Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Jumlah Wisman Pada September 2010 Naik 13,48 %, Dan Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik Naik 22,61%

Jumlah Wisman Pada September 2010 Naik 13,48 %, Dan Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik Naik 22,61%

2010-11-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada September 2010 mencapai 560,4 ribu orang atau naik 13,48 persen dibanding jumlah wisman September 2009 yang sebanyak 493,8 ribu orang. Sedangkan, jika dibandingkan dengan Agustus 2010, jumlah wisman September 2010 turun 4,46 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada September 2010 naik 6,54 persen dibanding September 2009, yaitu dari 218,2 ribu orang menjadi 232,5 ribu orang pada September 2010. Sementara itu, jika dibanding Agustus 2010, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 4,40 persen. Secara kumulatif (Januari-September) 2010, jumlah wisman mencapai 5,19 juta orang atau naik 12,26 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2009 sebanyak 4,62 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 17 provinsi pada September 2010 mencapai rata-rata 50,61 persen, atau naik 5,08 poin dibanding TPK September 2009 sebesar 45,53 persen. Begitu pula bila dibanding TPK hotel Agustus 2010, TPK hotel berbintang pada September 2010 mengalami kenaikan 3,42 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 17 provinsi selama September 2010 adalah 2,06 hari, turun 0,09 hari dibanding keadaan September 2009. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan September 2010 mencapai 4,0 juta orang atau naik 22,61 persen dibanding bulan Agustus 2010. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 0,42 persen menjadi 851,1 ribu orang. Selama Januari-September 2010 jumlah penumpang domestik mencapai 31,2 juta orang atau naik 21,55 persen, dan jumlah penumpang internasional mencapai 7,1 juta orang atau naik 24,19 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan September 2010 tercatat 830,3 ribu orang atau naik 37,56 persen dibanding bulan Agustus 2010, sebaliknya jumlah barang yang diangkut turun 7,91 persen menjadi 8,6 juta ton. Selama Januari-September 2010 jumlah penumpang mencapai 5,3 juta orang atau naik 21,69 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2009, sebaliknya jumlah barang yang diangkut 79,5 juta ton atau turun 31,77 persen. Jumlah penumpang kereta api pada bulan September 2010 mencapai 17,3 juta orang atau naik 5,00 persen dibanding bulan Agustus 2010, sebaliknya jumlah barang yang diangkut kereta api turun 13,44 persen menjadi 1,5 juta ton. Selama Januari-September 2010, jumlah penumpang mencapai 152,3 juta orang atau turun 1,69 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut kereta api naik 1,03 persen menjadi 14,4 juta ton.

Download PDF
September 2010 Nilai Ekspor Turun 12,02% dan Nilai Impor Turun 21,69%

September 2010 Nilai Ekspor Turun 12,02% dan Nilai Impor Turun 21,69%

2010-11-01

Nilai ekspor Indonesia September 2010 mencapai US$12,08 miliar atau mengalami penurunan sebesar 12,02 persen dibanding ekspor Agustus 2010. Sementara bila dibanding September 2009 ekspor mengalami peningkatan sebesar 22,70 persen. Ekspor nonmigas September 2010 mencapai US$10,13 miliar, turun 13,66 persen dibanding Agustus 2010, sedangkan dibanding ekspor September 2009 meningkat 25,18 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-September 2010 mencapai US$110,81 miliar atau meningkat 38,27 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, sementara ekspor nonmigas mencapai US$91,83 miliar atau meningkat 34,89 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar September 2010 terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$629,4 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$282,4 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang September 2010 mencapai angka terbesar yaitu US$1,39 miliar, disusul Cina US$1,09 miliar, dan Amerika Serikat US$1,02 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,52 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,38 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-September 2010 naik sebesar 34,16 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 15,72 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 41,95 persen. Nilai impor Indonesia September 2010 sebesar US$9,53 miliar atau turun 21,69 persen dibanding impor Agustus 2010 yang besarnya US$12,17 miliar, tetapi dibanding impor September 2009 (US$8,52 miliar) naik 11,92 persen. Sementara itu, selama Januari-September 2010 nilai impor mencapai US$97,27 miliar atau meningkat 42,44 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya (US$68,28 miliar). Impor nonmigas September 2010 sebesar US$7,53 miliar atau turun US$2,43 miliar (24,42 persen) dibanding impor nonmigas Agustus 2010, sedangkan impor nonmigas selama Januari-September 2010 mencapai US$77,83 miliar atau naik 41,13 persen dibanding impor nonmigas periode yang sama tahun 2009 (US$55,15 miliar). Impor migas September 2010 sebesar US$2,00 miliar atau turun US$0,21 miliar (9,36 persen) dibanding impor migas Agustus 2010, sedangkan impor migas selama Januari-September 2010 mencapai US$19,44 miliar atau naik 47,95 persen dibanding impor migas periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai impor nonmigas terbesar September 2010 adalah golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan nilai US$1,46 miliar, namun nilai ini turun 19,87 persen dibanding impor golongan barang yang sama Agustus 2010 (US$1,83 miliar). Sementara itu, impor golongan barang tersebut selama Januari-September 2010 meningkat 36,24 persen dibanding impor golongan barang yang sama Januari-September 2009 (US$10,57 miliar). Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-September 2010 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$14,21 miliar dengan pangsa 18,26 persen, diikuti Jepang US$12,15 miliar (15,62 persen) dan Singapura US$7,33 miliar (9,42 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,31 persen, sementara dari Uni Eropa sebesar 9,00 persen. Nilai impor semua golongan penggunaan barang selama Januari-September 2010 dibanding impor periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing meningkat, yaitu impor barang konsumsi sebesar 48,81 persen, bahan baku/penolong sebesar 45,29 persen, dan barang modal sebesar 30,94 persen.

Download PDF
Pada Bulan Oktober 2010 Inflasi Sebesar 0,06%.

Pada Bulan Oktober 2010 Inflasi Sebesar 0,06%.

2010-11-01

Pada bulan Oktober 2010 terjadi inflasi sebesar 0,06 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,29. Dari 66 kota IHK, 32 kota mengalami inflasi dan 34 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Batam 1,02 persen dengan IHK 119,53 dan terendah terjadi di Ternate 0,01 persen dengan IHK 124,12. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Palu 1,84 persen dengan IHK 125,86 dan terendah terjadi di Sibolga 0,01 persen dengan IHK 125,15. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,48 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,36 persen; kelompok sandang 1,73 persen; kelompok kesehatan 0,24 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,44 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok bahan makanan 0,85 persen; dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,57 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2010 sebesar 5,35 persen dan laju inflasi year on year (Oktober 2010 terhadap Oktober 2009) sebesar 5,67 persen. Komponen inti pada bulan Oktober 2010 mengalami inflasi sebesar 0,36 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Oktober) 2010 sebesar 3,58 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Oktober 2010 terhadap Oktober 2009) sebesar 4,19 persen.

Download PDF
Harga Grosir Naik 0,49%

Harga Grosir Naik 0,49%

2010-10-01

Pada bulan September 2010 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas naik sebesar 0,49 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Kelompok Barang Impor Nonmigas sebesar 0,76 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada bulan September 2010 naik masing-masing 0,47 persen; 0,42 persen; dan 0,48 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada September 2010 naik sebesar 0,05 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga barang galian segala jenis; cat, vernis dan lak; barang-barang logam lainnya; dan bahan bangunan dari kayu. Sedangkan yang mengalami penurunan harga antara lain barang-barang dari besi, dan baja dasar; bahan bangunan dari keramik dan tanah liat; dan semen.

Download PDF
NTP September 2010 Naik 0,36 %. Harga Gabah GKP Naik 1,33 % di Petani dan 1,61% di Penggilingan

NTP September 2010 Naik 0,36 %. Harga Gabah GKP Naik 1,33 % di Petani dan 1,61% di Penggilingan

2010-10-01

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional September 2010 sebesar 102,19 atau naik 0,36 persen dibanding bulan sebelumnya karena NTP Subsektor Perikanan yang naik 0,79 persen terutama pada kelompok budidaya. NTP Provinsi Maluku Utara September 2010 sebesar 99,09 atau mengalami kenaikan tertinggi (1,55 persen) dibanding bulan sebelumnya karena harga produsen ikan kakap yang naik sebesar 5,35 persen. Sedangkan NTP Provinsi Sulawesi Tenggara September 2010 adalah 107,07 atau mengalami penurunan terbesar (0,71 persen) dibanding bulan sebelumnya, terutama disebabkan harga produsen coklat yang turun sebesar 1,75 persen. Pada September 2010, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,41 persen terutama dipicu oleh subkelompok sandang. Selama September 2010, 776 transaksi gabah di 21 provinsi didominasi Gabah Kering Panen (GKP) 74,61 persen, gabah kualitas rendah 15,47 persen, dan Gabah Kering Giling (GKG) 9,92 persen. Di petani, harga tertinggi senilai Rp5.000,00 per kg berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang dan Siam Unus terjadi di Kabupaten Barito Timur (Kalimantan Tengah) serta varietas Siam Unus di Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah) dan Kabupaten Barito Kuala (Kalimantan Selatan). Sedangkan harga terendah senilai Rp1.350,00 per kg, berasal dari gabah kualitas GKP varietas Cisantana di Kabupaten Kolaka (Sulawesi Tenggara). Di penggilingan, harga tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang dan Siam Unus senilai Rp5.150,00 per kg terjadi di Kabupaten Barito Timur (Kalimantan Tengah). Harga terendah senilai Rp1.500,00 per kg, juga berasal dari gabah kualitas GKP varietas Cisantana di Kabupaten Kolaka (Sulawesi Tenggara). Rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani naik 1,33 persen menjadi Rp3.221,93 per kg dan di penggilingan naik 1,61 persen menjadi Rp3.289,12 per kg dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan gabah kualitas GKG masing-masing naik 2,33 persen menjadi Rp3.620,92 per kg di petani dan 2,05 persen menjadi Rp3.681,70 per kg di penggilingan. Upah nominal harian buruh tani Nasional pada September 2010 naik sebesar 0,27 persen dibanding upah Agustus 2010, yaitu dari Rp38.198,00 menjadi Rp38.301,00 per hari. Secara riil mengalami penurunan sebesar 0,14 persen1). Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada September 2010 naik 0,34 persen dibanding upah Agustus 2010, yaitu dari Rp58.276,00 menjadi Rp58.475,00 per hari. Secara riil turun sebesar 0,10 persen1).

Download PDF
Jumlah Wisman Pada Agustus 2010 Naik 3,48%. Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik Bulan Agustus 2010 Turun 16,17 %.

Jumlah Wisman Pada Agustus 2010 Naik 3,48%. Jumlah Penumpang Angkutan Udara Domestik Bulan Agustus 2010 Turun 16,17 %.

2010-10-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Agustus 2010 mencapai 586,5 ribu orang atau naik 3,48 persen dibanding jumlah wisman Agustus 2009 yang sebanyak 566,8 ribu orang. Sedangkan, jika dibandingkan dengan Juli 2010, jumlah wisman Agustus 2010 turun 10,93 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Agustus 2010 naik 4,76 persen dibanding Agustus 2009, yaitu dari 232,2 ribu orang menjadi 243,2 ribu orang pada Agustus 2010. Sementara itu, jika dibanding Juli 2010, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 3,53 persen. Secara kumulatif (Januari-Agustus) 2010, jumlah wisman mencapai 4,63 juta orang atau naik 12,12 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2009 sebanyak 4,13 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 17 provinsi pada Agustus 2010 mencapai rata-rata 47,19 persen, atau turun 4,42 poin dibanding TPK Agustus 2009 sebesar 51,61 persen. Begitu pula bila dibanding TPK hotel Juli 2010, TPK hotel berbintang pada Agustus 2010 mengalami penurunan 7,22 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 17 provinsi selama Agustus 2010 adalah 2,07 hari, turun 0,20 hari dibanding keadaan Agustus 2009. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Agustus 2010 mencapai 3,3 juta orang atau turun 16,17 persen dibanding bulan Juli 2010. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 4,11 persen menjadi 847,5 ribu orang. Selama Januari-Agustus 2010 jumlah penumpang domestik mencapai 27,2 juta orang atau naik 18,88 persen, dan jumlah penumpang internasional mencapai 6,2 juta orang atau naik 24,07 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan Agustus 2010 tercatat 603,6 ribu orang atau turun 22,75 persen dibanding bulan Juli 2010, sebaliknya jumlah barang yang diangkut naik 6,94 persen menjadi 9,3 juta ton. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009, selama Januari-Agustus 2010 jumlah penumpang mencapai 4,5 juta orang atau naik 20,59 persen, sebaliknya jumlah barang yang diangkut 71,0 juta ton atau turun 32,92 persen. Jumlah penumpang kereta api pada bulan Agustus 2010 mencapai 16,5 juta orang, mengalami penurunan 6,80 persen dibanding bulan Juli 2010, hal yang sama terjadi untuk barang yang diangkut kereta api turun 2,93 persen menjadi 1,8 juta ton. Selama Januari-Agustus 2010, jumlah penumpang mencapai 134,9 juta orang atau turun 2,01 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Sebaliknya jumlah barang yang diangkut kereta api naik 0,53 persen menjadi 12,8 juta ton.

Download PDF
Pada Bulan September 2010 Inflasi Sebesar 0,44%.

Pada Bulan September 2010 Inflasi Sebesar 0,44%.

2010-10-01

Pada bulan September 2010 terjadi inflasi sebesar 0,44 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,21. Dari 66 kota IHK, 57 kota mengalami inflasi dan 9 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan 1,80 persen dengan IHK 139,74 dan terendah terjadi di Batam 0,03 persen dengan IHK 118,32. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe 1,28 persen dengan IHK 121,18 dan terendah terjadi di Medan 0,20 persen dengan IHK 122,38. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 0,44 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,52 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,25 persen; kelompok sandang 1,08 persen; kelompok kesehatan 0,23 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,26 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,57 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-September) 2010 sebesar 5,28 persen dan laju inflasi year on year (September 2010 terhadap September 2009) sebesar 5,80 persen. Komponen inti pada bulan September 2010 mengalami inflasi sebesar 0,59 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-September) 2010 sebesar 3,21 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (September 2010 terhadap September 2009) sebesar 4,02 persen.

Download PDF
Agustus 2010 Nilai Ekspor Naik 9,76 %, Nilai Impor Turun 3,21%.

Agustus 2010 Nilai Ekspor Naik 9,76 %, Nilai Impor Turun 3,21%.

2010-10-01

Nilai ekspor Indonesia Agustus 2010 mencapai US$13,71 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 9,76 persen dibanding ekspor Juli 2010. Sementara bila dibanding Agustus 2009 mengalami peningkatan sebesar 29,99 persen. Ekspor nonmigas Agustus 2010 mencapai US$11,77 miliar, naik 10,94 persen dibanding Juli 2010, sedangkan dibanding ekspor Agustus 2009 meningkat 32,35 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Agustus 2010 mencapai US$98,71 miliar atau meningkat 40,42 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, sementara ekspor nonmigas mencapai US$81,73 miliar atau meningkat 36,25 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Agustus 2010 terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$1,1 miliar, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$80,0 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Agustus 2010 mencapai angka terbesar yaitu US$1,40 miliar, disusul Cina US$1,24 miliar dan Amerika Serikat US$1,14 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,17 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,62 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Agustus 2010 naik sebesar 34,66 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 15,84 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 47,35 persen. Nilai impor Indonesia Agustus 2010 mencapai US$12,22 miliar atau turun 3,21 persen dibanding Juli 2010 yang besarnya US$12,63 miliar. Dan jika dibanding Agustus 2009 mengalami peningkatan 25,89 persen. Sementara itu, selama Januari-Agustus 2010 nilai impor mencapai US$87,78 miliar atau meningkat 46,87 persen jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Impor nonmigas Agustus 2010 mencapai US$10,01 miliar atau turun US$0,50 miliar (4,79 persen) dibanding impor Juli 2010. Sedangkan selama Januari-Agustus 2010 mencapai US$70,35 miliar atau naik 43,56 persen dibanding periode yang sama tahun 2009. Impor migas Agustus 2010 mencapai US$2,21 miliar atau meningkat US$0,10 miliar (4,69 persen) dibanding impor Juli 2010, sedangkan selama Januari-Agustus 2010 mencapai US$17,44 miliar atau naik 61,96 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai impor nonmigas terbesar Agustus 2010 adalah golongan barang mesin/peralatan mekanik dengan nilai US$1,82 miliar yang turun 6,54 persen dibanding Juli 2010, sedangkan selama Januari-Agustus 2010 nilainya meningkat 37,06 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Agustus 2010 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$12,89 miliar dengan pangsa 18,32 persen, diikuti Jepang US$10,90 miliar (15,49 persen) dan Singapura US$6,63 miliar (9,42 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,42 persen dan Uni Eropa sebesar 8,85 persen. Nilai impor menurut golongan penggunaan barang selama Januari-Agustus 2010 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mengalami peningkatan untuk semua golongan, yaitu impor barang konsumsi sebesar 52,37 persen, bahan baku/penolong sebesar 51,25 persen, dan barang modal sebesar 31,20 persen.

Download PDF
Pada Bulan Agustus 2010 Harga Indeks Perdagangan Besar Umum Naik 0,57 Persen

Pada Bulan Agustus 2010 Harga Indeks Perdagangan Besar Umum Naik 0,57 Persen

2010-09-01

Pada bulan Agustus 2010 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum naik sebesar 0,57 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 1,38 persen. IHPB Bahan Baku, Barang Konsumsi, dan Barang Modal pada bulan Agustus 2010 naik masing-masing 0,53 persen; 1,10 persen; dan 0,36 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Agustus 2010 naik sebesar 0,04 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga batu split, aspal, semen, dan barang galian segala jenis. Sedangkan yang mengalami penurunan harga antara lain barang-barang dari logam dasar bukan besi, bahan bangunan dari logam, dan kaca lembaran.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Agustus 2010 Sebesar 101,82  Atau Naik 0,05  Persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Agustus 2010 Sebesar 101,82 Atau Naik 0,05 Persen

2010-09-01

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional Agustus 2010 sebesar 101,82 atau naik 0,05 persen dibanding bulan sebelumnya karena NTP Subsektor Tanaman Pangan yang naik 0,45 persen terutama pada kelompok palawija. NTP Provinsi D.I. Yogyakarta Agustus 2010 sebesar 114,55 atau mengalami kenaikan tertinggi (1,23 persen) dibanding bulan sebelumnya karena harga produsen kacang tanah yang naik sebesar 4,78 persen. Sedangkan NTP Provinsi Kalimantan Tengah Agustus 2010 adalah 102,92 atau mengalami penurunan terbesar (0,72 persen) dibanding bulan sebelumnya, terutama disebabkan harga produsen jeruk yang turun sebesar 33,33 persen. Pada Agustus 2010, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,85 persen terutama dipicu oleh subkelompok bahan makanan. Dari 1.096 transaksi gabah di 19 provinsi selama Agustus 2010 didominasi Gabah Kering Panen (GKP) 72,72 persen, gabah kualitas rendah 21,53 persen, dan Gabah Kering Giling (GKG) 5,75 persen. Di petani, harga tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Siam Unus senilai Rp6.000,- per kg terjadi di Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah). Sedangkan harga terendah senilai Rp2.200,- per kg, masing-masing berasal dari gabah kualitas GKP varietas Kristal di Kabupaten Sidrap (Sulawesi Selatan) dan kualitas rendah varietas Ciherang di Kabupaten Serang (Banten). Di penggilingan, harga tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Siam Unus senilai Rp6.100,- per kg terjadi di Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah). Harga terendah senilai Rp2.235,- per kg, berasal dari gabah kualitas GKP varietas Kristal di Kabupaten Sidrap (Sulawesi Selatan). Rata-rata harga gabah kualitas GKP di petani naik 4,74 persen menjadi Rp3.179,61 per kg dan di penggilingan naik 4,64 persen menjadi Rp3.237,15 per kg dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan gabah kualitas GKG masing-masing naik 2,75 persen menjadi Rp3.538,49 per kg di petani dan 2,66 persen menjadi Rp3.607,73 per kg di penggilingan. Upah nominal harian buruh tani Nasional pada Agustus 2010 naik sebesar 0,34 persen dibanding upah Juli 2010, yaitu dari Rp38.069,- menjadi Rp38.198,- per hari. Secara riil mengalami penurunan sebesar 0,51 persen1). Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Agustus 2010 naik 0,08 persen dibanding upah Juli 2010, yaitu dari Rp58.228,- menjadi Rp58.276,- per hari. Secara riil turun sebesar 0,68 persen1).

Download PDF