Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

September 2013, Harga Grosir Naik 1,35 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

September 2013, Harga Grosir Naik 1,35 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

2013-10-01

"Pada September 2013, indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 1,35 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Kelompok Barang Ekspor Nonmigas sebesar 3,79 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada September 2013 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 1,45 persen, 0,07 persen, dan 1,63 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada September 2013 naik sebesar 1,31 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga komoditas aspal 4,03 persen, mesin pembangkit dan motor listrik 3,26 persen, dan barang-barang dari besi dan baja dasar sebesar 1,99 persen."

Download PDF
NTP September 2013 Naik 0,23 Persen Dibandingkan NTP Bulan Sebelumnya

NTP September 2013 Naik 0,23 Persen Dibandingkan NTP Bulan Sebelumnya

2013-10-01

"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional September 2013 sebesar 104,56 atau naik 0,23 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,57 persen, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,42 persen, dan NTP Subsektor Peternakan sebesar 0,38 persen. Sebaliknya, NTP Subsektor Hortikultura dan NTP Subsektor Perikanan mengalami masing-masing penurunan sebesar 0,70 persen dan 0,28 persen. Pada September 2013, NTP Provinsi Papua Barat mengalami kenaikan tertinggi (1.02) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Utara terjadi penurunan terbesar (0,97 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada September 2013 terjadi inflasi daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,08 persen terutama disebabkan oleh naiknya indeks Kelompok Makanan Jadi serta Kelompok Sandang. "

Download PDF
Pada Agustus 2013, Jumlah Wisman Naik 21,57 Persen Dibandingkan Agustus Tahun Sebelumnya

Pada Agustus 2013, Jumlah Wisman Naik 21,57 Persen Dibandingkan Agustus Tahun Sebelumnya

2013-10-01

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Agustus 2013 mencapai 771,0 ribu kunjungan atau naik cukup besar 21,57 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Agustus 2012, yang sebanyak 634,2 ribu kunjungan. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Juli 2013, jumlah kunjungan wisman Agustus 2013 naik sebesar 7,42 persen. Jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Agustus 2013 naik 21,69 persen dibandingkan Agustus 2012, yaitu dari 254,0 ribu kunjungan menjadi 309,1 ribu kunjungan. Jika dibanding Juli 2013, jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai juga naik sebesar 3,80 persen. Secara kumulatif (Januari-Agustus) 2013, jumlah kunjungan wisman mencapai 5,64 juta kunjungan atau naik 8,28 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 5,21 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 23 provinsi pada Agustus 2013 mencapai rata-rata 50,53 persen, atau naik 2,85 poin dibandingkan dengan TPK Agustus 2012, yang tercatat sebesar 47,68 persen. Sementara itu, bila dibanding Juli 2013, TPK hotel berbintang pada Agustus 2013 turun 0,67 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 23 provinsi selama Agustus 2013 tercatat sebesar 1,95 hari, terjadi penurunan 0,12 poin, jika dibandingkan keadaan Agustus 2012. "

Download PDF
Agustus 2013, Ekspor Indonesia Turun 12,77 Persen dan Impor Turun  25,20 Persen

Agustus 2013, Ekspor Indonesia Turun 12,77 Persen dan Impor Turun 25,20 Persen

2013-10-01

"Nilai ekspor Indonesia Agustus 2013 mencapai US$13,16 miliar atau mengalami penurunan sebesar 12,77 persen dibanding ekspor Juli 2013. Sementara bila dibanding Agustus 2012 mengalami penurunan sebesar 6,31 persen. Ekspor nonmigas Agustus 2013 mencapai US$10,39 miliar, turun 18,88 persen dibanding Juli 2013, demikian juga bila dibanding ekspor Agustus 2012 turun 7,78 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia JanuariAgustus 2013 mencapai US$119,32 miliar atau menurun 6,12 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$97,93 miliar atau menurun 3,25 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Agustus 2013 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$270,7 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$66,1 juta. Ekspor nonmigas ke Cina Agustus 2013 mencapai angka terbesar yaitu US$1,48 miliar, disusul Jepang US$1,06 miliar dan Amerika Serikat US$0,97 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,77 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,21 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode JanuariAgustus 2013 turun sebesar 3,64 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 2,74 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian naik sebesar 2,30 persen. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode JanuariJuni 2013 berasal dari Kalimantan Timur dengan nilai US$15,91 miliar (17,47 persen), diikuti Jawa Barat sebesar US$13,10 miliar (14,38 persen) dan Riau sebesar U$9,50 miliar (10,43 persen). Nilai impor Indonesia Agustus 2013 mencapai US$13,03 miliar atau turun 25,20 persen dibanding Juli 2013. Demikian juga bila dibanding Agustus 2012 mengalami penurunan 5,69 persen. Impor nonmigas Agustus 2013 mencapai US$9,36 miliar atau turun 29,49 persen dibanding Juli 2013, sementara bila dibanding impor Agustus 2012 turun 10,84 persen. Impor migas Agustus 2013 mencapai US$3,67 miliar atau turun 11,41 persen dibanding Juli 2013, sebaliknya bila dibanding impor Agustus 2012 naik 10,66 persen. Secara kumulatif nilai impor Januari-Agustus 2013 mencapai US$124,86 miliar atau turun 1,39 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun 2012. Impor nonmigas mencapai US$94,95 miliar atau turun 4,20 persen. Nilai impor nonmigas terbesar Agustus 2013 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$1,89 miliar. Nilai ini turun 24,22 persen dibanding impor golongan barang yang sama Juli 2013. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Agustus 2013 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2,00 miliar (21,37 persen), Jepang US$1,35 miliar (14,39 persen) dan Thailand US$0,75 miliar (7,99 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 21,13 persen, sementara dari Uni Eropa 9,34 persen. Nilai impor golongan barang konsumsi dan barang modal selama Januari-Agustus 2013 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 2,16 persen dan 18,55 persen. Sebaliknya impor bahan baku/penolong meningkat 3,49 persen . "

Download PDF
Pada September 2013 Terjadi Deflasi Sebesar  0,35 Persen

Pada September 2013 Terjadi Deflasi Sebesar 0,35 Persen

2013-10-01

"Pada September 2013 terjadi deflasi sebesar 0,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 145,74. Dari 66 kota IHK, tercatat 53 kota mengalami deflasi dan 13 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Sorong 4,28 persen dengan IHK 170,68 dan terendah terjadi di Surabaya 0,02 persen dengan IHK 144,19. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pinang 1,70 persen dengan IHK 147,92 dan terendah terjadi di Sukabumi dan Singkawang masing-masing 0,04 persen dengan IHK masing-masing 145,36 dan 147,88. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 2,88 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,79 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,78 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,61 persen; kelompok sandang 2,99 persen; kelompok kesehatan 0,27 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,71 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-September) 2013 sebesar 7,57 persen dan tingkat inflasi year on year (September 2013 terhadap September 2012) sebesar 8,40 persen. Komponen inti pada September 2013 mengalami inflasi sebesar 0,57 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-September) 2013 sebesar 3,95 persen, dan tingkat inflasi komponen inti year on year (September 2013 terhadap September 2012) sebesar 4,72 persen. "

Download PDF
ASEAN Statistics - Indonesia progress in the largest ASEAN country

ASEAN Statistics - Indonesia progress in the largest ASEAN country

2013-09-17

Download PDF
Jumlah Sapi dan Kerbau 2013 sebanyak 14,2 Juta Ekor

Jumlah Sapi dan Kerbau 2013 sebanyak 14,2 Juta Ekor

2013-09-02

"Jumlah usaha pertanian di Indonesia pada Mei 2013 sebanyak 26,13 juta rumah tangga usaha pertanian, sebanyak 5,49 ribu perusahaan pertanian berbadan hukum, dan sebanyak 6,17 ribu usaha pertanian lainnya. Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Indonesia mengalami penurunan sebanyak 5,04 juta rumah tangga dari 31,17 juta rumah tangga pada tahun 2003 (Sensus Pertanian 2003) menjadi 26,13 juta rumah tangga pada tahun 2013, yang berarti rata-rata penurunan per tahun sebesar 1,75 persen. Populasi sapi dan kerbau 2013 sebanyak 14,2 juta ekor, turun dibandingkan dengan hasil Pendataan Sapi Potong, Sapi Perah, dan Kerbau (PSPK) 2011 sebanyak 16,7 juta ekor."

Download PDF
Agustus 2013, Harga Grosir Naik 1,05 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

Agustus 2013, Harga Grosir Naik 1,05 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

2013-09-02

"Pada Agustus 2013 indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 1,05 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Kelompok Barang Ekspor Nonmigas sebesar 2,17 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Agustus 2013 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,63 persen, 1,08 persen, dan 1,74 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Agustus 2013 naik sebesar 0,33 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga komoditas aspal 0,97 persen, barang galian segala jenis sebesar 0,55 persen, dan cat, vernis, dan lak sebesar 0,39 persen. "

Download PDF
NTP Agustus 2013 Turun 0,25 Persen Dibanding NTP Bulan Sebelumnya

NTP Agustus 2013 Turun 0,25 Persen Dibanding NTP Bulan Sebelumnya

2013-09-02

"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Agustus 2013 sebesar 104,32 atau turun 0,25 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan turunnya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,30 persen, NTP Subsektor Hortikultura sebesar 0,05 persen, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,59 persen dan NTP Subsektor Peternakan sebesar 0,19 persen. Sebaliknya, NTP Subsektor Perikanan naik sebesar 0,06 persen. Pada Agustus 2013, NTP Provinsi Kepulauan Riau mengalami kenaikan tertinggi (1.08) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Bengkulu dan Sulawesi Utara terjadi penurunan terbesar (1,58 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Agustus 2013 terjadi inflasi daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,96 persen terutama disebabkan oleh naiknya indeks Kelompok Bahan Makanan serta Kelompok Transportasi dan Komunikasi. "

Download PDF
Pada Juli 2013, Jumlah Wisman Naik 2,37 Persen Dibanding Juli Tahun Sebelumnya

Pada Juli 2013, Jumlah Wisman Naik 2,37 Persen Dibanding Juli Tahun Sebelumnya

2013-09-02

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juli 2013 mencapai 717,8 ribu kunjungan atau naik 2,37 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Juli 2012, yang sebanyak 701,2 ribu kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Juni 2013, jumlah kunjungan wisman Juli 2013 turun sebesar 9,09 persen. Jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Juli 2013 naik 9,71 persen dibandingkan Juli 2012, yaitu dari 271,4 ribu kunjungan menjadi 297,7 ribu kunjungan. Jika dibanding Juni 2013, jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai juga naik sebesar 8,09 persen. Secara kumulatif (Januari-Juli) 2013, jumlah kunjungan wisman mencapai 4,87 juta kunjungan atau naik 6,44 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 4,58 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 23 provinsi pada Juli 2013 mencapai rata-rata 51,20 persen, atau turun 1,12 poin dibandingkan dengan TPK Juli 2012, yang tercatat sebesar 52,32 persen. Begitu pula, bila dibanding Juni 2013, TPK hotel berbintang pada Juli 2013 mengalami penurunan 5,60 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 23 provinsi selama Juli 2013 tercatat sebesar 2,06 hari, terjadi kenaikan 0,01 poin, jika dibandingkan keadaan Juli 2012. "

Download PDF