Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Pada Juli 2013 Terjadi Inflasi Sebesar 3,29 Persen
2013-08-01
"Pada Juli 2013 terjadi inflasi sebesar 3,29 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 144,63. Dari 66 kota IHK, tercatat seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ternate 6,04 persen dengan IHK 147,05 dan terendah terjadi di Singkawang 1,36 persen dengan IHK 146,30. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 5,46 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 1,55 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,44 persen; kelompok kesehatan 0,40 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,69 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 9,60 persen. Sedangkan kelompok sandang pada bulan ini mengalami deflasi 0,09 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari−Juli) 2013 sebesar 6,75 persen dan tingkat inflasi year on year (Juli 2013 terhadap Juli 2012) sebesar 8,61 persen. Komponen inti pada Juli 2013 mengalami inflasi sebesar 0,99 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari−Juli) 2013 sebesar 2,32 persen dan tingkat inflasi komponen inti year on year (Juli 2013 terhadap Juli 2012) sebesar 4,44 persen."
Download PDFJumlah Penduduk Miskin Maret 2013 Mencapai 28,07 Juta Orang
2013-07-01
"Pada bulan Maret 2013, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 28,07 juta orang (11,37 persen), berkurang sebesar 0,52 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2012 yang sebesar 28,59 juta orang (11,66 persen). Selama periode September 2012-Maret 2013, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0,18 juta orang (dari 10,51 juta orang pada September 2012 menjadi 10,33 juta orang pada Maret 2013), sementara di daerah perdesaan berkurang 0,35 juta orang (dari 18,09 juta orang pada September 2012 menjadi 17,74 juta orang pada Maret 2013). Selama periode September 2012-Maret 2013, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan dan perdesaan tercatat mengalami penurunan. Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2012 sebesar 8,60 persen, turun menjadi 8,39 persen pada Maret 2013. Sementara penduduk miskin di daerah perdesaan menurun dari 14,70 persen pada September 2012 menjadi 14,32 persen pada Maret 2013. Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2013 tercatat sebesar 73,52 persen, kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi September 2012 yang sebesar 73,50 persen. Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di perdesaan, diantaranya adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, mie instan, gula pasir, tempe, dan bawang merah. Sedangkan, untuk komoditi bukan makanan diantaranya adalah biaya perumahan, listrik, pendidikan, dan bensin. Pada periode September 2012-Maret 2013, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan penurunan. Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati Garis Kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit. "
Download PDFJuni 2013, Harga Grosir Naik 0,57 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya
2013-07-01
"Pada Juni 2013 indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,57 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,62 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Juni 2013 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,57 persen, 0,60 persen, dan 0,75 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Juni 2013 naik sebesar 0,80 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga komoditas alat-alat berat dan perlengkapannya 0,63 persen, barang-barang lainnya dari bahan bukan logam 0,45 persen, barang galian segala jenis 0,38 persen, dan barang-barang logam lainnya 0,24 persen."
Download PDFProduksi Padi 2013 (Angka Ramalan I) diperkirakan Naik 0,31 Persen dibandingkan Tahun Sebelumnya
2013-07-01
"Produksi padi pada tahun 2012 (ATAP) sebesar 69,06 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau mengalami kenaikan sebesar 3,30 juta ton (5,02 persen) dibandingkan tahun 2011. Produksi padi pada tahun 2013 (ARAM I) diperkirakan 69,27 juta ton GKG atau mengalami kenaikan sebesar 0,21 juta ton (0,31 persen) dibandingkan tahun 2012. Kenaikan produksi tersebut diperkirakan terjadi di Jawa sebesar 0,02 juta ton dan di luar Jawa sebesar 0,19 juta ton. Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 5,69 ribu hektar (0,04 persen) dan peningkatan produktivitas sebesar 0,14 kuintal/hektar (0,27 persen). Produksi jagung pada tahun 2012 (ATAP) sebesar 19,39 juta ton pipilan kering atau mengalami peningkatan sebesar 1,74 juta ton (9,88 persen) dibandingkan tahun 2011. Produksi jagung pada tahun 2013 (ARAM I) diperkirakan 18,84 juta ton pipilan kering atau mengalami penurunan sebesar 0,55 juta ton (2,83 persen) dibandingkan tahun 2012. Penurunan produksi ini diperkirakan terjadi karena penurunan luas panen seluas 66,62 ribu hektar (1,68 persen) dan penurunan produktivitas sebesar 0,57 kuintal/hektar (1,16 persen). Produksi kedelai pada tahun 2012 (ATAP) sebesar 843,15 ribu ton biji kering atau mengalami penurunan sebesar 8,13 ribu ton (0,96 persen) dibandingkan tahun 2011. Produksi kedelai pada tahun 2013 (ARAM I) diperkirakan 847,16 ribu ton biji kering atau mengalami peningkatan sebesar 4,00 ribu ton (0,47 persen) dibandingkan tahun 2012. Peningkatan produksi ini diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen seluas 3,94 ribu hektar (0,69 persen) meskipun produktivitas diperkirakan mengalami penurunan sebesar 0,03 kuintal/hektar (0,20 persen). "
Download PDFNTP Juni 2013 Naik 0,32 Persen Dibanding NTP Bulan Sebelumnya
2013-07-01
"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Juni 2013 sebesar 105,28 atau naik 0,32 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,53 persen, NTP Subsektor Hortikultura sebesar 0,28 persen, NTP Subsektor Peternakan sebesar 0,30 persen, dan NTP Subsektor Perikanan sebesar 0,04 persen. Sebaliknya, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat turun sebesar 0,17 persen. Pada Juni 2013, NTP Provinsi Lampung mengalami kenaikan tertinggi (0,71 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Papua terjadi penurunan terbesar (0,56 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Juni 2013 terjadi inflasi daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,59 persen terutama disebabkan oleh naiknya indeks Kelompok Bahan Makanan. "
Download PDFPada Mei 2013, Jumlah Wisman Naik 7,65 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya
2013-07-01
"Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Mei 2013 mencapai 700,7 ribu kunjungan atau naik 7,65 persen dibandingkan jumlah kunjungan wisman Mei 2012, yang sebanyak 650,9 ribu kunjungan. Begitu pula, jika dibandingkan dengan April 2013, jumlah kunjungan wisman Mei 2013 juga naik sebesar 8,45 persen. Jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Mei 2013 naik 11,05 persen dibandingkan Mei 2012, yaitu dari 220,5 ribu kunjungan menjadi 244,9 ribu kunjungan. Jika dibanding April 2013, jumlah kunjungan wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai juga naik sebesar 2,29 persen. Secara kumulatif (Januari-Mei) 2013, jumlah kunjungan wisman mencapai 3,36 juta kunjungan atau naik 5,79 persen dibanding kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang berjumlah 3,18 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 23 provinsi pada Mei 2013 mencapai rata-rata 53,60 persen, atau naik 0,15 poin dibandingkan dengan TPK Mei 2012, yang tercatat sebesar 53,45 persen. Begitu pula bila dibanding April 2013, TPK hotel berbintang pada Mei 2013 juga mengalami kenaikan 1,72 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 23 provinsi selama Mei 2013 tercatat sebesar 1,88 hari, naik 0,01 hari dibanding keadaan Mei 2012. "
Download PDFMei 2013, Ekspor Indonesia Naik 8,90 Persen dan Impor Naik 1,22 Persen
2013-07-01
"Nilai ekspor Indonesia Mei 2013 mencapai US$16,07 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 8,90 persen dibanding ekspor April 2013. Sementara bila dibanding Mei 2012 mengalami penurunan sebesar 4,49 persen. Ekspor nonmigas Mei 2013 mencapai US$13,21 miliar, naik 7,28 persen dibanding April 2013, demikian juga bila dibanding ekspor Mei 2012 naik 0,77 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia JanuariMei 2013 mencapai US$76,25 miliar atau menurun 6,46 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$62,78 miliar atau menurun 2,28 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Mei 2013 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$311,9 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada benda-benda dari besi dan baja sebesar US$25,1 juta. Ekspor nonmigas ke Cina Mei 2013 mencapai angka terbesar yaitu US$1,72 miliar, disusul Jepang US$1,44 miliar dan India US$1,32 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,94 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,44 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode JanuariMei 2013 turun sebesar 1,55 persen dibanding periode yang sama tahun 2012, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya turun 5,63 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian naik sebesar 3,49 persen. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode JanuariMaret 2013 berasal dari Kalimantan Timur dengan nilai US$7,86 miliar (17,30 persen), diikuti Jawa Barat sebesar US$6,46 miliar (14,23 persen) dan Riau sebesar U$5,06 miliar (11,14 persen). Nilai impor Indonesia Mei 2013 mencapai US$16,66 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 1,22 persen dibanding impor April 2013. Sementara bila dibanding Mei 2012 mengalami penurunan 2,19 persen. Impor nonmigas Mei 2013 mencapai US$13,23 miliar atau naik 3,06 persen dibanding April 2013, sedangkan bila dibanding impor Mei 2012 turun 2,70 persen. Sementara itu, impor migas Mei 2013 mencapai US$3,43 miliar atau turun 5,29 persen dibanding April 2013, sedangkan bila dibanding impor Mei 2012 turun 0,14 persen Secara kumulatif nilai impor Januari-Mei 2013 mencapai US$78,78 miliar atau turun 1,18 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun 2012. Sementara itu, impor nonmigas mencapai US$60,20 miliar atau turun 2,33 persen. Nilai impor nonmigas terbesar Mei 2013 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$2,29 miliar. Nilai ini turun 6,10 persen dibanding impor golongan barang yang sama April 2013. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Mei 2013 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$2,80 miliar dengan pangsa 21,16 persen, diikuti Jepang US$1,56 miliar (11,78 persen) dan Thailand US$1,09 miliar (8,24 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 21,29 persen, sementara dari Uni Eropa mencapai 9,52 persen. Nilai impor golongan barang konsumsi dan barang modal selama Januari-Mei 2013 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing sebesar 7,09 dan 17,19 persen. Sebaliknya impor bahan baku/penolong naik 3,77 persen . "
Download PDFPada Juni 2013 Terjadi Inflasi Sebesar 1,03 Persen
2013-07-01
"Pada Juni 2013 terjadi inflasi sebesar 1,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 140,03. Dari 66 kota IHK, tercatat 65 kota mengalami inflasi dan 1 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga 1,96 persen dengan IHK 149,51 dan terendah terjadi di Gorontalo 0,11 persen dengan IHK 140,95. Sedangkan deflasi terjadi di Ambon 0,15 persen dengan IHK 144,46. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 1,17 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,67 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,21 persen; kelompok kesehatan 0,23 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,04 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 3,80 persen. Sedangkan kelompok sandang pada bulan ini mengalami deflasi 0,29 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Juni) 2013 sebesar 3,35 persen dan tingkat inflasi year on year (Juni 2013 terhadap Juni 2012) sebesar 5,90 persen. Komponen inti pada Juni 2013 mengalami inflasi sebesar 0,32 persen, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Juni) 2013 sebesar 1,32 persen dan tingkat inflasi komponen inti year on year (Juni 2013 terhadap Juni 2012) sebesar 3,98 persen. "
Download PDFMei 2013, Harga Grosir Naik 0,18 Persen dibandingkan Bulan Sebelumnya
2013-06-03
"Pada Mei 2013 indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,18 persen terhadap bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Industri sebesar 0,21 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada Mei 2013 masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen, 0,02 persen, dan 0,10 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Mei 2013 naik sebesar 0,30 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan kayu gergajian dan awetan 2,36 persen, aspal 1,91 persen, barang galian segala jenis 0,63 persen, dan bahan bangunan dari logam 0,55 persen. "
Download PDFNTP Mei 2013 Naik 0,39 Persen Dibanding NTP Bulan Sebelumnya
2013-06-03
"Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Mei 2013 sebesar 104,95 atau naik 0,39 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan naiknya seluruh NTP subsektor, NTP Subsektor Tanaman Pangan naik sebesar 0,37 persen, NTP Subsektor Hortikultura naik sebesar 0,66 persen, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 0,23 persen, NTP Subsektor Peternakan naik sebesar 0,35 persen, dan NTP Subsektor Perikanan naik sebesar 0,23 persen. Pada Mei 2013, NTP Provinsi Lampung mengalami kenaikan tertinggi (0,85 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kalimantan Barat terjadi penurunan terbesar (0,74 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Mei 2013 terjadi deflasi daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,03 persen terutama disebabkan oleh turunnya indeks Kelompok Bahan Makanan. "
Download PDF