Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Juli 2013, Ekspor Indonesia Naik 2,37 Persen dan Impor Naik 11,4 Persen

Juli 2013, Ekspor Indonesia Naik 2,37 Persen dan Impor Naik 11,4 Persen

2013-09-02

"Nilai ekspor Indonesia Juli 2013 mencapai US$15,11 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 2,37 persen dibanding ekspor Juni 2013. Sementara bila dibanding Juli 2012 mengalami penurunan sebesar 6,07 persen. Ekspor nonmigas Juli 2013 mencapai US$12,83 miliar, naik 7,26 persen dibanding Juni 2013, sementara bila dibanding ekspor Juli 2012 turun 2,58 persen. . Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia JanuariJuli 2013 mencapai US$106,18 miliar atau menurun 6,07 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$87,57 miliar atau menurun 2,66 persen. . Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Juli 2013 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$172,2 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$350,8 juta. . Ekspor nonmigas ke Cina Juli 2013 mencapai angka terbesar yaitu US$1,69 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,48 miliar dan Jepang US$1,39 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,57 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,50 miliar. . Menurut sektor, ekspor hasil industri periode JanuariJuli 2013 turun sebesar 2,58 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 3,80 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian naik sebesar 2,65 persen. . Nilai impor Indonesia Juli 2013 mencapai US$17,42 miliar atau naik 11,40 persen dibanding Juni 2013. Sementara bila dibanding Juli 2012 mengalami peningkatan 6,50 persen. Impor nonmigas Juli 2013 mencapai US$13,28 miliar atau naik 9,71 persen dibanding Juni 2013, sedangkan bila dibanding impor Juli 2012 turun 2,31 persen. Impor migas Juli 2013 mencapai US$4,14 miliar atau naik 17,17 persen dibanding Juni 2013, sedangkan bila dibanding impor Juni 2012 naik 49,90 persen. Secara kumulatif nilai impor Januari-Juli 2013 mencapai US$111,83 miliar atau turun 0,86 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun 2012. Impor nonmigas mencapai US$85,58 miliar atau turun 3,41 persen. Nilai impor nonmigas terbesar Juli 2013 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,50 miliar. Nilai ini naik 18,27 persen dibanding impor golongan barang yang sama Juni 2013. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Juli 2013 ditempati oleh Cina dengan nilai US$3,01 miliar (22,67 persen), Jepang US$1,73 miliar (13,02 persen) dan Thailand US$0,99 miliar (7,46 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 21,64 persen, sementara dari Uni Eropa 9,06 persen. Nilai impor golongan barang konsumsi dan barang modal selama Januari-Juli 2013 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 2,11 persen dan 17,48 persen. Sebaliknya impor bahan baku/penolong naik 3,89 persen . "

Download PDF
Pada Agustus 2013 Terjadi  Inflasi  Sebesar  1,12 Persen

Pada Agustus 2013 Terjadi Inflasi Sebesar 1,12 Persen

2013-09-02

"Pada Agustus 2013 terjadi inflasi sebesar 1,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 146,25. Dari 66 kota IHK, tercatat seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sorong 6,47 persen dengan IHK 178,32 dan terendah terjadi di Pangkal Pinang 0,15 persen dengan IHK 162,47. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 1,75 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,68 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,66 persen; kelompok sandang 1,81 persen; kelompok kesehatan 0,37 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 1,36 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,95 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2013 sebesar 7,94 persen dan tingkat inflasi year on year (Agustus 2013 terhadap Agustus 2012) sebesar 8,79 persen. Komponen inti pada Agustus 2013 mengalami inflasi sebesar 1,01 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Agustus) 2013 sebesar 3,36 persen, dan tingkat inflasi komponen inti year on year (Agustus 2013 terhadap Agustus 2012) sebesar 4,48 persen."

Download PDF
Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Triwulan I/2013 Meningkat dari Triwulan Sebelumnya

Kondisi Bisnis dan Ekonomi Konsumen Triwulan I/2013 Meningkat dari Triwulan Sebelumnya

2013-08-02

"A. Penjelasan Umum Indeks Tendensi Bisnis adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Bank Indonesia. ITB merupakan indeks yang menggambarkan kondisi bisnis dan perekonomian pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang. STB dilakukan setiap triwulan di beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah sampel STB triwulan II-2013 sekitar 2.500 perusahaan besar dan sedang, dengan responden pimpinan perusahaan. B.Kondisi Bisnis Triwulan II-2013 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan II-2013 sebesar 103,88, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis naik jika dibandingkan dengan triwulan I-2013 (nilai ITB sebesar 102,34). Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan II-2013 terjadi pada semua sektor, kecuali Sektor Pertambangan dan Penggalian yang relatif stagnan (nilai ITB sebesar 100,13). Peningkatan tertinggi terjadi pada sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih (nilai ITB sebesar 105,83). Kondisi bisnis pada triwulan II-2013 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 104,38), rata-rata jumlah jam kerja (nilai indeks sebesar 104,25), dan penggunaan kapasitas produksi/usaha (nilai indeks sebesar 102,78). C. Prospek Bisnis Triwulan III-2013 Nilai ITB pada triwulan III-2013 sebesar 105,95, berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan II-2013. Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan meningkat jika dibandingkan dengan triwulan II-2013 (nilai ITB sebesar 103,88). Semua sektor ekonomi pada triwulan III-2013 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis. Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi (nilai ITB sebesar 108,48)"

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan II/2013 Tumbuh 5,81 Persen

Ekonomi Indonesia Triwulan II/2013 Tumbuh 5,81 Persen

2013-08-02

"Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada Triwulan II-2013 mencapai Rp2.210,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp688,9 triliun. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan II-2013 dibanding triwulan I-2013 mencapai 2,61 persen (q-to-q) dan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2012 mengalami pertumbuhan 5,81 persen (y-on-y). Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2013 dibandingkan dengan semester I-2012 tumbuh 5,92 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2013 dibandingkan triwulan II-2012 (y-on-y) didorong oleh hampir semua sektor. Pertumbuhan tertinggi dicapai Sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang tumbuh sebesar 11,46 persen. Sementara bila dibandingkan dengan triwulan I-2013 (q-to-q), pertumbuhan tertinggi dicapai Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih sebesar 4,84 persen. Pertumbuhan semester I-2013 dibanding semester I-2012 (c-to-c) didukung oleh semua sektor kecuali Sektor Pertambangan dan Penggalian yang mengalami penurunan sebesar 0,70 persen dan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 10,73 persen. Struktur PDB triwulan II-2013 didominasi oleh Sektor Industri Pengolahan, Sektor Pertanian, dan Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran masing-masing memberikan kontribusi sebesar 23,77 persen, 14,98 persen, dan 14,40 persen. Pertumbuhan PDB pada triwulan II-2013 dibandingkan dengan triwulan I-2013 (q-to-q) sebesar 2,61 persen ditopang oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh sebesar 1,50 persen; sementara Pengeluaran Konsumsi Pemerintah meningkat 30,78 persen; Pembentukan Modal Tetap Bruto 5,17 persen; Ekspor Barang dan Jasa 2,72 persen; serta Impor Barang dan Jasa 10,03 persen. Dibandingkan dengan triwulan II-2012 (y-on-y), pertumbuhan ekonomi tumbuh 5,81 persen didukung Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 5,06 persen; Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 2,13 persen; Pembentukan Modal Tetap Bruto 4,67 persen; Ekspor Barang dan Jasa 4,78 persen; serta Impor Barang dan Jasa 0,62 persen. Pertumbuhan ekonomi semester I-2013 terhadap semester I-2012 (c-to-c) sebesar 5,92 persen didukung Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh 5,12 persen, Konsumsi Pemerintah tumbuh 1,38 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh 5,21 persen, sedangkan Ekspor dan Impor tumbuh positif masing-masing 4,18 persen dan 0,29 persen. Struktur PDB menurut Pengeluaran triwulan II-2013 didominasi oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 55,44 persen. Selain itu, didukung oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang memberikan kontribusi masing-masing sebesar 32,68 persen dan 8,63 persen. Sedangkan peranan Ekspor dan Impor masing-masing sebesar 23,15 persen dan 25,72 persen. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada triwulan II-2013 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 58,15 persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,90 persen, Pulau Kalimantan 8,73 persen, Pulau Sulawesi 4,81 persen, dan sisanya 4,41 persen di pulau-pulau lainnya."

Download PDF
Produksi Cabai Besar Tahun 2012 Naik 7,37 Persen dibandingkan Tahun Sebelumnya

Produksi Cabai Besar Tahun 2012 Naik 7,37 Persen dibandingkan Tahun Sebelumnya

2013-08-01

"A.CABAI BESAR Produksi cabai besar segar dengan tangkai tahun 2012 sebanyak 954,36 ribu ton. Dibandingkan tahun 2011, terjadi kenaikan produksi sebanyak 65,51 ribu ton (7,37 persen). Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan produktivitas sebanyak 0,59 ton per hektar (8,04 persen) sementara luas panen terjadi penurunan seluas 788 hektar (0,65 persen) dibandingkan tahun 2011. B.CABAI RAWIT Produksi cabai rawit segar dengan tangkai tahun 2012 sebanyak 702,25 ribu ton. Dibandingkan tahun 2011, terjadi kenaikan produksi sebanyak 108,03 ribu ton (18,18 persen). Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan produktivitas sebanyak 0,74 ton per hektar (14,77 persen) dan kenaikan luas panen seluas 3,38 ribu hektar (2,85 persen) dibandingkan tahun 2011. C.BAWANG MERAH Produksi umbi bawang merah dengan daun tahun 2012 sebesar 964,22 ribu ton. Dibandingkan tahun 2011, produksi meningkat sebanyak 71,10 ribu ton (7,96 persen). Peningkatan disebabkan oleh meningkatnya luas panen seluas 5,85 ribu hektar (6,25 persen) dan peningkatan produktivitas sebanyak 0,15 ton per hektar (1,57 persen) dibandingkan tahun 2011."

Download PDF
Juli 2013, Harga Grosir Naik 1,46 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

Juli 2013, Harga Grosir Naik 1,46 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya

2013-08-01

"Pada Juli 2013 indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 1,46 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 3,82 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Juli 2013 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 1,24 persen, 2,33 persen, dan 0,51 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juli 2013 naik sebesar 1,29 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga komoditas barang galian segala jenis sebesar 2,68 persen, aspal 1,89 persen, bahan bangunan dari logam 1,63 persen, dan cat, vernis, dan lak 1,24 persen."

Download PDF
Produksi IBS Triwulan II Tahun 2013 Naik Sebesar 6,57 Persen dibandingkan Triwulan II Tahun Sebelumnya

Produksi IBS Triwulan II Tahun 2013 Naik Sebesar 6,57 Persen dibandingkan Triwulan II Tahun Sebelumnya

2013-08-01

"Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II tahun 2013 naik sebesar 6,57 persen (y-on-y) terhadap triwulan II tahun 2012. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri pencetakan dan reproduksi media rekaman (19,60 persen), industri kendaraan bermotor, trailer, dan semi trailer (17,96 persen), dan industri logam dasar (15,67 persen). Sedangkan jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi adalah industri mesin dan perlengkapan ytdl turun 13,61 persen, industri tekstil turun 12,46 persen, industri karet, barang dari karet dan plastik turun 10,70 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II tahun 2013 naik sebesar 1,12 persen (q-to-q) terhadap triwulan I tahun 2013. Jenis-jenis industri yang mengalami kenaikan pertumbuhan yang terbesar adalah industri peralatan listrik naik 10,12 persen, industri makanan naik 6,42 persen, dan industri pengolahan lainnya naik 6,01 persen. Sedangkan jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi adalah industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia turun 7,76 persen, industri mesin dan perlengkapan ytdl turun 6,80 persen, dan kertas dan barang dari kertas turun 2,67 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II tahun 2013 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Bengkulu naik 16,09 persen, Provinsi Sumatera Selatan naik 15,90 persen, dan Provinsi Kepulauan Riau naik 14,01 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan II tahun 2013 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah, Provinsi Sumatera Utara naik 6,04 persen, Provinsi Sulawesi Barat naik 5,81 persen, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur naik 5,17 persen. Provinsi-provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Sulawesi Selatan turun 1,20 persen dan Provinsi Jawa Tengah turun 0,05 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan II tahun 2013 naik sebesar 15,55 persen (y-on-y) terhadap triwulan II tahun 2012. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri makanan (30,66 persen), industri komputer, barang elektronika dan optik (24,87 persen), dan industri minuman (24,16 persen). Industri yang mengalami penurunan produksi hanya industri alat angkutan lainnya, yaitu turun 1,13 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan II tahun 2013 naik sebesar 6,52 persen (q-to-q) dari triwulan I tahun 2013. Jenis-jenis industri yang mengalami kenaikan pertumbuhan yang terbesar adalah industri pengolahan tembakau naik 12,12 persen, Industri Makanan naik 12,09 persen, dan Industri pakaian jadi naik 8,83 persen. Sedangkan jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi adalah Industri logam dasar turun 8,44 persen, Industri peralatan listrik turun 5,04 persen, dan jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan turun 4,28 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan II tahun 2013 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Bali naik 24,59 persen, Provinsi Jawa Barat naik 23,92 persen, dan Provinsi Jawa Timur naik 22,23 persen. Provinsi-provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan terbesar adalah Provinsi Kalimantan Tengah turun 8,72 persen, Provinsi Lampung turun 7,50 persen, dan Provinsi Aceh turun 5,50 persen. Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan II tahun 2013 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Gorontalo naik 12,66 persen, Provinsi Sumatera Barat naik 12,19 persen, dan Provinsi Kalimantan Selatan naik 12,12 persen. Provinsi-provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan terbesar adalah Provinsi Lampung turun 6,98 persen, Provinsi Bengkulu turun 5,45 persen, dan Provinsi Kalimantan Tengah turun 3,79 persen."

Download PDF
NTP Juli 2013 Turun 0,67 Persen Dibanding NTP Bulan Sebelumnya

NTP Juli 2013 Turun 0,67 Persen Dibanding NTP Bulan Sebelumnya

2013-08-01

"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Juli 2013 sebesar 104,58 atau turun 0,67 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan turunnya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,69 persen, NTP Subsektor Hortikultura sebesar 0,58 persen dan NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 2,36 persen. Sebaliknya, NTP Subsektor Peternakan naik sebesar 0,77 persen dan NTP Subsektor Perikanan naik sebesar 0,05 persen. Pada Juli 2013, NTP Provinsi Kepulauan Riau mengalami kenaikan tertinggi (0,69 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Jambi terjadi penurunan terbesar (2,47 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Juli 2013 terjadi inflasi daerah perdesaan di Indonesia sebesar 3,35 persen terutama disebabkan oleh naiknya indeks Kelompok Transportasi dan Komunikasi serta Kelompok Bahan Makanan. Dari 1.544 transaksi penjualan gabah di 21 provinsi selama Juli 2013, didominasi transaksi gabah kering panen (GKP) 65,48 persen, gabah kualitas rendah 27,20 persen, dan gabah kering giling (GKG) 7,32 persen. Selama Juli 2013, rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani turun 0,50 persen (menjadi Rp3.898,75 per kg) dan di penggilingan turun 0,54 persen (menjadi Rp3.967,30 per kg) dibandingkan kualitas yang sama Juni 2013. Sedangkan pada gabah kualitas GKG di petani Rp4.587,16 per kg (naik 1,87 persen) dan di penggilingan Rp4.659,88 per kg (naik 1,74 persen). Gabah kualitas rendah di petani Rp3.472,02 per kg (turun 1,02 persen) dan di penggilingan Rp3.550,77 per kg (turun 0,77 persen). Dibandingkan Juli 2012, rata-rata harga gabah kualitas GKP dan GKG di petani masing-masing naik 0,35 persen dan 3,68 persen. Sedangkan pada gabah kualitas rendah turun 3,07 persen. Sementara di penggilingan juga terjadi kenaikan pada gabah kualitas GKP 0,24 persen dan GKG 3,81 persen, sebaliknya pada gabah kualitas rendah turun 2,85 persen. Selama Juli 2012–Juli 2013, rata-rata harga tertinggi gabah kualitas GKP di petani Rp4.333,19 per kg di Januari 2013 dan terendah Rp3.669,04 per kg di April 2013. Upah nominal harian buruh tani nasional pada Juli 2013 naik sebesar 0,75 persen dibanding upah buruh tani Juni 2013, yaitu dari Rp41.588,00 menjadi Rp41.900,00 per hari, sedangkan secara riil mengalami penurunan sebesar 2,51 persen1). Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Juli 2013 naik 0,45 persen dibanding upah Juni 2013, yaitu dari Rp72.923,00 menjadi Rp73.253,00 per hari. Secara riil turun sebesar 2,74 persen1). Rata-rata upah nominal per bulan buruh seluruh industri pada triwulan I-2013 meningkat sebesar 1,88 persen dibanding triwulan IV-2012, yaitu dari Rp1.549.100,00 menjadi Rp1.578.200,00. Secara riil mengalami penurunan sebesar 0,54 persen1)."

Download PDF
Pada Juni 2013, Jumlah Wisman Naik 13,52 Persen Dibanding Juni Tahun Sebelumnya

Pada Juni 2013, Jumlah Wisman Naik 13,52 Persen Dibanding Juni Tahun Sebelumnya

2013-08-01

"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juni 2013 mencapai 789,6 ribu kunjungan atau naik 13,52 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Juni 2012, yang sebanyak 695,5 ribu kunjungan. Begitu pula, jika dibandingkan dengan Mei 2013, jumlah kunjungan wisman Juni 2013 juga naik sebesar 12,69 persen. Jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Juni 2013 naik 14,24 persen dibandingkan Juni 2012, yaitu dari 241,1 ribu kunjungan menjadi 275,5 ribu kunjungan. Jika dibanding Mei 2013, jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai juga naik sebesar 12,49 persen. Selama Semester I (Januari-Juni) 2013, jumlah kunjungan wisman mencapai 4,15 juta kunjungan atau naik 7,18 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 3,88 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 23 provinsi pada Juni 2013 mencapai rata-rata 56,80 persen, atau naik 0,10 poin dibandingkan dengan TPK Juni 2012, yang tercatat sebesar 56,70 persen. Begitu pula, bila dibanding Mei 2013, TPK hotel berbintang pada Juni 2013 mengalami kenaikan 3,20 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 23 provinsi selama Juni 2013 tercatat sebesar 1,92 hari, tidak ada perubahan dibanding keadaan Juni 2012. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Juni 2013 sebanyak 4,9 juta orang atau naik 7,79 persen dibanding Mei 2013. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 10,04 persen menjadi 1,2 juta orang. Selama Januari-Juni 2013 jumlah penumpang domestik mencapai 27,2 juta orang atau naik 3,54 persen dan jumlah penumpang internasional mencapai 6,3 juta orang atau naik 8,21 persen dibanding periode yang sama tahun 2012. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Juni 2013 tercatat 619,2 ribu orang atau naik 3,32 persen dibanding Mei 2013. Namun demikian jumlah barang yang diangkut turun 11,66 persen menjadi 17,1 juta ton. Selama Januari-Juni 2013 jumlah penumpang mencapai 3,5 juta orang atau naik 5,86 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2012 sebaliknya jumlah barang yang diangkut turun 2,65 persen atau mencapai 105,6 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Juni 2013 sebanyak 17,0 juta orang atau naik 5,51 persen dibanding Mei 2013. Demikian pula jumlah barang yang diangkut kereta api naik 9,92 persen menjadi 2,3 juta ton. Selama Januari-Juni 2013 jumlah penumpang mencapai 94,4 juta orang atau turun 6,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2012. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut kereta api naik 11,49 persen menjadi 12,8 juta ton."

Download PDF
Juni 2013, Ekspor Indonesia Turun 8,63 Persen dan Impor Turun 6,44 Persen

Juni 2013, Ekspor Indonesia Turun 8,63 Persen dan Impor Turun 6,44 Persen

2013-08-01

"Nilai ekspor Indonesia Juni 2013 mencapai US$14,74 miliar atau mengalami penurunan sebesar 8,63 persen dibanding ekspor Mei 2013. Demikian juga bila dibanding Juni 2012 mengalami penurunan sebesar 4,54 persen. Ekspor nonmigas Juni 2013 mencapai US$11,98 miliar, turun 9,26 persen dibanding Mei 2013, demikian juga bila dibanding ekspor Juni 2012 turun 4,44 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia JanuariJuni 2013 mencapai US$91,05 miliar atau menurun 6,09 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$74,77 miliar atau menurun 2,63 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Juni 2013 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$359,0 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bubur kayu/pulp sebesar US$12,1 juta. Ekspor nonmigas ke Cina Juni 2013 mencapai angka terbesar yaitu US$1,54 miliar, disusul Jepang US$1,31 miliar dan Amerika Serikat US$1,28 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,49 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,39 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode JanuariJuni 2013 turun sebesar 1,99 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 5,64 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian naik sebesar 2,41 persen. Nilai impor Indonesia Juni 2013 mencapai US$15,59 miliar atau turun 6,44 persen dibanding Mei 2013. Sementara bila dibanding Juni 2012 mengalami penurunan 6,82 persen. Impor nonmigas Juni 2013 mencapai US$12,06 miliar atau turun 8,82 persen dibanding Mei 2013, sedangkan bila dibanding impor Juni 2012 turun 9,83 persen. Impor migas Juni 2013 mencapai US$3,53 miliar atau naik 2,72 persen dibanding Mei 2013, sedangkan bila dibanding impor Juni 2012 naik 5,21 persen Secara kumulatif nilai impor Januari-Juni 2013 mencapai US$94,36 miliar atau turun 2,16 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun 2012. Impor nonmigas mencapai US$72,26 miliar atau turun 3,67 persen. Nilai impor nonmigas terbesar Juni 2013 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,11 miliar. Nilai ini turun 8,10 persen dibanding impor golongan barang yang sama Mei 2013. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Juni 2013 ditempati oleh Cina dengan nilai US$2,55 miliar (21,17 persen), Jepang US$1,57 miliar (13,01 persen), dan Thailand US$0,86 miliar (7,15 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 20,26 persen, sementara dari Uni Eropa 9,88 persen. Nilai impor golongan barang konsumsi dan barang modal selama Januari-Juni 2013 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 5,00 dan 18,77 persen. Sebaliknya impor bahan baku/penolong naik 2,70 persen ."

Download PDF