Januari 2020 terjadi inflasi sebesar 0,39 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,33. Dari 90 kota IHK, 79 kota mengalami inflasi dan 11 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Meulaboh sebesar 1,44 persen dengan IHK sebesar 106,20 dan terendah terjadi di Gorontalo sebesar 0,03 persen dengan IHK sebesar 103,61. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Baubau sebesar 1,39 persen dengan IHK sebesar 102,09 dan terendah terjadi di Kudus sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 103,37.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,62 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,12 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,13 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,09 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,42 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,18 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,19 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,46 persen. Sementara kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok transportasi sebesar 0,89 persen dan kelompok pendidikan sebesar 0,14 persen.Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2020 sebesar 0,39 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2020 terhadap Januari 2019) sebesar 2,68 persen.Komponen inti pada Januari 2020 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender Januari 2020 sebesar 0,19 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Januari 2020 terhadap Januari 2019) sebesar 2,88 persen.

Download PDF
Gini Ratio September 2019 tercatat sebesar 0,380

Gini Ratio September 2019 tercatat sebesar 0,380

2020-01-15

Pada September 2019, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,380. Angka ini menurun 0,002 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2019 yang sebesar 0,382 dan menurun 0,004 poin dibandingkan dengan Gini Ratio September 2018 yang sebesar 0,384.Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2019 tercatat sebesar 0,391, turun dibanding Gini Ratio Maret 2019 yang sebesar 0,392 dan tidak berubah dibanding Gini Ratio September 2018 yang sebesar 0,391.Gini Ratio di daerah perdesaan pada September 2019 tercatat sebesar 0,315, turun dibanding Gini Ratio Maret 2019 yang sebesar 0,317 dan dibanding Gini Ratio September 2018 yang sebesar 0,319.Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 17,71 persen. Hal ini berarti pengeluaran penduduk pada September 2019 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah. Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 16,90 persen yang berarti tergolong pada kategori ketimpangan sedang. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 20,66 persen, yang berarti tergolong dalam kategori ketimpangan rendah.

Download PDF
Persentase Penduduk Miskin September 2019 turun menjadi 9,22 persen

Persentase Penduduk Miskin September 2019 turun menjadi 9,22 persen

2020-01-15

Persentase penduduk miskin pada September 2019 sebesar 9,22 persen, menurun 0,19 persen poin terhadap Maret 2019 dan menurun 0,44 persen poin terhadap September 2018. Jumlah penduduk miskin pada September 2019 sebesar 24,79 juta orang, menurun 0,36 juta orang terhadap Maret 2019 dan menurun 0,88 juta orang terhadap September 2018. Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2019 sebesar 6,69 persen, turun menjadi 6,56 persen pada September 2019. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2019 sebesar 12,85 persen, turun menjadi 12,60 persen pada September 2019. Dibanding Maret 2019, jumlah penduduk miskin September 2019 di daerah perkotaan turun sebanyak 137 ribu orang (dari 9,99 juta orang pada Maret 2019 menjadi 9,86 juta orang pada September 2019). Sementara itu, daerah perdesaan turun sebanyak 221,8 ribu orang (dari 15,15 juta orang pada Maret 2019 menjadi 14,93 juta orang pada September 2019). Garis Kemiskinan pada September 2019 tercatat sebesar Rp440.538,-/ kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp324.911,- (73,75 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp115.627,- (26,25 persen). Pada September 2019, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,58 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.017.664,-/rumah tangga miskin/bulan.

Download PDF
Ekspor Desember 2019 Mencapai US$14,47 Miliar, sedangkan nilai impor mencapai US$14,50 Miliar

Ekspor Desember 2019 Mencapai US$14,47 Miliar, sedangkan nilai impor mencapai US$14,50 Miliar

2020-01-15

EKSPORNilai ekspor Indonesia Desember 2019 mencapai US$14,47 miliar atau meningkat 3,77 persen dibanding ekspor November 2019. Demikian juga jika dibanding Desember 2018 naik 1,28 persen. Ekspor nonmigas Desember 2019 mencapai US$13,31 miliar, naik 3,10 persen dibanding November 2019. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Desember 2018, naik 5,78 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Desember 2019 mencapai US$167,53 miliar atau menurun 6,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$154,99 miliar atau menurun 4,82 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Desember 2019 terhadap November 2019 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$422,7 juta (25,76 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada kendaraan dan bagiannya sebesar US$129,5 juta (18,46 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Desember 2019 turun 2,73 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 15,30 persen. Sementara ekspor hasil pertanian naik 5,31 persen. Ekspor nonmigas Desember 2019 terbesar adalah ke Tiongkok, yaitu US$2,32 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,67 miliar, dan Jepang US$1,17 miliar dengan kontribusi ketiganya mencapai 38,70 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,28 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Desember 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$29,94 miliar (17,87 persen), diikuti Jawa Timur US$18,67 miliar (11,14 persen) dan Kalimantan Timur US$16,41 miliar (9,79 persen).IMPORNilai impor Indonesia Desember 2019 mencapai US$14,50 miliar atau turun 5,47 persen dibanding November 2019, demikian juga apabila dibandingkan Desember 2018 turun 5,62 persen. Impor nonmigas Desember 2019 mencapai US$12,37 miliar atau turun 6,35 persen dibanding November 2019 dan jika dibandingkan Desember 2018 juga turun 7,28 persen. Impor migas Desember 2019 mencapai US$2,13 miliar atau turun 0,06 persen dibanding November 2019, namun jika dibandingkan Desember 2018 naik 5,33 persen. Penurunan impor nonmigas terbesar Desember 2019 dibanding November 2019 adalah golongan kendaraan dan bagiannya sebesar US$254,7 juta (36,77 persen), sedangkan peningkatan terbesar adalah golongan gula dan kembang gula sebesar US$89,1 juta (99,89 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari−Desember 2019 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$44,58 miliar (29,95 persen), Jepang US$15,59 miliar (10,47 persen), dan Thailand US$9,41 miliar (6,32 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$29.291,9 (19,68 persen), sementara dari Uni Eropa US$12.344,5 (8,29 persen). Nilai impor semua golongan penggunaan barang baik barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari−Desember 2019 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, masing-masing 4,51 persen; 11,07 persen; dan 5,13 persen.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Desember 2019 Naik Sebesar 0,13 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Desember 2019 Naik Sebesar 0,13 Persen

2020-01-15

• Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.• Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.• Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.• Upah nominal harian buruh tani nasional pada Desember 2019 naik sebesar 0,13 persen dibanding upah buruh tani November 2019, yaitu dari Rp54.650,00 menjadi Rp54.723,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami penurunan sebesar 0,14 persen.• Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Desember 2019 naik 0,11 persen dibanding upah November 2019, yaitu dari Rp89.081,00 menjadi Rp89.179,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,23 persen.

Download PDF
Pola Distribusi Perdagangan Komoditas Strategis

Pola Distribusi Perdagangan Komoditas Strategis

2020-01-02

Pola utama distribusi perdagangan di Indonesia: Beras: Produsen → Pedagang Grosir → Pedagang Eceran → Konsumen Akhir. Cabai merah: Petani → Pedagang Pengepul → Pedagang Eceran → Konsumen Akhir. Telur ayam ras: Produsen → Pedagang Eceran → Konsumen Akhir. Bawang merah: Petani → Pedagang Pengepul → Pedagang Eceran → Konsumen Akhir. Daging sapi: Produsen → Pedagang Grosir → Pedagang Eceran → Konsumen Akhir. Daging ayam ras: Produsen → Pedagang Eceran → Konsumen Akhir. Gula pasir: Produsen → Distributor → Pedagang Grosir → Pedagang Eceran → Konsumen Akhir. Minyak goreng: Produsen → Distributor → Supermarket/ Swalayan → Konsumen Akhir.Potensi pola terpanjang distribusi perdagangan beras terjadi di Provinsi DKI Jakarta, cabai merah di Jawa Barat, telur ayam ras di Riau, bawang merah di Nusa Tenggara Barat (NTB), daging sapi di Bengkulu, daging ayam ras di Jambi, gula pasir di Maluku, minyak goreng di Sulawesi Tenggara. Potensi pola terpendek distribusi perdagangan beras di Provinsi Kalimantan Selatan, cabai merah dan telur ayam ras di Sulawesi Utara, bawang merah di Nusa Tenggara Timur (NTT), daging sapi di Riau, daging ayam ras di Kalimantan Tengah, gula pasir di Sumatera Selatan, dan minyak goreng di Nusa Tenggara Barat.Persentase Margin Perdagangan dan Pengangkutan (MPP) beras secara nasional tahun 2018 sebesar 20,83 persen; cabai merah 43,09 persen; telur ayam ras 13,09 persen; bawang merah 35,73 persen; daging sapi 41,04 persen; daging ayam ras 24,72 persen; gula pasir 33,18 persen; dan minyak goreng 17,05 persen

Download PDF