Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Nilai Tukar Petani November 2010 Naik 0,27 %, Harga Gabah di Petani Naik 1,15 % (GKP) dan  2,54 % (GKG) , Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Naik 0,29%

Nilai Tukar Petani November 2010 Naik 0,27 %, Harga Gabah di Petani Naik 1,15 % (GKP) dan 2,54 % (GKG) , Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Naik 0,29%

2010-12-01

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional November 2010 sebesar 102,89 atau naik 0,27 persen dibanding NTP bulan sebelumnya, kenaikan NTP ini utamanya dikarenakan naiknya NTP Subsektor Hortikultura sebesar 0,46 persen, utamanya pada kelompok sayur-sayuran. Pada November 2010, NTP Provinsi Sumatera Utara mengalami kenaikan tertinggi (0,85 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya NTP Provinsi Maluku terjadi penurunan terbesar (0,46 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada November 2010, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,79 persen terutama dipicu oleh subkelompok bahan makanan. Dari 1.104 transaksi gabah di 20 provinsi selama November 2010 didominasi Gabah Kering Panen (GKP) 70,20 persen, gabah kualitas rendah 21,92 persen, dan Gabah Kering Giling (GKG) 7,88 persen. Di petani, harga tertinggi senilai Rp6.500,00 per kg berasal dari gabah kualitas GKP varietas Siam Unus di Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah). Sedangkan harga terendah senilai Rp2.400,00 per kg, berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciliwung, diikuti beberapa varietas gabah kualitas rendah di Kabupaten Luwu Utara (Sulawesi Selatan) serta Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar (Sulawesi Barat) Di penggilingan, harga tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Siam Unus senilai Rp6.600,00 per kg di Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah). Harga terendah senilai Rp2.430,00 per kg, berasal dari gabah kualitas rendah varietas Serang di Kabupaten Mamuju (Sulawesi Barat). Dibandingkan bulan lalu, rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani naik 1,15 persen menjadi Rp3.364,98 per kg dan kualitas GKG naik 2,54 persen menjadi Rp3.782,03 per kg. Sedangkan harga gabah kualitas rendah juga naik 2,41 persen menjadi Rp2.931,90 per kg. Upah nominal harian buruh tani Nasional pada November 2010 naik sebesar 0,29 persen dibanding upah buruh tani Oktober 2010, yaitu dari Rp38.382,00 menjadi Rp38.494,00 per hari. Secara riil mengalami penurunan sebesar 0,49 persen1). Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada November 2010 naik 0,49 persen dibanding upah buruh bangunan Oktober 2010, yaitu dari Rp59.898,00 menjadi Rp60.190,00 per hari. Secara riil mengalami penurunan sebesar 0,11 persen

Download PDF
Jumlah Wisman Pada Oktober 2010 Mencapai 594,7 Ribu Orang Dan Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik Oktober 2010 Naik 4,81 %

Jumlah Wisman Pada Oktober 2010 Mencapai 594,7 Ribu Orang Dan Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik Oktober 2010 Naik 4,81 %

2010-12-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Oktober 2010 mencapai 594,7 ribu orang atau naik 8,68 persen dibanding jumlah wisman Oktober 2009 yang sebanyak 547,2 ribu orang. Begitu pula, jika dibandingkan dengan September 2010, jumlah wisman Oktober 2010 naik 6,12 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Oktober 2010 naik 1,79 persen dibanding Oktober 2009, yaitu dari 225,6 ribu orang menjadi 229,7 ribu orang pada Oktober 2010. Sementara itu, jika dibanding September 2010, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 1,23 persen. Secara kumulatif (Januari-Oktober) 2010, jumlah wisman mencapai 5,78 juta orang atau naik 11,88 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2009 sebanyak 5,17 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 17 provinsi pada Oktober 2010 mencapai rata-rata 53,34 persen, atau naik 3,37 poin dibanding TPK Oktober 2009 sebesar 49,97 persen. Begitu pula bila dibanding TPK hotel September 2010, TPK hotel berbintang pada Oktober 2010 mengalami kenaikan 2,73 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 17 provinsi selama Oktober 2010 adalah 2,05 hari, turun 0,07 hari dibanding keadaan Oktober 2009. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Oktober 2010 mencapai 4,2 juta orang atau naik 4,81 persen dibanding bulan September 2010. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 0,48 persen menjadi 855,2 ribu orang. Selama Januari-Oktober 2010 jumlah penumpang domestik mencapai 35,4 juta orang atau naik 21,84 persen, dan jumlah penumpang internasional mencapai 7,9 juta orang atau naik 22,93 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan Oktober 2010 tercatat 616,1 ribu orang atau turun 25,80 persen dibanding bulan September 2010, sebaliknya jumlah barang yang diangkut naik 20,37 persen menjadi 10,3 juta ton. Selama Januari-Oktober 2010 jumlah penumpang mencapai 5,9 juta orang atau naik 17,85 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2009, sebaliknya jumlah barang yang diangkut 89,8 juta ton atau turun 29,16 persen. Jumlah penumpang kereta api pada bulan Oktober 2010 mencapai 16,9 juta orang atau turun 2,27 persen dibanding bulan September 2010, sebaliknya jumlah barang yang diangkut kereta api naik 12,04 persen menjadi 1,7 juta ton. Selama Januari-Oktober 2010, jumlah penumpang mencapai 169,2 juta orang atau turun 2,00 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut kereta api naik 1,95 persen menjadi 16,1 juta ton.

Download PDF
Ekspor Indonesia Oktober 2010 Meningkat 16,72 % Sedang Impor Oktober 2010 Meningkat 25,81 %

Ekspor Indonesia Oktober 2010 Meningkat 16,72 % Sedang Impor Oktober 2010 Meningkat 25,81 %

2010-12-01

Nilai ekspor Indonesia Oktober 2010 mencapai US$14,22 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 16,72 persen dibanding ekspor September 2010. Sementara bila dibanding Oktober 2009 ekspor mengalami peningkatan sebesar 16,14 persen. Ekspor nonmigas Oktober 2010 mencapai US$11,61 miliar, naik 14,92 persen dibanding September 2010, sedangkan dibanding ekspor Oktober 2009 meningkat 14,55 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober 2010 mencapai US$125,13 miliar atau meningkat 35,45 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, sementara ekspor nonmigas mencapai US$103,40 miliar atau meningkat 32,21 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Oktober 2010 terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$539,3 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$470,2 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Oktober 2010 mencapai angka terbesar yaitu US$1,34 miliar, disusul Cina US$1,30 miliar dan Amerika Serikat US$1,22 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,48 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,40 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Oktober 2010 naik sebesar 32,90 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 16,58 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 33,15 persen. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari-Agustus 2010 berasal dari Kalimantan Timur dengan nilai US$16,26 miliar (16,47 persen), diikuti Jawa Barat sebesar US$15,98 miliar (16,18 persen) dan Jawa Timur sebesar U$9,13 miliar (9,25 persen). Nilai impor Indonesia Oktober 2010 sebesar US$12,15 miliar atau naik 25,81 persen dibanding impor September 2010 yang besarnya US$9,65 miliar, sedangkan jika dibanding impor Oktober 2009 (US$9,43 miliar) naik 28,80 persen. Sementara itu, selama Januari-Oktober 2010 nilai impor mencapai US$109,54 miliar atau meningkat 40,95 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$77,71 miliar). Impor nonmigas Oktober 2010 sebesar US$9,76 miliar atau naik US$2,11 miliar (27,54 persen) dibanding impor nonmigas September 2010, sedangkan impor nonmigas selama Januari-Oktober 2010 mencapai US$87,71 miliar atau naik 39,98 persen dibanding impor nonmigas periode yang sama tahun 2009 (US$62,66 miliar). Impor migas Oktober 2010 sebesar US$2,38 miliar atau naik US$0,38 miliar (19,21 persen) dibanding impor migas September 2010, sedangkan impor migas selama Januari-Oktober 2010 mencapai US$21,82 miliar atau naik 44,96 persen dibanding impor migas periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai impor nonmigas terbesar Oktober 2010 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$1,92 miliar. Nilai ini naik 31,10 persen dibanding impor golongan barang yang sama September 2010 (US$1,46 miliar). Sementara itu, impor golongan barang tersebut selama Januari-Oktober 2010 mencapai US$16,32 miliar atau meningkat 36,62 persen (US$4,37 miliar) dibanding impor golongan barang yang sama Januari-Oktober 2009 (US$11,95 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Oktober 2010 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$15,91 miliar dengan pangsa 18,14 persen, diikuti Jepang US$13,82 miliar (15,76 persen) dan Singapura US$8,27 miliar (9,43 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,20 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 9,02 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari-Oktober 2010 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 46,68 persen, bahan baku/penolong sebesar 42,30 persen, dan barang modal sebesar 34,39 persen.

Download PDF
Pada Bulan November 2010 Inflasi Sebesar 0,60%.

Pada Bulan November 2010 Inflasi Sebesar 0,60%.

2010-12-01

Pada bulan November 2010 terjadi inflasi sebesar 0,60 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 124,03. Dari 66 kota IHK, 61 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe 2,64 persen dengan IHK 124,73 dan terendah terjadi di Probolinggo 0,06 persen dengan IHK 127,33. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Maumere 0,29 persen dengan IHK 135,23 dan terendah terjadi di Balikpapan 0,04 persen dengan IHK 126,39. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 1,49 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,46 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,25 persen; kelompok sandang 0,89 persen; kelompok kesehatan 0,09 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,08 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,01 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-November) 2010 sebesar 5,98 persen dan laju inflasi year on year (November 2010 terhadap November 2009) sebesar 6,33 persen. Komponen inti pada bulan November 2010 mengalami inflasi sebesar 0,30 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-November) 2010 sebesar 3,89 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (November 2010 terhadap November 2009) sebesar 4,31 persen.

Download PDF
Kondisi Bisnis Dan Ekonomi Konsumen Pada Triwulan III 2010 Meningkat

Kondisi Bisnis Dan Ekonomi Konsumen Pada Triwulan III 2010 Meningkat

2010-11-05

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada Triwulan III-2010 sebesar 107,29, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis juga lebih tinggi dibandingkan Triwulan II-2010 (nilai ITB sebesar 104,23). Seluruh sektor ekonomi mengalami peningkatan kondisi bisnis. Sektor Pengangkutan dan Komunikasi mengalami peningkatan bisnis tertinggi (nilai ITB sebesar 109,18), dan Sektor Pertanian mengalami peningkatan bisnis terendah (nilai ITB sebesar 103,79). Kondisi bisnis pada Triwulan III-2010 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha, kapasitas produksi, dan rata-rata jam kerja. Sektor Pengangkutan dan Komunikasi mengalami peningkatan pendapatan usaha paling tinggi, dan terendah adalah Sektor Pertambangan dan Penggalian. Nilai ITB Triwulan IV-2010 sebesar 105,45, berarti kondisi bisnis pada triwulan tersebut diperkirakan akan meningkat dibandingkan Triwulan III-2010. Seluruh sektor ekonomi pada Triwulan IV-2010 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis, dan Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di Jabodetabek pada Triwulan III-2010 sebesar 110,67, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat kepercayaan konsumen juga meningkat dibandingkan dengan Triwulan II-2010 (ITK sebesar 105,32). Kondisi ekonomi konsumen membaik karena didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga, pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari yang relatif rendah, dan meningkatnya konsumsi beberapa komoditi makanan maupun non makanan, seperti biaya pendidikan, perumahan (listrik, telepon, dan air), transportasi, dan rekreasi. Nilai ITK di Jabodetabek pada Triwulan IV-2010 diperkirakan sebesar 106,55, artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik. Meskipun demikian, tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan menurun dibandingkan Triwulan III-2010 (ITK sebesar 110,67). Perbaikan kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan III-2010 diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan pendapatan konsumen.

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan III-2010 Tumbuh 5,8 Persen

Ekonomi Indonesia Triwulan III-2010 Tumbuh 5,8 Persen

2010-11-05

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada Triwulan III-2010 meningkat sebesar 3,5 persen terhadap Triwulan II-2010 (q-to-q). Peningkatan terjadi pada semua sektor ekonomi dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pertanian 6,0 persen dan terendah di Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih yaitu 0,1 persen. Bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2009 (y-on-y), PDB Indonesia Triwulan III-2010 ini tumbuh sebesar 5,8 persen, dimana semua sektor tumbuh positif dan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi tumbuh sebesar 13,3 persen. Secara kumulatif, pertumbuhan PDB Indonesia hingga Triwulan III-2010 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009 (c-to-c) tumbuh sebesar 5,9 persen. Besaran PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada Triwulan III-2010 Rp1.654,5 triliun sehingga kumulatif Triwulan ke III-2010 mencapai Rp4.727,6 triliun. Dari sisi penggunaan, pertumbuhan PDB Triwulan III-2010 terhadap triwulan sebelumnya didorong oleh kenaikan konsumsi pemerintah yang tumbuh sebesar 12,6 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 7,0 persen, ekspor sebesar 6,0 persen, dan konsumsi rumah tangga sebesar 2,0 persen. Sementara impor tumbuh 2,2 persen dibanding triwulan sebelumnya. Pertumbuhan PDB penggunaan Triwulan III-2010 dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2009 (5,8 persen) ditopang oleh pertumbuhan PMTB sebesar 8,9 persen, konsumsi rumah tangga sebesar 5,2 persen, konsumsi pemerintah sebesar 3,0 persen, dan ekspor sebesar 11,3 persen. Sedangkan impor juga tumbuh 11,0 persen dibanding triwulan yang sama tahun 2009. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada Triwulan III-2010 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57,6 persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,7 persen, Pulau Kalimantan 9,2 persen, Pulau Sulawesi 4,6 persen, dan sisanya 4,9 persen di pulau-pulau lainnya.

Download PDF
Pada Bulan Oktober 2010 Harga Grosir Naik 0,17 %

Pada Bulan Oktober 2010 Harga Grosir Naik 0,17 %

2010-11-01

Pada bulan Oktober 2010 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,17 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Kelompok Barang Impor Nonmigas sebesar 0,52 persen. IHPB Bahan Baku, dan Barang Modal pada bulan Oktober 2010 naik masing-masing 0,28 persen, dan 0,84 persen. Sebaliknya IHPB Barang Konsumsi mengalami penurunan indeks sebesar 0,05 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Oktober 2010 naik sebesar 0,26 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga bahan bangunan dari kayu, barang galian segala jenis, barang-barang logam lainnya, dan barang dari besi dan baja dasar. Sedangkan yang mengalami penurunan harga antara lain bahan bangunan dari logam, dan semen.

Download PDF
Pertumbuhan Produksi IBS Triwulan III 2010 Naik 3,57 %

Pertumbuhan Produksi IBS Triwulan III 2010 Naik 3,57 %

2010-11-01

Pertumbuhan (y-on-y) produksi Industri Pengolahan Besar dan Sedang triwulan III tahun 2010 naik sebesar 3,57 persen dari triwulan III tahun 2009. Selama empat tahun berturut-turut, dari tahun 2006 s/d 2010, pertumbuhan Produksi Industri Besar dan Sedang triwulan III terus-menerus mengalami kenaikan. Pertumbuhan triwulan III tahun 2009 naik 0,09 persen dari triwulan III tahun 2008, pertumbuhan triwulan III tahun 2008 naik 1,60 persen dari triwulan III tahun 2007, pertumbuhan triwulan III tahun 2007 naik 4,01 persen dari triwulan III tahun 2006. Pertumbuhan (q-to-q) produksi Industri Pengolahan Besar dan Sedang triwulan III tahun 2010 naik sebesar 2,02 persen dari triwulan II tahun 2010. Pertumbuhan triwulan II tahun 2010 naik sebesar 2,42 persen dari triwulan I tahun 2010, pertumbuhan triwulan I tahun 2010 turun sebesar 1,83 persen dari triwulan IV tahun 2009. Pola pertumbuhan produksi industri sejak tahun 2000 berpola identik setiap tahunnya, yaitu terjadi pertumbuhan rendah diawal tahun kemudian meningkat di pertengahan tahun dan selanjutnya menurun kembali di akhir tahun. Pertumbuhan (m-to-m) Produksi Industri Pengolahan Besar dan Sedang selama triwulan III tahun 2010 mengalami kenaikan pada bulan Juli dan Agustus 2010, sedangkan pada bulan September mengalami penurunan. Pertumbuhan bulan Juli 2010 naik sebesar 2,15 persen dari bulan Juni 2010, pertumbuhan bulan Agustus 2010 naik 0,45 persen dari Juli 2010, dan pertumbuhan bulan September 2010 turun 6,24 persen dari Agustus 2010. Pada triwulan III tahun 2010, di 30 provinsi dirilis pula pertumbuhan produksi industri pengolahan besar dan sedang untuk tingkat provinsi.

Download PDF
Produksi Padi Aram III Tahun 2010 Diperkirakan Meningkat 2,46 Persen

Produksi Padi Aram III Tahun 2010 Diperkirakan Meningkat 2,46 Persen

2010-11-01

Produksi padi tahun 2010 (ARAM III) diperkirakan sebesar 65,98 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 1,58 juta ton (2,46 persen) dibandingkan produksi tahun 2009. Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen sebesar 234,54 ribu hektar (1,82 persen) dan produktivitas sebesar 0,31 kuintal/hektar (0,62 persen). Kenaikan produksi padi tahun 2010 sebesar 1,58 juta ton tersebut terjadi pada perkiraan September−Desember sebesar 2,09 juta ton, sedangkan realisasi produksi Januari−Agustus turun sebesar 0,51 juta ton. Produksi jagung tahun 2010 (ARAM III) diperkirakan sebesar 17,84 juta ton pipilan kering, naik 214,93 ribu ton (1,22 persen) dibandingkan produksi tahun 2009. Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan produktivitas sebesar 0,80 kuintal/hektar (1,89 persen), sedangkan luas panen diperkirakan turun sebesar 26,87 ribu hektar (0,65 persen). Produksi kedelai tahun 2010 (ARAM III) diperkirakan sebesar 905,02 ribu ton biji kering, turun 69,50 ribu ton (7,13 persen) dibandingkan produksi tahun 2009. Penurunan produksi diperkirakan terjadi karena penurunan luas panen sebesar 50,55 ribu hektar (6,99 persen) dan juga produktivitas sebesar 0,02 kuintal/hektar (0,15 persen).

Download PDF
Perkembangan Nilai Tukar Petani, Harga Produsen Gabah dan Upah Buruh Oktober 2010

Perkembangan Nilai Tukar Petani, Harga Produsen Gabah dan Upah Buruh Oktober 2010

2010-11-01

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Oktober 2010 sebesar 102,61 atau naik 0,42 persen dibanding NTP bulan sebelumnya, kenaikan NTP dikarenakan naiknya NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 1,04 persen, utamanya pada kelompok padi. Pada Oktober 2010, NTP Provinsi Sumatera Selatan mengalami kenaikan tertinggi (1,43 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya NTP Provinsi Bengkulu terjadi penurunan terbesar (1,07 persen) dibanding penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Oktober 2010, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,08 persen terutama dipicu oleh subkelompok makanan jadi. Dari 943 transaksi gabah di 21 provinsi selama Oktober 2010 didominasi Gabah Kering Panen (GKP) 71,79 persen, gabah kualitas rendah 19,51 persen, dan Gabah Kering Giling (GKG) 8,70 persen. Di petani, harga tertinggi senilai Rp5.545,00 per kg berasal dari gabah kualitas GKP varietas Mutiara di Kabupaten Barito Kuala (Kalimantan Selatan). Sedangkan harga terendah senilai Rp2.400,00 per kg, berasal dari gabah kualitas GKP varietas Bromo dan Ciliwung, diikuti beberapa varietas gabah kualitas rendah di beberapa Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Di penggilingan, harga tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Mutiara senilai Rp5.595,00 per kg di Kabupaten Barito Kuala (Kalimantan Selatan). Harga terendah senilai Rp2.430,00 per kg, juga berasal dari gabah kualitas rendah varietas Ciliwung di Kabupaten Mamuju (Sulawesi Barat). Dibandingkan bulan lalu, rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani naik 3,26 persen menjadi Rp3.326,84 per kg dan di penggilingan naik 3,12 persen menjadi Rp3.391,83 per kg. Harga gabah kualitas rendah di petani juga naik 0,88 persen menjadi Rp2.862,83 per kg. Upah nominal harian buruh tani Nasional pada Oktober 2010 naik sebesar 0,21 persen dibanding upah buruh tani September 2010, yaitu dari Rp38.301,00 menjadi Rp38.382,00 per hari. Secara riil mengalami peningkatan sebesar 0,13 persen1). Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Oktober 2010 naik 2,43 persen dibanding upah buruh bangunan September 2010, yaitu dari Rp58.475,00 menjadi Rp59.898,00 per hari. Secara riil naik sebesar 2,37 persen

Download PDF